Cikeusal

Nina

Sebenarnya sih cikeusal adalah nama Kecamatan tapi aku selalu menggunakan kata cikeusal saat ada yang menanyakan alamat rumah ku dari situlah aku menggunakan kata cikeusal sebgai almat rumah atau tempat tinggalku.

Nama cikeusal sendiri konon katanya dari kampung pasir, yang pada saat itu orang pasir sedang mandi disebuah pancuran yang letaknya dibawah rel kereta atau lebih tempatnya berada dilingkungan stasiun cikeusal, pada saat iia mandi air nya keluar sedikit air dalam bahasa sunda ialah ‘cai’ dan pada saat itu dia sedang buru-buru ahirnya dia ‘kesal’ dan dari situlah nama cikeusal diambil.

Saya kurang tau benar apa tidanya asal muasal nama cikeusal, karna saya taunya dari orang tua dan orang lain saja dan itupun konon katanya,

Dan cikeusal juga kononkatanya tempat penyebaran agama islam, penyebarnya adalah oleh kibuyut santri, ia mendirikan petilisan atau rumah kecil dan sebuah masjid untuk sarana penyebaran agama islam yang letaknya dekat lapangan PJKA cikeusal dan peninggalnya masih ada sampai sekarang yaitu sebuah rumah kecil yang berisikan makam-makam.

Karna kampung dan kecamatan letaknya tidak jauh makanya aku selalu menyebut cikeusal alamat rumahku.

Katupang sinyar adalah kampung halamanku tempatnya aman tentaram dan nyaman tapi bukan berarti tidak ada kontroversi.

Dulu konon katanya katupang sinyar itu adalah sebuah hutan dan makam-makam cina dan katanya kampung katupang sinyar juga sebagai tempat persembunyian bagi pelarian dari kejaran  perajurit belanda.

Dulu suasana dikampungku sepi sunyi dan seram tetapi hari demi hari berganti waktu demi demi waktu berjalan detik demi detik berlalu.

Sekarang dikampungku atau dilingkungann ku atau didaerahku sudah bayak penghuni dan mejadikan kampung itu ramai.

Saya tidak tau kapan atau awal nama kampung katupang sinyar dicetuskan dan saya juga tidak begitu mengetahui kapan kampung itu ada karana dulanya saya bukan asli orang situ.

Tapi konon katanya sebelum ada rumah seperti sekarang dulu itu banyak makam-makam cina, saya tidak tau apa sebelumnya kampung ini sudah ditempati orang-orang dari cina atau mungkin nama kampung ini dulu bukan katupang sinyar melainkan nama lain atau apalah itu ? yang saya tidak tau dan yang saya tau disini bayak kuburan cina.

Disini memang tidak seramai dikota tapi nyaman dan aman tp walaupun demikian bukan berarti tidak ada perbedaan disini, sebenarnya perbedaan itu membuat kampung ini terasa sunyi.

Tapi walaupun demikian kampung ini kompak apalagi disaat ada event-event tertentu, dan sekalipun ada perbedaan tapi mereka saling menghargai perbedaan itu dan saling menghargai satu sama lain.

Tapi ada satu hal yang saya tidak suka dikampung ini yaitu ada diantara meraka bigos alias biang gosip yang membuat kampung terasa panas, pasalnya sebuah rumor atau gosip selalu dilebih-lebihkan atau lebay istilah ngetrentnya sehingga membuat orang tersebut (yang digosipkan) merasa terkucilkan bahkan ada diantara mereka yang pindah lantaran gak kuat dengan justifikasi orang tersebut, padahal ngga munafik sih semua juga pernah melakukan yang namanya sebuah kesalahan.

Maaf yah Cuma segitu yang bisa saya paparkan pasalnya dulu saya tuh ngga tau dan ngga pengen tau, tp sekarang nyesel deh jadinyan karna nggak tau 🙁 Maaf dan terimakasih 🙂

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 594Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 14531Dibaca Per Bulan:
  • 347375Total Pengunjung:
  • 538Pengunjung Hari ini:
  • 13812Kunjungan Per Bulan:
  • 20Pengunjung Online: