ALIRAN FILSAFAT DARI SEGI KEBERADAAN

persoalan dalam keberadaan menimbulkan tiga segi pandangan, yaitu:

Pertama, keberadaan dipandang dari segi jumlah, banyak (kuanntitas), artinya berapa banyak kenyataan yang paling dalam itu. Aliran-aliran filsafat sebagai jawabannya.

Monisme

Aliran yang menyatakan bahwa hanya ada satu kenyataan fundamental. Kenyataan tersebut dapat berupa jiwa, materi, tuhan atau subtasi lainnya yang tidak dapat diketahui. Tokoh-tokohnya antara lain: Thales (625-545 SM) berpendapat bahwa kenyataan yang terdalam adalah satu subtansi yaitu air. Anaximander (610-546 SM) berkeyakinan bahwa yang merupakan kenyataan terdalam adalah Apeiron, yaitu sesuatu yang tanpa batas, tak dapat ditentukan dan tidak memiliki persamaan dengan salah satu benda yang ada dalam dunia. Anaximenes ( 585 – 528 ) berkeyakinan bahwa yang merupakan unsure kenyataan yang sedalam-dalamnya adalah udara.

Dualisme

Aliran yang menganggap adanya dua subtansi yang masing-masing berdiri sendiri. Tokoh-tokohnya adalah Plato ( 428 – 348 ), yang membedakan dua dunia yaitu dunia indera (dunia baying-bayang) dan dunia nintelek (dunia ide). Descartes (1596-1650) yang membedakan subtansi pikiran dan substansi keluasan. Leibniz ( 1646 – 1716 ) yang membedakan antara dunia yang sesungguhnya dan dunia yang mungkin. Imanuel kant ( 1724 – 1804 ) yang membedakan antara dunia gejala ( Penomena ) dan dunia hakiki ( noumena ).

Pluralisme

Aliran yang tidak mengakui adanya satu subtansi atau dua subtansi meliankan banyak subtansi. Tokoh-tokoh pluralisme adalah sebagai berikut: Empedokles ( 490 – 430 SM ) yang menyatakan bahwa hakekat kenyataan terdiri dari empat unsure yaitu: udara, air, api, dan tanah. Anaxagoras ( 500 – 428 SM ) yang menyatakan bahwa hakekat kenyataan terdiri dari unsure-unsur yang tak terhitung banyaknya, sebanyak jumlah sifat benda dan semuanya itu dikuasai oleh suatu tenaga yang dinamakan nous. Nous adalah suatu zat yang paling halus yang memiliki sifat pandai bergerak dan mengatur.

Kedua, keberadaan dipandang dari segi sifat ( kualitas) menimbulkan beberapa aliran sebagai berikut.

Spiritualisme

Yang mengandung beberapa arti:

Spiritualisme adalah ajaran yang menyatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh ( pneuma, nous, reason, logos ) yaitu roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam.

spiritualisme kadang-kadang dikenakan pada pandangan idealistic yang menyatakan adanya roh mutlak. Dunia indera dalam pengertian ini dipandang sebagai dunia idea.

Spiritualisme dipakai dalam istilah keagamaan untuk menekankan pengaruh langsung dari roh suci dalam bidang agama.

Spiritualisme berarti kepercayaan bahwa roh-roh orang mati berkomunikasi dengan orang yamg masih hidup melalui orang-orang tertentu.

Materialisme

Pandangan yang menyatakan bahwa tidak ada hal yang nyata kecuali materi. Materi adalah sesuatu yang kelihatan, dapat diraba, berbentuk, menempati ruang. Tokoh-tokohnya:

Demokritos ( 460 – 370 SM ) berkenyakinan bahwa alam semesta tersusun atas atom-atom kecil yang memiliki bentuk dan badan.

Thomas Hobbes ( 1588 – 1679 ) berpendapat bahwa segala sesuatu yang terjadi didunia merupakan gerak dari materi.

Ketiga, keberadaan dipandang dari segi proses, kejadian atau perubahan aliran yang berusaha menjawab persoalan ini diantaranya adalah sebagai berikut.

Mekanisme ( serba mesin)

Menyatakan bahwa semua segala ( pristiwa) dapat dijelaskan berdasarkan asas-asas mekanik ( mesin ). Pandangan yang bercorak mekanis dalam kosmologi pertama kali diajukan oleh Leucippus dan Democritus yang berpendirian bahwa alam dapat diterangkan berdasarkan pada atom-atom yang bergerak dalam ruang kosong. Pandangan ini dianut oleh Galileo Galilei 9 1564 – 1641 ) dan filsuf lainya dalam abad 17 sebagai filsafat mekanik.

Teleologi ( Serba tujuan)

Plato membedakan antara idea dengan materi. Tujuan berlaku dialam idea, sedangkan kaidah sebab akibat berlaku dalam materi. Aritoteles untuk memahami kenyataan yang sesungguhnya kita harus memahami adanya empat macam sebab, sebab bahan ( material cause), sebab bentuk ( formal cause ), sebab kerja ( efficient cause ), sebab tujuan ( final cause ). Sebab bahan adalah bahan yang menjadikan sesuatu itu ada, seabab bentuk adalah yang menjadikan suatu itu berbentuk, sebab kerja adalah yang menyebabkan bentuk itu bekerja atas bahan, sebab tujuan adalah yang menyebabkan tujuan semata-semata karena perubahan tempat atau gerak.

Vitalisme

Memandang bahwa kehidupan tidak dapat sepenuhnya tidak dapat dijelaskan secara fisika- kimiawi, karena hakekatnya berbeda dengan yang tidak hidup filsuf vitalisme Hans Adolf Eruard Driesch ( 1867 – 1940 ) menjelaskan bahwa setiap organisme memiliki entelechy. Henry Bergson ( 1859 – 1941 ) menyebutkan élan vital. Élan vital merupakan sumber dari sebab kerja dan perkembang dalam alam.

Organisme

Aliran ini biasanya dilawankan dengan mekanisme dan vitalisme. Menurut organisme hidup adalah suatu struktur yang dinamik, suatu kebulatan yang memiliki bagian-bagian yang hitorogen, akan tetapi yang utama adalah system yang teratur.

ALIRAN FILSAFAT DARI SEGI PENGETAHUAN

Rasionalisme

 

Berpandangan bahwa pengetahuan bersumber pada akal. Rasionalisme mendasarkan pada metode deduksi, yaitu cara memperoleh kepastian melalui langkah-langkah metodis yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat umum unjtuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat khusus. Rene Descartes membedakan idea yang ada didalam diri manusia, innate ideas adalah ide bawaan yang di bawa sejak lahir. Adventitious ideas ide-ide yang berasal dari luar diri manusia. Factitious ideas adalah ide-ide yang di hasilkan oleh pikiran itu sendiri.

Empirisisme

Berpendirian bahwa semua pengetahuan diperoleh lewat indera. Aliran-aliran yang timbul dari pendukung tradisi empirisme adalah Posivisme Prancis, Posivisme logis dari linkangkaran wina, analisis filsafati inggris dan berbagai aliran psikologi behavioristik.

Realisme

Aliran yang menyatakan bahwa objek-objek yang diketahui adalah nyata dalam dirinya sendiri.

Kritisisme

Aliran yang berusaha menjawab persoalan pengetahuan dengan tokohnya Imanuel Khant. Titik tolsk Kaht adalah waktu dan ruang sebagai dua bentuk pengamatan. >>Persoalan yang menekankan pada hakikat pengetahuan.

Idealisme, berdirian bahwa pengetahuan adalah proses-proses mental atau proses-proses psikologis yang sifatnya subjektif. Empiris, berpendirian bahwa hakekat pengetahuanadalah berupa pengalaman. David Hume termasuk dalam empiris radikal menyatakan bahwa ide-ide dapat dikembalikan pada sensasi-sensasi ( rangsangan indera ). Positivisme, berpendirian bahwa kepercayaan-kepercayaan yang dogmatis harus digantikan dengan pengetahuan faktawi. Pragmatisme, C.S. Pierce menyatakan bahwa yang penting adalah pengaruh apa yang dapat dilakukan sebuah ide ataun suatu pengetahuan dalam suatu rencana.

William James mengatakan bahwa ukuran kebenaran suatu hal itu ditentukan oleh akibat praktis. John Dewey menyatakan bahwa tidak perlu mempersoalakan kebenaran suatu pengetahuan, malaikan sejauh mana kita dapat memecahkan persoalan yang timbul dalam masyarakat.

ALIRAN FILSAFAT DARI SEGI NILAI

Idelisme EtisIdealisme etis adalah aliran yang menyakini hal-hal yang berikut ini.nadanya suatu skala nilai-nilai, asas-asas moral, atau aturan-aturan untuk bertindak. lebih mengutamakan kebebasan moral dari pada ketentuan kejiwaan atau alami. lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat spiritual ( kerohanian ) ataupun mental yang bersifat inderawi atau kebendaan. Lebih mengutamakan hal yang umum dari pada hal yang khusus.

Deontologisme etis, berpendirian bahwa suatu tindakan dianggap baik tanpa disangkutkan dengan nilai kebiasaan suatu hal. Deontologisme etis juga di sebut formalisme dan juga intuisionisme.

Etika Teleologis,merupakan bagian dari etika aksiologis ( etika berdasarkan nilai) yang membuat ketentuan bahwa kebaikan atau kebenaran suatu tindakan sepenuhnya tergantung pada suatu tujuan atau suatu hasil.

Hedonisme,menganjurkan manusia untuk mencapai kebahagiaan yang didasarkan pada kenikmatan, kesenangan ( pleasure ). Penganjur aliran ini adalah Cyrenaiccs ( 400 SM ) menyatakan hidup yang baik adalah memperbanyak kenikmatan malalui kenikmatan indera dan intelak. Sebaliknya Epikurus ( 341 – 270 SM ) menyatakan bahwa kesenangan dankebagian adalah tujuan hidup manusia.

Utilitarisme,adalah pandangan yang menyatakan bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang menimbulkan kenikmatan atau kebahagian yang sebesar-besarnya bagi manusia yang sebanyak-sebanyaknya.

 

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 64Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 14001Dibaca Per Bulan:
  • 346895Total Pengunjung:
  • 58Pengunjung Hari ini:
  • 13332Kunjungan Per Bulan:
  • 3Pengunjung Online: