Kereta Api Di Banten & Dampaknya Terhadap Sosek Masyarakat Rangkasbitung

Dilla Nurfadila

Lebak pada masa pemerintahan Tb.Surja Atmadja Tahun 1950-1959, Karena mengalami beberapa pergantian kekuasaan di antaranya oleh R. Kalsum, R. Murjani Nata Atmadja, Mochamad Soleh. Menimbulkan banyak pemahaman yang berbeda-beda persepsi tentang pemerintahan dan pembangun di Kabupaten Lebak ini, Hal ini terjadi karena di pengaruhi oleh kekuasaan Hindia Belanda.

Kabupten Lebak ketika itu telah memiliki alat transportasi yang sangat vital yaitu kareta api, kareta api sebagai penyatu antara perekonomian dengan perpolitikan, Hal ini dapat terlihat dari fungsi yang mendasar ketika itu, Sebagai alat transportasi dan sebagi alat untuk mengangkut hasil dari perdagangan yang berasal dari daerah Banten ke Jakarta, Yang ketika itu Banten sebagai daerah penghasil rempah-rempah terbesar dari Pulau Jawa dan sebagai kota transit jalur perdagangan dari dan ke Sumatera. Juga sebagai alat untuk mendistribusikan surat-surat dan dokumen dari kota Jakarta ke daerah Banten atau sebaliknya dari Banten ke Jakarta ketika awal kemerdekaan.

Pentingnya alat transportasi ini untuk menunjang pembangunan di sektor ekonomi juga sebagai aset Daerah sebagai peninggalan Pemerintah Hindia Belanda. Seperti yng di terangkan oleh Nina Lubis dalam tulisannya yang menguatkan pendapat bahwa selain sebagai alat transportasi alat-alat yang di butuhkn oleh penguasa Hindia Belanda juga sebagai alat transportasi masyarakat di Daerah Lebak khususnya yang ke daerah Selatan Banten ini.

Karena jalur perkereta apian dari Batavia-Anyer Selatan di bangun pada Tahun 1896-1900 yang melewati Rangkasbitung sebagai pos (stasiun).”(Lubis,Nina.268)

Pada masa kolonial Belanda, Indonesi mengalami pasang surut dalam pembangunan perkereta apian ini, Hal ini terlihat dari kurangnya ruang untuk rakyat Indonesia dalam menikmati hasil jerih payahnya dalam membangun jalur rel perkereta apian ini, Namun setelah masa Kemerdekaan, Barulah rakyat Indonesia dapat dengan mudah menikmati hasil kerja keras itu tanpa ada yang melarang lagi. Sejak Proklamasi Kemerdekaan di Proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, Yang tergabung dalam AMKA atau “Angkatan Moeda Kereta Api” mengambil alih kekuasaan perkereta apian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarh yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, Pernyataan sikap yang di bacakan oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya.

Menegaskan bahwa tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkereta apian berada di bawah tangan Bangasa Indonesia. Orang Jepang tidak di perkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkereta apian di Indonesia. Inilah yang melandasi di tetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api Indonesia serta di bentuknya “Djawatan Kereta Api Republik Indonesia” atau yang di sebut DKARI.

Jika di lihat dari perkembangnya dari Tahun ke tahun, Maka perkereta apian ini mengalami banyak perubahan, Mulai dari perubahan nama sampai pada perubahan status kepemilikan. Seperti yang di uraikan di bawah ini, Perkereta apian ini memang sangat besar pengaruhnya terhadap mobilitas sosial msyarakat Rangkasbitung dari dahulu dalam masa penjajahan hingga sekarang zaman kemerdekaan.

Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) namanya di ubah sejak tanggal 15 September 1971 menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Perubahan nama ini di maksudkan agar dapat selaras dengan keadaan dari Bangsa Indonesia yang telah merdeka dan baru dapat menikmati dari hasil kerja berpuluh-puluh tahun.

Perubahan ini di harapkan membawa keuntungan bagi Bangsa Indonesia dan Dunia pada umumnya. dan pada tanggal 2 Januari 1991 PJKA di rubah kembali menjadi Perusahaan Umum kereta Api Indonesia (Perumka), Pengalihan Nama ini cenderung di pengaruhi oleh sebuah sistem yang mengatur keadaan internal perusahaan Perkereta apian ini, Hal inilah yang jadi bahan pertimbangan semua pihak yang terkait untuk mengambil keputusan dalam merubah nama suatu Perusahaan Negara. dan sejak tanggal 1 Juni 1999 menjadi PT kereta Api Indonesia (Persero). Yang terakhir ini adalah sebuah pertimbangan yang matang mulai daru sudut sisi komersilnya dan juga perubahan dalam tubuh manejemennya.

Faktor inilah yang mendorong kemjuan di bidang perekonomian dari masih dalam penguasaan Hindia Belanda sampai pada masa kemerdekaan bahkan sampai saat inipun, Perkereta apian ini masih memegang peranan yang sangat vital dalam perekonomian dan sebagai mobilisasi masa dari daerah ke kota dan sebaliknya yaitu dari kota ke daerah.

Sehingga pada tanggal 4 September 1951, Perkereta apian mendapatkan suatu kehormatan dari Presiden Soekarno yang berkunjung ke Rangksbitung dengan menaiki kereta api uap dari Jakarta ke Rangksbitung dalam rangka kunjungan kerja setelah terpilihnya jadi Presiden pada pemilu pertama yaitu Tahun 1950. Pada tanggal 29 Maret 1957 Presiden Soekarno berkunjung kembali ke Rangksbitung dengan menggunakan kereta api pula. Hal ini menguatkan adanya peranan perekereta apian yang di nilai sangat baik dan aman. Selain dari ongkosnya yang relatif murah, Sebagi alat transportasi dari Tahun 1950-1959 di jalur Jakarta – Rangkasbitung, Meskipun sudah ada jalan penghubung antara Jakarta- Rangksbitung dan Rangkasbitung- Bogor, Tetapi ketika itu belum banyaknya angkutan umum di jalur transportasi tersebut.

Perkereta apian di Rangkasbitung ini cukup memberikan kontribusi yang besar terhadap masyarakat yang menghasilkan nilai positif bukan hanya sebagai alat transpotasi saja tetapi juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dalam catatan sejarah perkereta apian di Rangkasbitung.

2 Komentar

  • Eka Nurwana

    Oct 24, 2010

    mohon bantuannya saya lagi cari bahan tentang sejarah perkereta apian dengan jalur Rangkasbitung-Labuan? kalo punya info baik tentang sumber baik lisan maupun tulisan mohon konfirmasi ke alamat e-mail saya yah????? makasih..........

  • REGES

    Oct 24, 2010

    coba cari, sejarah perkereta apian jaman jepang, coba cari di museum kereta api, coba berhungangan dengan Dr.Agus Mulyana Tesis beliau tentang kereta api. coca cari di KITLV

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1419Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15356Dibaca Per Bulan:
  • 348141Total Pengunjung:
  • 1304Pengunjung Hari ini:
  • 14578Kunjungan Per Bulan:
  • 5Pengunjung Online: