Belajar Efektif

Seorang pribadi yang berkomitmen untuk melakukan pembelajaran, pertumbuhan, dan perbaikan diri secara terus-menerus akan menjadi pribadi yang berkemampuan untuk berubah, beradaptasi, menyesuaikan diri dengan perubahan kenyataan kehidupan. Dan pasti, secara mendasar ia akan berkemampuan untuk membuktikan hasil di banyak aspek kehidupan.

Secara pribadi saya berkeyakinan bahwa seharusnya kita mengurangi sebanyak mungkin waktu untuk menonton acara TV yang tidak penting. Dan menggantinya dengan memanfaatkan waktu untuk membaca, secara mendalam dan luas, di luar bidang-bidang yang sudah kita ketahui dan di luar bidang pekerjaan kita. Terlebih lagi, dalam bidang-bidang keahlian utama kita.

Cara belajar yang unik dan mempermudah adalah dengan membagi presentasi atau buku yang kita baca ke dalam empat bagian: pertama, tujuan; kedua, pendapat utama; ketiga, bukti-bukti; dan keempat, aplikasi atau contoh-contoh. Saya temukan ketika melatih pikiran dengan model berpikir seperti ini sangatlah cocok ketika saya mendengarkan atau membaca. Sehingga daya tangkap saya untuk memahami bahan tersebut menjadi sangat baik dan akurat, hampir satu tingkat lebih tinggi dengan pemahaman yang kita miliki apabila kita telah menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mempelajari bahan/bidang tersebut.

Dalam tulisan singkat ini, saya akan ajak Anda, pembaca, untuk mengakselerasi pertumbuhan diri dengan model belajar yang cocok bagi warga belajar dewasa, yang seusia kita. Dengannya pastinya akan lebih efektif guna mensejajarkan kita dengan para pakar dalam bidang yang kita tekuni.

Belajar efektif, dengan melakukan dan mengajarkan.

Mengetahui tapi tidak melakukan sesungguhnya sama dengan tidak mengetahui. Belajar tapi tidak melakukan adalah tidak belajar. Dengan kata lain, memahami sesuatu, tapi tidak menerapkannya sama saja dengan tidak memahaminya.

Hanya dengan melakukan atau menerapkannya, pengetahuan dan pemahaman dapat diinternalisasikan. Sebab dengan melakukanlah, apa-apa yang kita pahami tidak akan kita lupakan.

Berikut ini ada dua program akselerasi, dalam menguasai dan menerapkan apa-apa yang kita pelajari:

1. Pilih salah satu tulisan yang Anda sukai dari blog saya. Gunakan artikel pilihan Anda ini sebagai program pemberdayaan diri selama 30 hari, atau sebulan. Anda dapat memilih artikel yang mana saja, dari blog http://riopurboyo.com/ Pilih saja, sesukanya!

Kenapa harus sebulan? Karena para ulama, dan kemudian di jaman modern saat ini, para pakar pengembangan diri menyetujui bahwa itulah masa terpendek untuk jadikan sebuah pengertian menjadi kebiasaan. Kebiasaan, sebagaimana yang kita maknai, ialah melakukan tanpa butuh kesadaran penuh. Alias otomatis, bekerja dengan sendirinya.

Bacalah, kemudian terapkan dalam keseharian. Dan dalam kurun waktu tertentu, semisal sepekan sekali, atau bisa juga dengan frekuensi yang lebih, ajarkan juga ke sesama. Anda akan menemukan jika Anda benar-benar berusaha untuk  menerapkan apa yang Anda pelajari dan Anda ajarkan selama sebulan, wawasan dan kebijaksanaan diri Anda akan meningkat tajam di bulan berikutnya.

Saya sudah membuktikannya, sekarang giliran Anda. Itu pun juga terserah Anda kok!!!

2. Gunakan pendekatan pertama, hanya yang kali ini sesuaikan dengan kurun waktu yang cocok bagi irama hidup yang Anda sukai.

Baca, terapkan, dan ajarkan dengan satuan tiap periode waktu yang Anda tentukan sendiri. Pendekatan ini memberikan Anda keleluasaan untuk menyesuaikan kecepatan belajar+mengajar Anda dengan keinginan atau situasi konkrit yang Anda alami. Jadi Anda punya pilihan, dalam 2 bulan program pembiasaan sebuah pembelajaran baru, akankah Anda mengajarkannya setiap sepekan sekali atau dua pekan sekali.

Atau boleh jadi, jika dirasa waktu dan kesempatan Anda lebih padat, menggunakan sarana menulis melalui blog atau note di FB, adalah cara lebih yang mudah adanya.

Yang menantang adalah ketika kita berusaha menerapkan apa yang kita pelajari, dalam perjalanannya kita akan melakukan modifikasi tertentu guna menyesuaikan apa yang dipelajari dengan yang terjadi saat aplikasi. Begitu pun yang terjadi, ketika kita berlatih mendidikkan hasil pengertian kita kepada sesama. Tentu ada ruang kosong, di mana muncul berbagai penyesuaian antara yang kita pahami dari pengertian dan praktik harian kita, dengan apa-apa yang sudah terbiasa orang lain lakukan dalam kesehariannya.

Di sinilah, betapa asyiknya menjadi seorang fasilitator perubahan bagi diri sendiri dan sesama. Betapa tidak! Beragam hasil pembelajaran kita selama ini, secara tiba-tiba menyeruak dan muncul dalam model sumber daya yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya. Seolah-olah, kita merasa berdaya secara mendadak, hanya karena merasa mengerti akan sebuah solusi, termasuk cara mudah dalam menjadikannya praktis bagi sesama.

Oh, asyiiiknya!!!

Sampai di sini, tentunya Anda sudah sedemikian bergeloranya untuk segera ambil tindakan pertama guna membuktikan apa-apa yang sudah Anda pelajari dari artikel ini.

Apa pun rencana baik Anda, pastikan saja, Anda berjanji untuk membiasakannya rutin sesuai satuan waktu yang Anda sepakati sendiri. Karenanya janganlah heran, seperti yang sudah tertulis pada paragraf pembuka artikel ini, bisa-bisa Anda termasuk dalam kelompok yang produktif menghasilkan banyak kebaikan dalam kehidupan.

Dengannya, semoga saya pun boleh turut berbahagia, karena senantiasa menginspirasi Anda untuk selalu belajar lebih efektif, dengan membiasakan dan mengajarkan.

Oh iya, karena saya bukan ahli agama, terlebih tafsir Al-Quran yang Agung, setidak-tidaknya dari menulis artikel ini, saya dapatkan juga pencerahan praktis dari ayat yang selama ini berdengung dalam diri saya. Entah dengan Anda.

“Hendaklah kamu menjadi generasi robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan karena kamu tetap mempelajarinya“. (QS. Ali Imraan (03): 79)

 

1 Komentar

  • gunaya

    Oct 16, 2011

    lengkap banget !

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1498Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15435Dibaca Per Bulan:
  • 348212Total Pengunjung:
  • 1375Pengunjung Hari ini:
  • 14649Kunjungan Per Bulan:
  • 15Pengunjung Online: