Cerita tentang Rangkasbitung Tanah Kelahiranku

    Eha Julaeha

Nama saya Eha Julaeha. Saya lahir di Kota Rangkasbitung, di Lebak tanggal 22 Juli 1986 di Kota Rangkasbitung. Saya anak ke 5 dari 6 bersaudara. Alamat rumah saya di Jalan Sunan Giri RT. 03 / 07 No. 34L di Pasir Sukarayat.

Ibu saya lahir di Kota Bandung Jawa Barat, Bapak saya lahir di Kota Kuningan Jawa Barat. Ibu saya bernama Siti Aisyah, sedangkan Bapak saya bernama Didi Suandi. Ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sedangkan bapak saya sebagai wiraswasta. Sekarang, saya sudah besar, berumur 24 tahun. Saya bekerja sebagai mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung. Sewaktu kecil, saya sekolah di TK Banjar Agung Rangkasbitung pada umur 5 tahun. Sedangkan waktu sekolah dasar, di SD Sunan Giri, di Rangkasbitung selama 6 tahun, semasa SMP saya duduk di bangku sekolah menengah pertama, di SMPN 1 Rangkasbitung selama 3 tahun dan sewaktu saya berumur 16 tahun, selama 3 tahun berturut-turut saya duduk di bangku sekolah di SMA Negeri 2 Rangkasbitung.

Di tempat kediaman saya tinggal, tepatnya di Pasir Sukarayat, di Wasfal. Nama Pasir Sukarayat sudah ada sejak dulu kala semenjak kakek, nenek saya lahir ke dunia tepatnya di Wasfal RT. 03 / 07. Nama Ketua RT nya adalah bapak Endang. Sedangkan nama RWnya adalah bapak Syamsul.

Kakak-kakak saya seorang PNS, ada yang sebagai guru, ada yang pegawai, dan adik saya sebagai perawat. Sewaktu kecil, sebelum beranjak dewasa saya suka bermain dengan anak-anak seumuran saya, misalnya main congklak, main petak umpet, sampai main monopoli, saya senang sekali dengan permainan anak-anak.

Kedua orang tua saya sangat baik, mereka sangat mengkhawatirkan saya ketika saya tidak ada di rumah, bukan kepada saya saja akan tetapi kepada semua anggota keluarga saya bernama : 1. Eli Yasin, 2. Yani Sumarni, 3. Wawan Gunawan, 4. Dodi Suandi, 5. Eha Julaeha, dan adik saya bernama Leni Septiani, adalah anggota keluarga yang baik-baik. Kebanyakan keluarga saya itu berijazah sarjana.

Sewaktu saya beranjak dewasa, lambat laun saya telah mengenal apa itu artinya persahabatan. Semasa saya berumur 16 tahun, bahkan sampai saya mengenal apa itu artinya cinta. Di kelas pun saya punya pacar, menurut saya seorang pacar bisa membangkitkan gairah semangat buat belajar. Entah belajar di rumah, di sekolah, di kampus, bahkan di rumah teman saya. Saya suka belajar bareng, bersama teman dan pacar saya sehingga saya tidak kesepian di kelas.

Sebenarnya, sebelum orang tua saya sukses, orang tua saya sebenarnya hidup dari kalangan sederhana, tidak semewah apa yang ada di rumah perumahan elit. Rumah saya sederhana, namun kami mampu menghidupi semua kekurangan-kekurangan yang telah tercukupi, misalnya biaya kuliah, biaya sekolah, sampai biaya sehari-hari. Walaupun saya hanya punya sebuah took di Pasar cuma 1 tidak 4, akan tetapi semua pengeluaran yang telah dikeluarkan selama 1 bulan sampai bertahun-tahun telah tercukupi. Mungkin selama 1 bulan kami hanya mendapat untung 2 juta lebih perbulan. Alhamdulillah, walaupun rumah kami tidak mewah dan tidak mempunyai sebuah mobil, tapi kami cukup mampu membiayai kehidupan kami sehari-hari.

Selama kami tinggal di Kampung Pasir Sukarayat, kami sangat senang sekali. Masyarakatnya ramah, baik, sopan, dan suka bergotong royong. Setiap malam, di kampung kami Pasir Sukarayat suka mengadakan acara “Ronda Malam” guna mewaspadai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya perampokan, perkosaan, dsb.

Selama 24 tahun ini, saya cukup senang tinggal di kampung halaman saya tercinta ini, tepatnya di Pasir Sukarayat. Walaupun rumah kami berdempetan, akan tetapi kami cukup kekeluargaan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1509Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15446Dibaca Per Bulan:
  • 348223Total Pengunjung:
  • 1386Pengunjung Hari ini:
  • 14660Kunjungan Per Bulan:
  • 15Pengunjung Online: