menanti jawab

Diposting pada tanggal 1-9-2014 oleh Wayah

N.Wachyudin Lucu juga rasanya, setelah sekian puluh tahun bergelut dengan segala pernak-pernik kesejarahan, tepat di hari ini mendapat pertanyaan serupa yang sekian kali berulang-ulang; untuk apa belajar sejarah?, jelas pada bagian awal pilihannya hany bias tersenyum, sebab apabila kita cerna sesungguhnya pertanyaan ini dilontarkan dalam posisi negative phrase quota momentum, artinya tidak hendak mendapat jawaban sebagaimana saya dan kawan-kawan bias menjawab secara ilmiah atau bahkan cenderung filosofis. [caption id="attachment_5525" align="aligncenter" width="259" caption="sejarah"][/caption] Orang bertanya dengan frase seperti ini dimaksudkan sebagai upaya mencari jawaban hendak diletakan dimana orang-orang yang bergelut dengan ilmu dan segara hal tentang kesejarahan dalam peta masyarakat yang demikian gandrung dengan segala yang berlangsung cepat dan hedonis. Tentu saja pertanyaan adalah pertanyaan, dan jawaban secara bijak adalah yang dikehendaki oleh sang penanya, tiada lain. Bahwa kemudian harus ada parametric jaman, ataukah ukuran material, ataukah hanya aspek simbolis semata itu menjadi nomor ke sekian. People learnig history just to be wise, hanya mencoba bijaksana dalam merekam berbagai fenomena kehidupan begitu kilah para failasuf menjawabnya, tentu menjadi tidak mudah, karena jawaban yang dikehendaki adalah tentang analogi makai cabai yang harus langsung terasa pedasnya seketika itu juga, atau seperti basah tatkala kita bersentuhan dengan air dan sebagainya. Barangkali jawaban itu adalah apa yang kita hasilkan dengan menjadi “kuli” sejarah di jaman ini, jadi tukang dongengkah, pengamat yang seolah tahu segala hal, atau pura-pura memiliki spesialisasi agar orang tidak melenceng ke mana-mana ketika berdiskusi?,… Atau mungkin jadi ini tentang berapa “hepeng” yang mampu dihasilkan dalam satu jam, sehari, seminggu, atau sebulan, bahkan dalam setahun (agar menghitung pajak penghasilannya menjadi lebih mudah). Dalam kaitan inilah, mari kita beri jawaban bersama atas pertanyaan klise tersebut, barangkali memuaskan atau tidak sama sekali…..   Baca Selengkapnya >>

Share
powered by
Socialbar

Galeri Foto

Kumpulan foto dan artikel-artikel berbasis foto.

[+] Selengkapnya

Abiwara

Publikasi Ilmiah Prodi Sejarah STKIP Setiabudhi Rangkasbitung

[+] Buka Link Abiwara

Perspektif Mahasiswa

Kumpulan artikel/opini yang ditulis oleh Mahasiswa Prodi Sejarah

[+] Selengkapnya

© Copyright Prodi Sejarah 2011. All rights reserved.