DEEP

Tidak sulit mendapatkan pelajaran dalam hidup ini, kenapa…? Lihatlah perilaku orang lain, cara berpikir orang – orang sukses, sikap dan cara kerja mereka. Disamping menggali sendiri dari setiap peristiwa, membaca berbagai buku, diskusi positif dan sebagainya. Kisah berikut ini kiranya menjadi pelajaran bagi siapa saja untuk memahami dan memperbaiki diri dengan melihat kesuksesan orang lain, bisa dari teman seperjuangan, orang yang tidak kita kenal dan sebagainya.

Alkisah dua anak muda, sebut saja Win dan Lose, yang baru saja menamatkan pendidikan tingkat menengahnya memutuskan pergi ke kota. Orangtua kedua anak muda ini sebetulnya sudah angkat tangan bila harus kembali membiayai mereka sekolah. Orangtua mereka lebih senang bila mereka tinggal di kampung saja, melanjutkan bisnis tambak keluarga atau membuka usaha sendiri yang baru.

Tapi Win dan Lose sudah terlalu mantap untuk melanjutkan sekolah ke Kota, walaupun mereka tidak tahu bagaimana caranya. Di penghujung bulan Juni, saat teman-teman mereka di kampung berlibur setelah sekian lama berkutat dengan buku pelajaran di sekolah, mereka membantu orangtua memanen tambak dan sawahnya.

Dengan bermodalkan uang Rp 300.000, hasil jerih payah mereka membantu para petani di tambak dan di sawah

Setelah musim panen, Win dan Lose pun melenggang ke kota. Dengan kemeja lusuh ditambah dua potong kaos oblong, satu bungkus nasi timbel dengan lauknya, serta semangat dan keyakinan di dada mereka, Win dan Lose mulai melangkah kaki menuju kota impian mereka.

Singkat cerita, Win dan Lose dengan susah payah akhirnya dapat menyelesaikan apa yang selama ini menjadi impian mereka, meski dengan nilai yang kurang memuaskan, karena selain disibukkan dengan tugas-tugas kuliah, Win dan Lose juga harus mengatasi rasa perih di dalam perut mereka.

Akhirnya, setelah rampung kuliah, Win dan Lose pun diterima di sebuah perusahaan yang sama. Dengan posisi awal yang juga kurang lebih serupa, yaitu sebagai staf administrasi.

Setelah setahun bekerja, pimpinan perusahaan mempromosikan Win untuk menempati posisi Manajer Operasional karena kebetulan orang sebelumnya harus menjalani tugas studi. Sementara itu Lose tetap menempati posisi semula, menjadi staf administrasi. Tak dinyana, Lose ternyata tidak terima. Hatinya remuk penuh dengan emosi. Karena kecewa, ia pun mengajukan surat pengunduran diri. Lose menganggap perusahaan telah berlaku tidak adil, diskriminasi terhadapnya. Kerja kerasnya selama ini seperti tidak dihargai. Dia menganggap Win pintar “menjilat, cari muka” sehingga dia dipromosikan menjadi manajer operasional.

Lose mengajukan protes kepada pimpinan perusahaan, “Ini tidak adil Pak. Sejak awal masuk kerja di perusahaan ini kami sama-sama bekerja keras, kenapa hanya Win yang dipromosikan? Apa arti kerja keras saya selama ini…? Lebih baik saya mengundurkan diri saja dari perusahaan ini.” tegasnya dengan wajah yang memerah. “Saya tahu Anda sudah bekerja keras, dan saya tidak bisa melarang Anda untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini, namun saya masih memberikan kesempatan untuk Anda bekerja dan meningkatkan prestasi di sini, asalkan Anda mau,” jawab sang pimpinan perusahaan dengan tenang.

Selanjutnya sang pemimpin perusahaan menambahkan, “Namun sebelum Anda mengundurkan diri dari perusahaan ini, saya minta Anda pergi ke pasar dan carilah orang yang menjual buah semangka di sana.” Karena tidak mau dianggap lebih rendah dari Win, Lose pun mengabulkan permintaan terakhir bosnya tersebut. Dengan hati setengah remuk, dan api amarah yang masih menyala, Lose pergi ke pasar. Setelah menemukan si penjual semangka, Lose bergegas kembali ke kantornya. Sesampainya di kantor Lose pun langsung menghadap bosnya, dan melaporkan bila ia telah menemukan si penjual buah semangka yang sedang asyik melayani para pembeli.

Ada Pak,” kata Lose dengan perasaan kesal yang masih terpendam.

Berapa harganya?” tanya si bos.

Harganya Rp 4000/kilo Pak,” jawab Lose.

Baiklah,” kata pimpinan.

Selanjutnya pimpinan memanggil Win. “Anda dengar Lose, saya akan memberikan perintah yang sama kepada Win. Win, saya minta Anda pergi ke pasar dan temukan bila ada orang yang menjual buah semangka di sana.”

Win pun pergi ke pasar, lalu dengan cepat ia kembali untuk melapor kepada pimpinannya, “Saya melihat hanya ada satu orang yang menjual semangka di pasar hari ini Pak. Harga semangka per kilogram Rp 4000. Warna di dalamnya merah dan masih kelihatan fresh. Beratnya rata-rata 8 kg/buah. Kalau kita beli 10 buah atau di atas 80 kg, kita mendapat diskon sebesar 5%.”

Pimpinan perusahaan mengatakan, “Kamu dengar Lose jawaban temanmu itu. Sekarang kamu tahu di mana perbedaan antara kamu dan Win bukan?”

Setelah mendengar penjelasan bosnya, barulah Lose mengerti bila Win memang lebih baik darinya. Sejak saat itu, Lose mulai belajar dan mendapatkan pelajaran berharga dari Win, dan batal mengundurkan diri. Dia berpikir, “Untuk apa saya mengundurkan diri? Toh di tempat lain saya bekerja, akan sama saja bila saya tidak belajar memahami dari apa yang saya atau orang lain kerjakan.” Pelajaran memang bisa kita peroleh dari mana saja, asalkan kita mau memperhatikannya.

Orang sukses biasanya memang lebih teliti, pandai memperhatikan hal-hal yang positif, berpikir dan bertindak dengan cerdas. Kesuksesan orang lain jangan sampai membuat kita sakit hati, tapi belajarlah untuk memahaminya.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 638Dibaca Hari Ini:
  • 1675Dibaca Kemarin:
  • 20036Dibaca Per Bulan:
  • 352543Total Pengunjung:
  • 600Pengunjung Hari ini:
  • 18980Kunjungan Per Bulan:
  • 6Pengunjung Online: