DINAMIKA POLITIK FASE PERKEMBANGAN POLIS MENJADI KOSMOPOLIS DALAM KANCA DUNIA HELENISTIK DAN ISKANDAR ZULKARNAIN

BAB I

Pendahuluan

I.1 Latar belakang

Para ahli filsuf sejarah menggambarkan konsep polis masa perkembangan bangsa yunani, pada awalnya Polis (Negara-Kota) berada di kawasan yunani kuno bersamaan dengan pesisir Asia kecil yang mengalami puncak kesegaran dalam prestasi kulturnya sangat tinggi. Landasan pemikirannya masih terus menjadi inspirasi dasar mengenai bentuk pemerintah negara-kota . Konsepsinya pernah dijalankan masa imperium yang dimulai dari Macedonia oleh Iskandar Zulkarnaen (Aleksander Agung). Sementara kolektifitas masyarakat yunani belum kuat, sampai dapat digaris bawahi yaitu kehilangan orentasi politik yang kuat, secara signifikan terjadi degradasi dari peran tradisionalnya sebagai kebiasaan moral dan sosial mediteranian bagian timur.

Tokoh filsuf Plato dan Aristoteles memandang gejola social masyarakat yunani menggolongkan sebagian wilayah yang sudah mengalami ketidak percayaan suatu negara besar. Keduanya merasakan bahwa yunani telah melewati proses yang melampaui polis lebih kecil ruang lingkupnya, serta memandang suatu kehidupan masyarakat sudah dibatasi sistem kekuasaan. karena rakyatnya secara umum tidak memiliki kemampuan kecuali saling bekerja sama melawan agresor atau pemfasilitasan perdagangan, “kondisi semacam ini bukan merupakan Negara”. Hal-hal yang menggambarkan manusia bersama-sama dalam suatu kesatuan ”dibentuk melalui persahabatan.”

Macedonia masih dipegang kekuasaan raja philippos sebelum mengalami perubahan social polis pada masa fase perkembangannya, kemudian kepemimpinan raja macedonia diwariskan keputra mahkota alexandros waktu berumur 13 tahun telah mendapat pendidikan pemikiran aristoteles, sampai dikenal sebagai raja pemuda sang penakluk yang kuat, tekat dan pemberani. Yaitu Alexander agung dalam tulisan arab dikenal sebagai Iskandar zulkarnain. Setelah Macedonia mengalami kejayaan Negara-kota yang merdeka, iskandar zulkarnain pada saat menjadi raja mampuh mengarahkan pasukannya untuk dikirim pergi berperang ke arah timur supaya dapat menakluk Persia dan negeri lainnya, juga mengalami kekalahan dalam peperangan.

Penakluk Philip dari Macedonia dan Aleksander Agung telah nenurunkan polis ke dalam posisi unit kecil sudah tidak layak melakukan sistem politik yang jauh lebih besar, yakni sistem kerajaan. Perjuangan melawan kekuasaan yang di dominasi kekuatan militer telah memcoba mengambarkan politik lebih cepat di dunia. Namun pergolakan manusia yang sudah terbiasa dengan keakraban masyarakat tertinggal dan menjadi orang terasing dari munculnya perlawanan dalam peristiwa perebutan kekuasaan polis. Pada hal sebelumnya, alam pikiran yunani kuno telah mengkonsepsikan sebuah Negara, pemerintah dan perundang-undang yang bertitik tumpu pada landasan etika yang berhubungan dengan persoalan baik dan buruk.

Kegelisahan sosial memuculkan kondisi ekonomi yang gawat, menyebabkan tiga kondisi social pada sejarah akhir abad ke-3 SM, salah satunya adalah Filsafat Pengunduran Diri, Epicureanisme, Stoicisme. Semua kondisi ini membuat ketidakamanan individu sampai pada proses penaklukan kembali Macedonia dan Romawi, sementara pemikiran yunani didominasi oleh kepatuhan sipil dan religius dalam negara-kota. Ketika masyarakat yunani berkisar sebagai warga negara, dengan berubahnya cara pandang dunia setelah memakai etika individual yang dapat mempengaruhi keragaman sosial semakin menonjol. Karena teori politik saat itu dihadapkan dengan tugas penafsiran kembali hubungan politik dan sosial menurut istilah lain terkait hubungan yang diberikan oleh polis.

Ketika masa kekuatan politik melampaui tiga dinasti sudah meninggalkan warisan kepada kerajaan Alexandria. para filsuf yunani benar-benar berpaling dari pemikiran politik tentang program kebijaksanaan individu. Sementara mereka tidak mempersoalkan “bagaimana Negara yang baik bisa muncul dan menjalankan”, justru persoalan yang menjadi kajian mereka adalah “bagaimana manusia bisa bijak dalam kondisi yang amburadul dan jahat”, “bagaimana kebahagiaan bisa diperoleh dengan jaman yang penuh bahaya dan prolem?”

Para ahli berupaya mencoba mengantisipasi teori klasik yang persoalan partisipasi public dan mengenai tatanan baru, manusia mulai melihat kedalam dan mencari kunci pintu buka dalam diri mereka untuk meraih kebahagiaan individu. Dua dari beberapa madzhab filsafat penting yang mengkarakterisasikan masyarakat dari transisi antara yunani klasik dan romawi, adalah didominasi oleh mazhab Epicurus dan mazhab stoics. Mazhab pertama didirikan oleh epicurus (341-270 SM) di taman athena dijadikan sebagai sekolahnya. Sejalan dengan spirit yang lazim saat itu, dia berupaya bagaimana asal mula manusia memperoleh kebahagiaan yang tidak terlepas dari Negara.

Kehidupan manusia sesungguhnya, menurut Epicurus, terletak pada penghindaran dari kerusuhan dan kekhawatiran dalam persahabatan yang menyenangkan di antara kelompok kecil adalah sebuah bentuk pilihan. Meski beranggapan demikian untuk meraih kenikmatan lebih menekankan kebebasan jiwa dari kecemasan. Salah satu tindakan yang dilakukan masyarakat setelah penaklukan Philip dari Macedonia yaitu menghindari semua bentuk aktivitas publik. Karena tindakan tersebut tidak di hindari kemudian akan menyebabkan kealpaan ( kejahatan) manusia dari munculnya beberapa perlawanan dalam permainan politik sampai terjadi penggeseran penduduk semakin menurun, atas dasar kondisi semacam ini yang menjadi pertanyaan Mengapa polis mengalami perubahan sistem?.

Implikasi uraian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjaukan diri dari keikutsertaan dalam urusan Negara dan meninggalkan aktivitas politik untuk memilih yang lain. Epicurus serta para pengikutnya tidak menolak otoritas politik yang diperlukan dalam masyarakat untuk mempertahankan tatanan sosial. Mazhab Stoic, institusi akademik Athena terbesar telah mempunyai asal-mula yang sejaman dengan Epicureanisme. Namun demikian, sejarahnya lebih panjang, doktrinnya tidak bagitu kaku dan pengaruhnya jauh lebih besar.

Sebagaimana dikembangkan Stoicisme, idenya mengenai masyarakat mistik dimana semua orang setara dibawah satu hukum alamiah yang universal mulai memperoleh maknanya dalam kontek politik. Alih-alih polis kuno, pemikiran orang stoic menggantikan kosmopolis dengan kewargaannya, persaudaraan manusiannya dan pengikatan hukum universal terhadap semua rakyat. Artinya Negara ideal harus meliputi seluruh dunia tanpa ada pengakuan identitas kewarga negaraan. Negara-negara yang ada hanya kebutuhan temporer, sementara orang-orang yang bijak berada sejauh mungkin dirinya seraya mengharapkan persaudaraan semua manusia dalam kewargaan dunia.

Aspek universalitas stoicisme mengharapkan orang romawi yang agaknya di takdirkan untuk membawa semua ras ke dalam kontrol politik mereka, stoic harus dibersihkan dari unsur-unsur kesendirian menuju kehidupan publik untuk dijadikan patron yang lebih bisa diaplikasikan secara langsung tentang negara politik ideal. Tugas merevisi ini jatuh pada Panaetius dari Rhodes (189-109 SM). Panaetius, sebagaimana koleganya dari yunani, polybius, merupakan seorang raja yang sangat bergairah.

Keduanya merupakan teman akrab Scipos Africanus dan mereka dikeliling oleh masyarakat romawi yang hebat dan cerdas. Dalam lingkaran ini telah terdapat pengaruh pentransmisian filsafat yunani ke romawi baru. Panaetius mampu menafsirkan pemikiran yunani dengan mengembalikan fisafat stoic menurut arahan plato dan aristoteles tentang aktivitas politik. Panaetius menyebutkan bahwa pekerjaan tertinggi manusia adalah mendekdikasikan dirinya pada persoalan public.

I.2 Rumusan masalah

Terkait penjelasan di atas, maka rumusan masalah dalam proses pembuatan makalah yang dapat dipecahkan dari berbagai pokok persoalan adalah:

  1. bagaimana pengaruh Macedonia Philip sampai Aleksander Agung (Iskandar Zulkarnain) melakukan pertarungan politik kekuasaan?
  2. bagaiman pengaruh budaya helenisme terhadap bangsa Macedonia mulai dipelopori raja Philip sampai aleksander agung di yunani?
  3. bagaimana proses perubahan polis menjadi kosmopolis yang terjadi dalam peristiwa sejarah Yunani kuno?

BAB II

Pembahasan

2.1 Dunia Helenistik

Sejarah kawasan yunani di zaman antik dapat dilihat masa periodesasi negara-negara kota yang merdeka, telah ditutup riwayatnya oleh Philip dan Aleksander dari kerajaan Macedonia sebagai penguasa tunggal . Karena pada kenyataannya Medo kekaisaran Persia serta sejumlah penduduk sejaman Negara kota yunani telah dipikat adanya institusi politik dengan cara ketertarikan kesatria dilihat kuat. Pengaruh kekuasaan Macedonia timbul akibat masyarakat di doktrin untuk menerima pemujaan terhadap satu sosok pribadi secara sukarela

Kesetiaan bangsa Medes dan Persia terpusat pada satu orang yaitu Raja Achaemenia. Sedangkan kesetiaan bangsa yunani terfokus pada dewa-dewa khayalan yang menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di negara-kota tersebut. Kedua kesetiaan terjadi perlawanan untuk saling mempertahankan atas perdamaian antara kedua belah pihak tidak dapat dipertahankan. Pada tahun 499 SM, kekaisaran Persia yunani-asia memberontak dan mendapat dukungan militer dari dua kota yunani, yaitu Athena dan erethria. Kondisi kekaisaran Persia terlihat bahwa harus menaklukkan sampai mampu menguasai dunia helenis.

Kekaisaran Persia adalah suatu struktur politik yang paling luas dari kepadatan yang pernah dibangun, sedangkan lawannya, yunani, secara politik terpisah menjadi ratusan Negara-kota dan seringkali terjadi perang saudara. Selama masa konfrontasi yunani-persia, pada tahun 499-330 SM, hanya ada dua periode singkat, yaitu dua tahun (480-479 SM) dan delapan tahun (337-330 SM) – terbentuknya persekutuan antara beberapa Negara-kota yunani untuk melawan Persia. Pada periode pertama, persatuan bangsa yunani berhasil memukul mundur invasi bangsa Persia. Bahkan periode kedua bangsa yunani akhirnya berhasi menginvasi serta menaklukkan kekaisaran Persia.

Negara-kota yunani tahun 546 SM yang berada di asia telah di kuasai Persia. Kecuali miletus, hampir semua Negara-kota yang sebelumnya berada dibawah kekuasaan bangsa Lydia, pada masa bangkitnya kekuasan Persia terjadi pemotongan sejarah dengan munculnya pembagian kekuasaan diwilayahnya. Namun bangsa Lydia merupakan bangsa yang sudah terbiasan dengan kehadiran bangsa yunani, karena mereka mendapat pengaruh dari kebudayaan Helenisme.

Pemberontakan yunani-asia membutuhkan waktu 6 tahun (499-494 SM) untuk membuat bangsa Persia sadar bahwa mereka belum mengamankan perbatasan bagian barat daya mereka lemah. Laut aegea adalah danau bangsa yunani, dan bangsa Persia tidak dapat mempertahankan daerah pesisir timur dengan aman, sampai mereka dapat menguasai bagian baratnya juga. Sebelumnya sudah disebutkan bahwa sebelum pemberontakan pertama darius yang terjadi pada tahun 499 SM, darius telah menguasai pangkalan terdepan antara bagian bawah sungai Danaube dengan gunung Olimpus. Sementara kekuasaan darius mencakup satu kerajaan di yunani, yaitu Macedonia, ditambah dengan pos perdagangan koloni di sepanjang pantai eropa di antara delta Danube dan gunung Olimpus.

Pada tahun 490 SM, darius mengirimkan pasukannya lewat laut untuk melawan Eretia dan Athena dapat ditaklukkan sampai menjadi pengikut pasukan militer perang yang lebih kuat lagi. Pasukan Athena mampu memahami strategi perang Persia, sebagai salah satu cara Macedonia mengatur dalam melakukan pertempuran terhadap Persia. Namun bangsa yunani-eropa sudah melupakan pelajaran berharga yang mereka dapat dalam perjalanan dua tahun, setelah beberapa Negara minoritass yang bersatu berhasil mengalahkan kekaisaran Persia.

Dunia helenis telah mempunyai persatuan dalam bidang ekonomi sebagai hasil dari revolusi industri dan komersilnya pada tahun ketuju sebelum masehi. Akan tetapi, aliansi yunani-eropa daratan yang setelah berhasil mengalahkan Persia, pecah menjadi dua kubu yang saling bermusuhan. Yang pertama, terdiri dari Sparta yang bersekutu dengan peloponesiannya. Yang kedua adalah liga delia, yang terdiri dari Athena beserta negara-negara kota yunani yang telah dibebaskan dari kekuasaan Persia.

Pada tahun 459 SM, Athena berperang melawan sekutu Sparta di yunani-eropa, sambil melawan Persia. Pada tahun 460 SM, Athena mengukuhkan perlawanan terhadap Persia dengan tindakannya mendukung pemberontakan bangsa mesir, dan pada 454 SM, pasukan Athena di hancurkan setelah para pemberontak dari mesir menyerah dalam serangan balasan Persia. Pada 431 SM, keterlibatan sekutu Sparta dalam perang melawan Athena sampai kekaisarannya jatuh. Namun Sparta masih berada dibawah kekuasaan raja Philip dari Macedonia yang akhirnya berhasil dipaksa untuk membentuk liga Corinth dengan tujuan menyerang kekaisaran Persia juga. Tapi raja Philip terbunuh puncak karirnya setelah mempersiapkan pasukan tentara terpilih tiba di asia, kemudian diganti oleh putra Philip, yaitu aleksander mampu mengubah dunia yunani dengan menaklukkan asia kecil, siria, mesir, babilonia, Persia, samarkand, bactria dan pujab. Bangsa Macedonia salah satu bangsa yunani yang tidak terpengaruh budaya Helenisme.

Raja Philip II ( aleksander agung ) macedonia punyak peluang memainkan politik praksis dari beberapa Negara-negara kota terjadi berturut-turut, seperti Athena, Sparta dan thebes bergabung dengan hunbungan internasional yang telah gagal mengekspansi pengaruh budayanya. Selama tahun 478-338, dunia helenis terpuruk pada titik terendah dalam bidang politiknya sampai mencapai titik tertinggi dalam bidang kebudayaan. Setidaknya ketiga tokoh yang mengkonsepsikan budaya helenis; Sophocles, seorang pujangga dramatic (490-429 SM), Pericles, seorang negarawan, dan Socrates (469-399) yang seorang filosof harus memberikan konstribusi pada kejayaan kebudayaannya.

Athena pada abad kelima dapat disebut sebagai helenisnya-helenis, dalam artian bahwa Athena sebelumnya telah memainkan peranan dalam jaman protogeometri dan geometri dalam sejarah helenis. Lawan politik budaya helenis adalah sophist salah satu yang paling awal muncul adalah Georgia dari kota siceliot, leotini (480-395 SM) dengan cepat berkembang diseluruh penjuru yunani dan kebanyakan dari mereka yang datang ke Athena, karena Athena adalah Negara-kota yang paling menonjol pada saat itu. Tapi, tidak ada seorang sophit yang unggul di Athena-kecuali mengikuti aritophenes dalam kesalahan interpretasi terhadap Socrates.

Kontribusi Athena terhadap kebudayaan helenis yang paling terkenal adalah dalam bidang drama, filosofi dan pelukisan vas. Meskipun demikian, Athena pada abad kelima bukanlah asal filosofi helenis, filosofi helenis muncul pada abad keenam di Ionia ini sebuah titik tolak yang baru dengan hati-hati mengalihkan bidang keahliannya dari ilmu fisika ke sifat-sifat manusia.

2.2 Peran Politik Alexander Agung (Iskandar Zulkarnain)

Pada jangka waktu dua puluh tahun (359-338 SM) selama raja Philip II dari Macedonia telah menguasai seluruh Negara yunani-eropa sampai otranto, kecuali eripus, Sparta, bizantium dibawah kendali politiknya. Alexander, telah menaklukkan seluruh kekaisaran Persia, termasuk seluruh daerah yang pernah di kuasainya di lembah sungai Indus, tanpa kehilangan kendali atas daerah yang telah diwarisinya oleh ayahnya.

Aleksander secara efektif memberi perintah terhadap seluruh bagian tengah dari dunia kuno Oikoumene dengan menegaskan kekuasaannya terhadap seluruh yunani, yaitu salah satu Negara-kota yang termasuk anggota liga Corinth untuk mengembalikan warganya yang telah diasingkan. Maka alexander berencana untuk menaklukkan sisa Oikoumene, dimulai dari Arabia (tidak ada seorang pun dari jamannya yang menyadari luasnya daerah penghuni di permukaan bumi). Tapi pada tahun 323 SM Alexander meninggal tanpa disangka-sangka, meskipun keberhassilan politiknya luar biasa, namun berakhir buruk.

Kematian Alexander adalah suatu tanda akan terjadinya perpecahan dalam kerajaannya. Negara-negara di yunani selatan termasuk Sparta, dengan cepat mengangkat senjata melawan Macedonia. Pada 322 SM semua daerah, kecuali Aetolia, dipaksa untuk menyerah, tapi pada 321 SM perwira senior dari angkatan bersenjata Macedonia mulai berperang satu sama lain. Perang antara para pengganti Alexander berlangsung selama empat puluh tahun (321-281 SM), dan usaha penyatuhan yang dilakukan oleh raja Philip II (Alexander), tidak terselesaikan. Para pewarisnya saling bermusuhan membiayai persaingan mereka dengan mas batangan yang telah diminta oleh pemerintah kekaisaran Persia dari penduduknya selama dua abad.

Kekaisaran Persia menghambur-hamburkan simpanan itu untuk membayar terhadap tentara Macedonia yang telah berhasil di himpun oleh masing-masing pesaing itu dan dilengkapi dengan senjata yang berasal dari luar Macedonia. Pembayaran terhadap tentara itu disebar luaskan keseluruh dunia helenis dan mengakibatkan inflasi mata uang yang kemudia menekan upah penduduk yang bekerja dalam sector industri dan perdagangan. Perang antara para pewaris Alexander ini masih kalah brutal dari pada perang yang terjadi antara Negara-kota helenis sebelum perdamaian di paksakan terhadap mereka pada tahun 338 SM oleh Philip II.

Para penduduk Negara-kota saling berperang dengan disertai kebencian mendalam. Para pewaris Alexander dapat disewakan oleh para penduduknya yang mendewakan dirinya sendiri. Akan tetapi mereka tidak menganggap pemujaan yang serius, karena mereka hanya untuk mendapatkan keuntungan dari keberhasilan kekuasaan Macedonia, Negara-kota yunani secara de facto sudah termasuk dalam kehancuran. Karena fase perkembangan politik kekuasaan pasca Alexander pembebasan lahan kota-kota yang berada dibawah tekanan politiknya untuk lebih madiri.

Kondisi semacam ini, merupakan eutiminisme perampasan peralihan kekuasaan politik sebelum dimiliki oleh lawan politik Alexander. Kekuatan kekuasaan Persia tetap bertahan menempu ke wilayah yunani adalah sebuah bencana. Rezim politik Persia telah memberikan ketentraman bagi Negara-kota lain untuk menyembuhkan dengan mengembalikan kemerdekaannya dari tekanan politik militerisme asyria juga

Negara yang paling menderita yaitu Macedonia atas sikap penaklukan yang telah dilakukan Alexander. Karena cara yang digunakan oleh Philip II untuk menaklukkan yunani khususnya adalah dengan merekrut pasukan infanteri yang berasal dari kaum petani untuk menambah jumlah kavaleri Macedonia. Pada saat Alexander menginvasi kekaisaran Persia telah meninggalkan sebagian tetaranya di eropa untuk mengendalikan daerah selatan yunani yang dikuasai oleh serangan barbar dari utara.

Lawan Macedonia yang paling berhasil adalah konfederasi aetolia yaitu salah satu pemberontak Negara yunani yang belum menyerah kepada Macedonia pada tahun 322 SM. Pertahanannya melalui pembentukan benteng kedaulatan di sisir utara sampai ketimur daratan yunani. Ahli pemikir politik romawi, bangsa aetolia memberikan hak kewarganegaraan sepenuhnya kepada warga yang mau bekerja sama dengannya. Akan tetapi strategi yang dibangun masih bisa dikendalikan oleh kekuatan politik militer Alexander sebelum dijatuhkan.

BAB III

Kesimpulan

Hasil pembahasan di atas dapat ditari kesimpulan bahwa proses perubahan sistem pemerintahan polis khususnya Macedonia Negara kota di yunani menjadi kosmopolis adalah timbulnya pembebasan lahan kota yang berada dibawa kekuasan militer Alexander raja Philip II sebelum

Daftar Pustaka

Russell Bertrand 2004, Sejarah Filsafat Barat Dan Kaitannya Dengan Kondisi Sosio-Politik Dari Zaman Kuno Hingga Sekarang, Yogyakarta; Pustaka Pelajar

Toynbee Arnold 2007, Sejarah Umat Manusia; Uraian Analitis, Kronologis, Naratif Dan Komparatif, Yogyakarta; Pustaka Pelajar

Schmandt Henryj 2009, Filsafat Politik; Kajian Histories Dari Zaman Yunani Kuno Sampai Zaman Modern, Yogyakarta; Pustaka Pelajar

Hatta Mohammad 1986, Alam Pikiran Yunani, Jakarta; Tintamas

Syam Firdaus 2007, Pemikiran Politik Barat; Sejarah, Filsafat, Ideologi, dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Ke-3, Jakarta; Bumi Aksara

Fakhry Majid 2001, Sejarah Filsafat Islam; Sebuah Peta Kronologis, Bandung; Mizan

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1837Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13935Dibaca Per Bulan:
  • 346836Total Pengunjung:
  • 1657Pengunjung Hari ini:
  • 13273Kunjungan Per Bulan:
  • 3Pengunjung Online: