Baduy Bersih,Mari Hidup Bersih.

Oleh: Iman Sampurna.
Berangkat dari moto kabupaten lebak yaitu Iman ,Aman,Uman,Amin, yang artinya jika masyarakat Beriman,maka kehidupan masyarakat pun akan Aman,jika sudah terjamin keamanan maka segala sesuatu pastinya akan Uman (terjaga),dan Amin semoga akan tercipta masyarakat yang adil makmur Sejahtera .jika berbicara soal Iman,sesuatu yang beriman itu harus pula bersih,karena Nabi Muhamad SAW pun cinta akan kebersihan ,karena 14 abad silam beliau bersabda bahwa; “kebersihan merupakan sebagaian dari Iman”,dari itu kami meyakiani fudamen yang harus paling pertama harus di bangun adalah kebersiahan terutama kebersihan lingkungan dan kami juga meyakini dari lingkungan yang bersih terbina jiwa-jiwa yang bersih terutama bersih dari prilaku korupsi.

GL

tim GL

Di hubungkan dengan kebudayaan bahwa budaya merupakan hasil cipta,karya dan karsa manusia,di mana budaya merupakan manifesto dari kemanusiaan itu sendiri yang di bangun dari kesadaran akan eksistensinya,kemudian mereka bertanya untuk apa dan akan kemana setelah mereka hidup.karena itu kebudayaan melingkupi citra kehidupan manusia secara utuh. Sehingga hubungan budaya dan kebersihan adalah bahwa di dalam tujuan hidupnya manusia mengakui dengan menjalankan amal yang baik,yang di landasi hati yang bersih,dan hidup yang bersih akan menuntun manusia pada tujuan hidup yang paripurna yang di janjikan Tuhan, jadi hubungan kebersiahan dan kebudayaan adalah seperti anak dan bapak di mana seperti yang di canangkan oleh Bupati Kabupaten Lebak Hj.Iti Octavia , tentang budayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) , Pencanagan pola hidup bersih sejatinya merupakan produk kebudayaan yang baik.
Masyarakat suku baduy adalah sekelompok masyarakat yang tinggal kurang lebih 50 km dari kota Rangkasbitung adalah sekelompok masyarakat yang mengasingakan diri demi menjaga warisan budaya leluhur mereka,warisan dimana di dalam pandangan mereka manusia harus bisa hidup selaras dengan siklus alam, dan sesuatu itu di dasarkan dengan pertimbangan bahwa jika manusia bisa hidup selaras dengan alam ,maka alam pun akan berbaik hati dengan manusia di mana tumbuh-tumbuhan tumbuh dengan subur dan hasil panen melimpah ruah serta memberikan mereka hidup yang berkecukupan,serta sebaliknya jika manusia tidak hidup selaras dengan alam maka esok manusia hanya akan tinggal menunggu rupa-rupa bencana yang akan menimpa mereka. pandangan seperti ini bisa di dasarkan pada pola hidup mereka yang bergantung pada sektor pertanian, di mana masyarakat suku baduy berusaha dengan sekuat tenaga menjaga kebudayaan nya dan juga lingkungannya namun masalah yang timbul kemudian adalah bahwa mereka juga di ancam oleh banyaknya sampah yang di bawa para wisatawan ke pedalaman suku baduy di mana sampah sampah non organik bertebaran di sekitar lingkungaan baduy terutama di daerah baduy penamping , hal ini juga di akibatkan oleh semakin bergeliatnya kunjungan wisatawan ke wilayah budaya suku baduy di akibatkan oleh prilaku pengunjung yang kurang sadar akan kebersihan di tambah minimnya pengetahuan masyarakat suku baduy sendiri tentang sampah non organik. sama halnya seperti realitas yang ada di kota rangkasbitung di mana pada kegiatan yang di lakukan relawan Green Lebak pada rangkaian kegiatan sebelumya bahwa kami berhasil merekam pola hidup masyarakatnya yang belum sadar betul akan pentingnya kebersihan dan pola hidup bersih, tidak seperti yang di canangkan oleh bupati kabupaten lebak pada beberapa saat yang lalu tentang membudayakan pola hidup bersih dan sehat,seakan hanya menjadi angin lalu saja,bahwa kebijakan ini belum meresap kedalam kesadaran setiap lapisan masyarakat. Akhirnya fenomena ini berhasil di tangkap oleh segelintir pemuda-pemuda kreatif dari kabupaten lebak yang mendirikan komunitas Green lebak atas Inisiatif Mahsiswa dan dosen dari Program studi Pendidikan Sejarah STKIP Setia Budhi Rangkasbitung,Kawan MIPA lebak, Yayasan Inisiatif bangun Bangsa,Komunitas KSEI Washilatul falah ,Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR) serta Segenap elemen Mahsiswa dan masyarakat dari Setiap Kampus mendukung pencanangan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Bupati Kabupaten Lebak.
Serangakaian kegiatan pun telah di lakuakan yaitu pada tanggal 21 dan 22 November komunitas Green Lebak telah sukses menyelengarakan acara Bersih-Bersih Lebak yang di ikuti sekitar 100 relawan Green Lebak yang terdiri dari mahasiswa pelajar dan Masyarakat .Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu 22 November pukul 20.00 WIB dengan titik poin di sekitar Balong Ranca lentah kemudian bergerak menuju Alun-alun kota Rangkasbitung , para relawan melakukan interaksi dengan pengunjung sambil kemudian melakukan sosialisasi kebersihan kemudian setelah itu para relawan bergerak lagi menuju titik sentral utama ,yaitu Balong Ranca Lentah dimana masyarakat dengan antusias menyambut kehadiran para relawan dan para relawan melakukan sosialisasi kebersiahan di mana penting di himbau untuk tidak membuang sampah sembarangan kedalam danau selain merusak pemandangan juga dapat mencemari ekosistem yang ada di sana ,di Balong Ranca lentah sendiri terdapat konsentrasi masyarakat yang lebih besar yang menghabiskan weekend selain di alun-alun kota Rangkasbitung. Pada esok harinya yaitu Hari minggu pagi pukul 08.00 para relawan kemudian melakukan kegiatan di pasar kota Rangkasbitung , mereka melakukan sosialisasi kebersihan dan juga melakukan pemasangan Stiker kampanye kbersihan di setiap toko akan pentingnya kebersiahan dengan slogan “Saya bersih ,Anda bersih,Kita bersih”,kemudian pada pukul 11.00 kegiatan di kota rangkasbitung pun berakhir dengan sukses dan relawan kembali ke rumahnya masing-masing.
Kemudian pada puncak acara yaitu pada tanggal 28 sampai dengan 29 November 2015 Relawan Green lebak melakukan kegiatan bersih-bersih di pusat kebudayaan Kab.Lebak yaitu di tempat wisata Baduy tempatnya di kampung Gajebo ,Desa kanekes,Kecamatan Leuwidamar ,kegiatan ini di ikuti oleh sekitar 300 Relawan yang terdiri dari kalangan mahasiswa,masyarakat dan pelajar ,kegiatan ini di awali dengan pemberangkatan relawan dari depan kantor bupati kabupaten lebak pada pukul 10.00 AM menuju terminal ci Boleger dan sampai di tempat tujuan pada sekitar pukul 12.00 PM , kegiatan di awali dengan pembagaian kelompok di mana relawan di bagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok pertama yang melakukan pengecatan patung,sosialisasi kebersihan, dan operasi sampah di terminal ci Boleger,dan kelompok kedua menuju baduy penamping dengan fokus kegiatan melakukan pemasangan Carangka ( Tempat Sampah) di sekitar route menuju baduy dalam dan baduy luar,kemudian tinggal di Kampung Gajebo tepatnya di Baduy penamping sambil menunggu team satu yang telah selesai di terminal ci Boleger naik menuju baduy penamping, sekitar pukul 17.00 seluruh relawan Green Lebak telah ada di baduy penamping rehat, mandi, sambil mempersiapkan kegiatan pada malam harinya ,kemudian setelah makan malam Para relawan di hibur oleh kesenian suku Baduy yaitu dengan penampilan pementasan Angklung Buhun yang di akhiri riuh gemuruh tepuk tangan dari para relawan dan kegiatan di lanjutkan dengan diskusi budaya dan kesejarahan hal ini sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kesejarahan dan kahasnah pengetahuan budaya kepada relawan Green Lebak yang bukan hanya konsen terhadap isu-isu lingkungan namun juga paham terhadap hal-hal yang berkaiatan dengan masyarakat dan kebudayaan.kegiatan pun di lanjutkan dengan istirahat dan pada esok harinya sekitar pukul 08.00 Relawan turun menuju terminal ci Boleger sambil melakukan sosialisai kebersihan kepada warga baduy dan melakukan operasi bersih-bersih baduy, pada pukul 10.00 menunggu jemputan truk dari dinas perhubungan Kab.Lebak dan Satpol PP kabupaten lebak,pada pukul 12.00 para relawan pun telah sampai di kota Rangkasbitung dan pulng menuju rumah masing-masing.
Seungguhnya serangakaian kegaiatan yang di lakuakan oleh relawan Green Lebak hanya merupakan sebagai awal dari rangkaian kegiatan yang sesungguhya yang akan di lakuakan di kemudian hari dengan kerjasama berbagai pihak seperti KTP (Komisi Transparansi dan Partisipasi ) Lebak dalam menyelengarakan “Riung Ide” bersama warga perihal mengagas partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan kampung. Kemudian dengan melakuakan Roadshow sosialisasi kebersiahan dan pentingnya menjaga lingkungan kesetiap daerah di Kabupaten Lebak, dan untuk kedepanya kami juga mendorong terbukanya ruang-ruang publik untuk mengukur indeks kebahagiaan masyarakat.
Sesunguhnya kegiatan ini tidak mungkin terselengara tanpa partisipasi dari berbagai Dinas yang tergabung dalam Pemda Kabupaten Lebak,ucapan terimaksiah kami khaturkan atas terselengaranya rangakaian kegiatan ini ,bahwa gemuruh langkah kaki kami ini tidak akan pernah berhenti walau hingga ujung hayat ,Bukan hanya sekedar kado bagi Kabupaten Lebak yang ke 187 dan dinas Pekerjaan Umum yang ke 66 namun juga kami persembahkan pengabdian untuk Lebak, Hingga terjadi Revolusi bukan hanya Revolusi Budaya namun juga Revolusi Mindset menuju masayakat yang bersih adil ,makmur dan bahagia dan pesan kami untuk seluruh masyarakat Kabupaten lebak Lebak ; “ Mari hidup bersih, agar tercipta Lebak Bersih ,Indah dan Nyaman.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1008Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 14945Dibaca Per Bulan:
  • 347765Total Pengunjung:
  • 928Pengunjung Hari ini:
  • 14202Kunjungan Per Bulan:
  • 9Pengunjung Online: