ANTARA NYI POHACI SAMPAI RANDAKARI;

Kepekatan dan Struktur Pesan (message) dalam tradisi Lisan Masyarakat di Banten.

N. Wachyudin

Setiap peristiwa melahirkan hikmah, pembelajaran bagi umat manusia untuk tahu dan paham situasi diri dan lingkungan. Masyarakat pada umumnya masih memiliki energy kolektivitas dalam memahami fenomena alam, memelihara kasadaran, serta membangun respon positif secara berkelanjutan. Pada dasarnya kesadaran kolektif merupakan wujud respon masyarakat terhadap siklus hidup yang diyakini, dari lahir sampai menutup usia adalah kepercayaan dan tanggung jawab terhadap kesemestaan.

Fenomena alam bahkan pada kondisi yang teramat merusak dan menyakitkan, pada akhirnya dibaca sebagai ketentuan absolut, milik Sang Maha Kuasa, bencana atau apapun bentuknya mewujud kesadaran yang mengingatkan, menyadarkan dan mendidik generasi selanjutnya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, dan ini adalah kesadaran sejarah.

orion

orion


Bagi sebagian masyarakat di Banten, secara lebih khusus, kemampuan membaca tanda alam adalah kewajiban melekan pada struktur social, peran kunci tokoh untuk terampil dan bijak membaca alam adalah kewajiban fungsional, meski dibalut dengan fragmen mitis dan mitologis, namun demikian pada substansinya, kemampuan ini adalah bagian dari eksistensi kolektif masyarakat itu sendiri. Pembacaan terhadap penampakan astronomis dan astrologis, membuat para tokoh adat misalnya, mampu membangun prediksi dan estimasi keadaan alam pada bentangan waktu selanjutnya. Salah satu contoh masyarakat peladang, berHUMA, ungkapan ..lamun kidang geus niba kana kerta, tanda taneuh geus tiis…. , penjelasan nya adalah ketika rasi bintang wuluku/ orion sudah terlihat di belahan tenggara, tanda akan segera memasuki musim penghujan, dengan demikian prosesi awal bertani harus segera di siapkan. Pada masyarakat sekitar perbatasan ujung kulon berlaku hal demikian, bahkan ditambahkan ungkapan tanda … nyai pohaci sanghyang sri siap direuneuhan,… atau tanda dimulainya prosesi menanam padi. Inilah salah satu bentuk kesadaran dan menyatunya masyarakat dengan alam.

Selain itu kesadaran kolektif masyarakat juga diturunkan dari generasi ke generasi, sebagai pembelajaran dari peristiwa pahit yang terjadi di masa lalu. Bagi sebagian masyarakat Cilegon legenda Randakari , merupakan bentuk informasi yang berisi pembelajaran mitigasi bencana, legenda randakari merupakan refleksi masyarakat dalam memberi pemahaman tanda-tanda alam dan akibat yang ditanggung apabila alam dirusak dan diganggu dalam proses siklusnya.

Legenda Randakari bagian tak terpisahkan dari pengetahuan masyarakat tentang tragedy Tsunami Krakatau 1883, pembelajaran yang sungguh bijak, pembelajaran yang seharusnya membangun KESADARAN dari masa ke masa.-

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1627Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13725Dibaca Per Bulan:
  • 346682Total Pengunjung:
  • 1503Pengunjung Hari ini:
  • 13119Kunjungan Per Bulan:
  • 14Pengunjung Online: