DIAM

Kata-kata adalah salah satu cerminan kedewasaan seseorang. Menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga dan juga memelihara perkataan. Tapi terkadang ada juga yang hanya memilih untuk diam. Diam adalah salah satu bahasa tubuh, lalu apakah yang anda pilih?

Ada bermacam-macam penyebab dan efek dari diam. Tidak selamanya diam itu emas. Terkadang diam itulah yang menjadi sumber masalah. Adakalanya diam itu karena tuntutan situasi, kondisi tempat dimana kita berada.

Ketika kita tidak tahu apa yang harus dikatakan, bisa jadi karena tidak mengerti, tidak memiliki kemampuan ataupun tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu. Maka alangkah lebih baik jika kita diam saja.

Terkadang ada di antara kita yang moody, hanya akan berbicara ketika dia menginginkannya. Parahnya lagi ketika ada yang membutuhkannya untuk bicara tapi tetap diam dengan alasan malas bicara. Inilah diam yang merugi yaitu diam malas.

Ada lagi yang diam karena yang menjadi lawan bicara tidak selevel dengannya. Dengan wajah kaku dan arogan menganggap seolah-olah levelnya akan turun, wibawanya akan lentur dengan kata-kata yang dikeluarkannya dan kharismanya akan berpindah karena berbicara dengan orang yang dibawahnya. sungguh inilah diamnya orang sombong.

Ada yang memilih diam ketika mereka tidak mau mengungkapkan kebenaran. Sengaja diam untuk menyembunyikan kebenaran dan mencelakakan orang lain. Inilah diamnya orang yang khianat.

Adapun orang terkadang diam karena marah. Akan sangat baik ketika diamnya itu untuk menahan diri dari perkataan keji tapi sebaliknya jika yang diniatkan hanyalah untuk menunjukkan kemarahannya tanpa berusaha untuk mencari jalan keluar permasalahannya itu.

Alangkah lebih baik jika kita memilih diam untuk menghemat masalah dan dosa, dengan hanya diam maka kita akan menghemat perkataan yang menjadi puncaknya suatu masalah dan dosa. Diam itu akan lebih bijak disaat semua orang hanya memilih untuk didengar sehingga hikmahpun akan muncul yaitu menemukan jalan keluar yang baik. Maka pilihlah diam dari perkataan sia-sia dan berlebihan, diam dari ujub dan takabur, dan yang lebih baik lagi yaitu diam dari sok tau dan sok pintar.

Kata Rasul “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.”

Dari Kompasiana.  5 April 2011

Lalu bagaimana mengartikan kata ” Diam ”  menurut sejarah ?

Haruskah melalui Revolusi atau ……… ?  tunggu tanggal mainnya

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 36Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 13973Dibaca Per Bulan:
  • 346869Total Pengunjung:
  • 32Pengunjung Hari ini:
  • 13306Kunjungan Per Bulan:
  • 0Pengunjung Online: