….Dimana Saya Dilahirkan???

Oleh: Fitriyani

Fitriyani nama lengkap saya biasa orang panggil fitri tapi kalau dirumah sering dipanggil ipit.Anak k-8 dari 9 bersaudara. Senin 07 mei 1990 saya terlahir kedunia,dilahirkan dari seorang ibu bernama Hj.Kulsum istri dari H.Durahman,seorang petani dan ibu rumah tangg.Tepatnya dikampung Ciluwuk Ds.Pajagan Kec.Sajira Kab.Lebak kota Rangkasbitung Prov.Banten INDONESIA.Tapi sekarang saya tinggal bersama saudara diKaroya Ds.Mekarsari masiah disajira tetangga kampung ciluwuk. Sedikit mirip dengan negara Korea may be dinamakan karoya bertetaggaan dengan Makam Jepang yang dulu tempat jajahan orang-orang jepang,dianamakan makam jepang katanya disana ada makam jepang yang meninggal dimedan perang dan dikubur disana.
Saya tidak terlalu banyak tahu Kec.Sajira dinamakan demikian,tapi saya bangga dilahirkan disajira,karena disana masih sejuktidak sperti didaerah lain panas+sumpek.Sajira bukan terkenal karena banyak jawaranya saja tapi masyarakatnya pun masih menjaga kebudayaan dan tradisi yang ada sejak dulu. Seluruh keluarga besar dari nenek moyang saya asli lahir dan tinggal didaerah sajira.Saudara-saudara saya juga mereka menikah masih dengan orang sajira dan tinggal  didaerah sajira,sudahlah itu tidak penting.
Selain itu daerah sajira nama kampungnya unik-unik seperti:

  • Ciuyah

  • Gedong

  • Karoya

  • Makam Jepang

  • Gubug

  • RRC (Republik Rakyat Ciluwuk)

  • Susukan

  • Panunggangan

  • kampung Sawah

  • Kampung Baru

  • Sidny alias sinday

  • Kopi

  • Panyandungan

  • Seupang

  • Genteng

Dan lain sebagainya tidak bisa disebutkan satu persatu. Menurut saya sajira sekarangsudah sedikit berkembang,salah satunya dibidang Pendidikan dengan dibangunnya Sekolah Menengah seperti SMA I Sajira,Aliyah Sajira,dan dikampung-kampung sudah ada Smp/Mts,jadi Orang Tua yang anaknya ingin melanjutkan dari SD Ke Smp/Mts dan selanjutnya ke Sma/Man,Sudah tidak jauh-jauh lagi sekolah apalagi rumahnya memang jauh kalau Bahasa Yunani Kunonya BJKJD (Budak Jero Ka Jero Deui).Tetapi belum ada tingkat SMK semoga saja ada.Didirikan sekolah kejuruan Pemuda-Pemudinya memiliki keahlian dibidang masing-masing dan tahu bagaimana dunia kerja itu. Didaerah sajira juga ada tradisi namanya NGEMBANG setiap satu tahun sekali pada saat panen padi.Masyarakat jiarah kemakam tetua kampung sering disebut juga KiBuyut.

Setiap kampung atau daerah masing-masing berbeda hari ,kalau dikampung saya Ciluwuk dan Karoya hari kamis malam jum’at nama kibuyutnya Cipaok,pas malamnya ada acara Ngariung dimasjid bawa nasi dari masing-masing rumah.Dikampung Cijaru hari senin malam selasa,kenapa hari senin namanya juga KiBuyut Senen.Untuk para Petani dilarang bekerja cocok tanam pada hari-hari tertentu,diciluwuk tidak boleh bekerja pada hari minggu dan diCijaru pada hari senin.Berbeda didaerah Genteng ,hari senin siang mereka ada acara  musik Organ (Dangdut) dan malamnya ada acara Santapan Rohani.katanya kenapa digenteng harus rame acara sepert itukalau tidak rame kibuyutnya marah dan itu sudah turun temurun sejak dulu.Mungkin karena iklan juga Ga da lo ga Rame…. Adanya acara Ngembang rasa syukur kepada Masyarakat kepada tuhan.Pada saat ngembang waktu kecil saya seing bawa pulpen/pensil,air minum dan uang untuk nyelawat,kenapa lagi/katanya juga biar sekolahnya pintar.Saya juga antara percaya dan tidak percaya. Satu lagi acara jiarah satu tahun sekali didaerah sajira,tepatnya Sajira Timur,Namanya Makam Kramat Wong Sagati yaitu acara HOL (tanggal meninggal).Acaranya pun bukan orang-orang sajira saja yang jiarah Bupati dan Gubernur pun datang. Saya endiri belum pernah datang langsung ke acara itu,tapi ke makamnya saya pernah tempatnya paling ujung sajira dipinggir sungai.disajira sungai disebut ciberang
Memang sajira itu masih kampung,mendingan seperti itu,karena orang kampung masih menjaga tradisi yang diwariskan dari nenek moynag mereka.Dan walaupun kami tinggal dikampung tapi kami tidak kampungan.

Hidup sajira….

Satu lagi tradisi disajira di bulan rhamadan,orang-orang dikota setiap lebaran harus ada ketupat,tidak harus sebenarnya ,mungkin sudah tradisi ciri khas lebaran,rasanya lebaran kurang apdo tanpa adanya ketupat,seperti sayur tanpa garam.tapi kalau didaerah sajira itu tidak berlaku karena kebiasaan disajira setiap sesudah tanggal 15 dan 20 rhamadan membuat ketupat dan kalau tanggal 25 bikin Pasung,kenapa lagi ini? ada alasannya lagi.Itu sudah tanggal tua jadi semua oarang sudah lemes puasan bibirnya memble (monyong seperti bentuk pasung) biar memble tapi tetap kece.Itu semua kata teman kalau dikampung saya tidak ada. Mungkin hanya itu yang dapat saya ceritakan tentang sajira.Dimana saya dilahirkan dan dibesarkan sampai sekarang.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1726Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13824Dibaca Per Bulan:
  • 346758Total Pengunjung:
  • 1579Pengunjung Hari ini:
  • 13195Kunjungan Per Bulan:
  • 7Pengunjung Online: