Slide1 Slide2 Slide3 Slide4 Slide5

KOTA KECIL SEJUTA CERITA RANGKASBITUNG

Diposting pada tanggal 1-10-2014 oleh Wayah

SATIAH Kota Rangkas Bitung yang terkenalnya karena memiliki Stasiun Rangkasbitung,tempat para gerilyawan Kota Rangkasbitung menyeludupkan berbagai kebutuhan bagi para gerilyawan di pedalaman Kabupaten Lebak. Perang gerilya yang di lakukan TNI bersama dengan aparat pemerintah daerah dan rakyat berakhir tanggal 10 Agustus 1949 ketika Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda mengeluarkan gencatan senjata.Setelah gencatan senjata terlaksana,nama Brigade I Tirtasaya diubah menjadi Komando Militer Daerah (KMD) V Banten yang terdiri dari tiga Komando Distrik Militer (KMD).Kabupaten Lebak menjadi wilayah tugas KDM III yang dipimpin oleh Kapten Sholeh Iskandar. Setelah pengakuan kedaulatan,Indonesia memasuki babak baru dengan dibentauknya Republik Indonesia Serikat.Akan tetapi,negara Republik Indonesia serikat yang dibentuk Belanda tidak berlangsung lama. Pada tanggal 17 Agustus 1950 Republik Indonesia Serikat bubar dan Indonesia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.Selanjutnya nrgara Republik Indonesia melakukan pembenahan-pembenahan dalam segala aspek .Salah satu aspek yang di benahi adalah aspek pemerintah daerah dengan keluarnya Undang-undang No.11 tahun 1950.Berdasarkan undang-undang tersebut dibentuk Propinsi Jawa Barat yang mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.Kemudian ditetapkan Undang-undang No.14 tahun 1950 yang menetapkan Kabupaten-kabupaten yang berada dalam Propinsi Jawa Barat adalah Kabupaten Lebak,Pandeglang,Serang,Tanggerang,Bekasi,Karawang,Purwakarta,Bogor,Sukabumi,Cianjur,Bandung,Sumedang,Garut,Tasikmalaya,Ciamis,Cirebon,Kuningan,Indramayu dan Majalengka. Kabupaten Lebak yg lebih di kenal dengan Kota Rangkasbitung nya dibentuk berdasarkan undang-undang itu dipimpin oleh Bupati Tb.Surya Atmaja. Pada masa itu 1950 Kabupaten lebak terdiri dari empat kewedanaan,15 kecamatan,dan 130 desa. Jumlah desa pada tahun 1950 itu belum ada perubahan dengan masa Pemerintahan Hindia Belanda abad XX ke empat kewedanaan dan kecamatan yang termasuk ke dalam wilayahnya adalah sebagai berikut: Kewedanaan Rangkasbitung,terdiri dari empat kecamatan yaitu kecamatan Rangkasbitung,Warunggunung,Maja dan Sajira.Kewedanaan Leuwidamar terdiri dari kecamatan Leuwidamar, Cimarga,Muncang dan cipanas.Kewedanaan Parungkujang terdiri dari empat kecamatan yaitu kecamatan Gunung Kencana,Cileles,Banjarsari dan Bojongmanik.Kewedanaan Cilangkahan terdiri dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Malingping,Panggarangan dan Bayah. Dalam Perkembanganke Baca Selengkapnya >>

Share

Galeri Foto

Kumpulan foto dan artikel-artikel berbasis foto.

[+] Selengkapnya

Abiwara

Publikasi Ilmiah Prodi Sejarah STKIP Setiabudhi Rangkasbitung

[+] Buka Link Abiwara

Perspektif Mahasiswa

Kumpulan artikel/opini yang ditulis oleh Mahasiswa Prodi Sejarah

[+] Selengkapnya

© Copyright Prodi Sejarah 2011. All rights reserved.