Aliansi Demak-Cirebon

Sebelum mengadakan penyerbuan ke Pajajaran, pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah, dengan menggunakan kapal-kapal besar berangkat ke Cirebon untuk mendengar nasehat Syarif Hidayatullah. Dari Cirebon inilah direncanakan strategi penyerangan. Sesuai dengan saran Syarif Hidayatullah, pasukan gabungan Demak dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah, Pangeran Cirebon, Dipati Keling dan Dipati Cangkuang berangkat ke Banten. Dan tanpa mengalami banyak kesulitan yang berarti, pasukan gabungan ini dapat menguasai Banten pada tahun 1525 (Djajadiningrat, 1983: 125). Hal ini bukan saja karena kuatnya pasukan gabungan Demak-Cirebon, tapi juga berkat bantuan dari pasukan pribumi yang dipimpin oleh Hasanuddin. Selanjutnya, untuk pemantapan keamanan di daerah yang baru dikuasai ini maka diangkatlah Hasanuddin menjadi Adipati Banten dengan pusat pemerintahan di Banten Girang. Sesuai dengan penetapan Syarif Hidayatullah, pusat pemerintahan di Banten Girang ini kemudian dipindahkan ke dekat pelabuhan yang kemudian disebutnya Surosowan. Pemindahan ibukota Banten ini terjadi pada tahun 1526.

Sebelum mengadakan penyerbuan ke Pajajaran, pasukan Demak yang dipimpin Fatahillah, dengan menggunakan kapal-kapal besar berangkat ke Cirebon untuk mendengar nasehat Syarif Hidayatullah. Dari Cirebon inilah direncanakan strategi penyerangan. Sesuai dengan saran Syarif Hidayatullah, pasukan gabungan Demak dan Cirebon yang dipimpin oleh Fatahillah, Pangeran Cirebon, Dipati Keling dan Dipati Cangkuang berangkat ke Banten. Dan tanpa mengalami banyak kesulitan yang berarti, pasukan gabungan ini dapat menguasai Banten pada tahun 1525. Hal ini bukan saja karena kuatnya pasukan gabungan Demak-Cirebon, tapi juga berkat bantuan dari pasukan pribumi yang dipimpin oleh Hasanuddin. Selanjutnya, untuk pemantapan keamanan di daerah yang baru dikuasai ini maka diangkatlah Hasanuddin menjadi Adipati Banten dengan pusat pemerintahan di Banten Girang. Sesuai dengan penetapan Syarif Hidayatullah, pusat pemerintahan di Banten Girang ini kemudian dipindahkan ke dekat pelabuhan yang kemudian disebutnya Surosowan. Pemindahan ibukota Banten ini terjadi pada tahun 1526. (Halwany Microb dan A Mujahid Chudari. 1993.Catatan Masa Lalu Banten.Serang, Penerbit Saudara.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 69Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 14006Dibaca Per Bulan:
  • 346900Total Pengunjung:
  • 63Pengunjung Hari ini:
  • 13337Kunjungan Per Bulan:
  • 4Pengunjung Online: