EROPA PASCA PERANG DUNIA II ( 3 )

2. Polarisasi

Sesudah perang, kekuatan terbagi dua antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, pengkutuban (polarisasi) di antara kedua raksasa itu hampir-hampir menimbulkan. Malapetaka perang baru, perbedaan utama kedua bangsa itu terutama ideologi dan sistem ekonominya sejak revolusi Komunis bolshevik 1917 di Rusia, terdapat dua sistim nilai yang saling bertolak belakang. Orang amerika melihat Uni Soviet itu sebagai negara penjahat yang tidak mengenal hukum. Sebaliknya Uni Soviet melihat Amerika Serikat itu sebagai negara kapitalis penghisap yang jahat musuhnya dalam pandangan ekonomi, Amerika Serikat adalah penganjut utama perdagangan bebas (free trade) di seluruh dunia menurut amerika, kesulitan ekonomi di antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II itu disebabkan karena Uni Soviet menarik diri dari perdagangan internasional dengan cara memasang penghalang. Berupa tembok tarif pelindung yang tinggi (protective tariffs). Di lain pihak, Uni Soviet menganggap bahwa setiap usaha untuk menyingkirkan tembok penghalang perdagangan itu, kemudian melibatkannya dalam sistim kapitalis berupa perdagangan bebas, maka tindakan itu oleh Uni Soviet dianggap agresiv yang berniat menumbangkan rejimnya.

Kerja sama di antara Uni Soviet dan Amerika Serikat selama perang berlangsung tidak berarti hilangnya perbedaan-perbedaan itu. Hal ini kita dapat -lihat misalnya dalam konferensi yalta. Di sini amerika bersama Inggris (barat) di satu pihak, dan Uni Soviet di lain pihak memperlihatkan perbedaan pandangan mereka. Masalah yang dibicarakan negarawan- negarawan dari ketiga negara itu a.l. Mengenai timur jauh (Asia timur), Jerman, Polandia, pembebasan Eropa di bawah nazi dan rencana pembentukan suatu organisasi internasional (kelak pbb). Amerika menghendaki pembicaraan mengenai perincian perdamaian ditunda saja dulu sampai perang selesai. Kegembiraan amerika karena melihat Uni Soviet setuju dengan pembentukan suatu organisasi internasional menjadi hilang, setelah Uni Soviet menunjukkan keengganannya untuk tunduk pada kekuasaan tertinggi organisasi itu, dengan kata lain Uni Soviet tidak mau ada suatu organisasi super yang akan membawahinya. Sikap ini membuat amerika dan Inggris sangsi, apakah di waktu krisis Uni Soviet dapat diajak berunding untuk meredakan ketegangan. Bagi Uni Soviet, kepentingannya pada organisasi internasional itu keamanannya terjamin terhadap agresi dan dapat melebarkan perbatasarmya ke barat sehingga di belakang “tirai besi” hanya Uni Soviet lah yang mempunyai kekuasaan tunggal.

Sampai perang berakhir masalah-masalah pokok di atas belum terselesaikan antara kedua belah pihak. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelum Perang Dingin, maka dalam masa Perang Dingin pun, menurut pendapat umum di barat, motiv-motiv yang selalu dominan di kalangan pemimpin-pemimpin Uni Soviet ialah. Aksi-aksi agresi dan expansi. Sehubungan dengan ini, maka rakyat barat umumnya berpendapat bahwa politik pemerintah-pemerintah mereka masing-masing terhadap Uni Soviet itu adalah defensiv secara kronologis dapat disebutkan beberapa aksi agresiv-expansiv Uni Soviets :

 (5) Penguasaan Komunis atas pemerintahan-pemerintahan di Bulgaria, Rumania, Hungaria , dan Polandia.

(6) Bantuan Komunis pada gerlyawan-gerlyawan di Yunani dalam perlawanan mereka terhadap pemerintahan yang sah.

(7) Jika negara-negara barat bersedia menandatangani perjanjian-perjanjian dama dengan negara-negara yang berada di bawah daerah pengaruh Uni Soviet, maka adalah justru Uni Soviet yang mempersulit perdamaian resmi dengan dua negara yang mendapat pengaruh besar barat yaitu Jerman dan austria.

(8) Di zona Jerman yang dikuasai Uni Soviet, tanpa menghiraukan prinsip-prninsip yang telah disepakatinbersama di yalta, Uni Soviet segera membentuk pemerinatahan yang dikuasai Komunis; menyusun kembali kehidupan ekonomi menurut sistem Komunisme; mencegah pembentukan suatu pemerintah pusat bagi Jerman.

(9) Mncegah negara-negara Eropa Timur ikut serta dalam erp.

(10) Dukungan Uni Soviet pada cina Komunis terhadap cina nasionalis dari chiang kai-shek.

(11) Uni Soviet tahun 1947 meveto rencana Amerika Serikat di pbb untuk mengadakan pengawasan terhadap senjata atom.

Pada pihaknya, Uni Soviet juga menganggap bahwa banyak tindakan-tindakan amerika sendiri yang dianggap tidak bersahabat. Beberapa contoh di antaranya :

(1) Begitu perang selesai, tiba-tiba “lend-lease” dihentikan begitu saja. Undang-undang pinjam-sewa (lend-iease act) dikeluarkan ketika perang masih. Berlangsung (11 maret 1941) yang berisi ketentuan tentang menjual, memindahkan, atau “meminjamkan” (lending) senjata-senjata amerika kepada setiap negara yang dianggap vital bagi pertahanan amerika sendiri. Sampai 1945, Uni Soviet telah menerimanya seharga lebih dari $ 11 biliun.

(2) Pada agustus 1945 Uni Soviet meminta kredit pada amerika tetapi tidak dihiraukan.

(3) Jika amerika menganggap landreform dan sosialisasi yang di jalankan di negara-negara. Eropa yang dikuasai Uni Soviet sebagai usaha untuk menyingkirkan pengaruh barat, maka demikian pula Uni Soviet menganggap usaha-usaha menghidupkan kembali sistim “usaha bebas” (free enterprise) di negara-negara Eropa itu, sebagai tindakan untuk membangkitkan kembali semangat “imperialis-kapitalis” yang antiKomunis.

(4) Bagi Uni Soviet, amerikalah agresor. Diledakkannya bom atom itu sebenarnya lebih ditujukan kepada Uni Soviet dari pada kepada Jepang, peledakan itu tidak saja mempunyai arti militer tetapi juga politik untuk “menakut-nakuti” Uni Soviet selama amerika masih memonopoli atom itu.

Henghadapkan kedua belah pihak dengan perbedaan-perbedaan mereka yang sulit dipertemukan, sebenarnya berdasarkan atas generalisasi yang ekstrim. Seharusnya perlu dilihat bahwa di masing-masing negara itu ada pihak yang menempuh garis lunak dan ada pula yang menempuh garis keras. Di amerika sendiri sering kali disebut “the dove” dan “the hawk”.

Di Uni Soviet, umumnya ahli-ahli ekonomi menempuh garis lunak, mereka mengharapkan bantuan amerika untuk membagun ekonomi Rusia. Di amerika beberapa negarawan percaya sikap bermusuhan Uni Soviet itu dapat dilunakkan jika amerika dapat menyetujui beberapa masalah tertentu, bekas wakil presiden semasa f.d. Roosevelt yaitu henry ao wallace begitu optimis bahwa kerja sama dengan Uni Soviet itu bukanlah hal yang mustahil. Adapun yang menempuh garis keras di Uni Soviet terutama joseph stalin, la bermaksud menarik semua kekuasaan ketangannya seorang, sehubungan dengan ini, bersamaan dengan timbulnya kesulitan-kesulitan ekonomi, rakyat perlu diperhatikan dengan menunjukkan adanya ancamam musuh dari luar. Kali ini amerikalah yang menjadi kambing hitam dan menimpakan padanya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kesulitan ekonomi Uni Soviet. Di pihak amerika, pendukung garis keras misalnya , james forrestal, seorang yang menjadi menteri pertahanan dan anggota dari departemen luar negeri.

Ternyata bahwa di kedua negara itu pendukung-pendukung garis keras. Yang dominan, dalam arti mereka masing-masing kuat berpendapat bahwa perbedaan-perbedaan di antara keduanya dapat didamaikan; bahwa sedikit mengalah pada pihak lain berarti menunjukkan kelemahan dan oleh karena itu akan kehilangan kekuasaan. Hanya saja dalam Perang Dingin ini, disaat kritis yang sangat membahayakan dalam konflik di kedua belah pihak, “perang panas” tidak sampai pecah Uni Soviet dan amerika masing-masing dapat menahan diri . Pertimbangan-pertimbangan dalam negeri dapat menekan maksud-maksud agresi yakni rakyat masing-masing pihak tidak merasakan ancaman militer langsung dari lain pihak, akan tetapi Uni Soviet dan amerika tidak bermaksud saling menyerang, mereka tetap terus bergerak memperluas daerah pengaruh mereka.

3. Peristiwa kritis

Perang Dingin acap kali terjadi krisis yang hampir-hampr menimbulkan perang, peristiwa yang dianggap mengawali krisis-krisis Perang Dingin ialah apa yang dikenal dengan blokade berlin.

Setelah gagal membentuk suatu pemerintah pusat bagi seluruh. Jerman, maka Inggris, Perancis dan amerika mulai mendirikara. Bersama di zona-zona yang mereka duduki di Jerman itu suatu organisasi politik dan ekonomi sebagai suatu kesatuan, pada juni 1948 negara-negara barat itu menjalankan pembaharuan keuangan dengan maksud untuk merangsang perbaikan ekonomi. Tindakan ini memancing reaksi. Petugas-petugas Uni Soviet memasang blokade terhadap berlin bagian barat yang dikuasai barat, seperti sudah diketahui bahwa kota berlin itu terletak di tengah-tengah zona yang dikuasai Uni Soviet. Dengan ditutupnya hubungan darat dan sungai maka Uni Soviet ingin hubungan barat dengan berlin yang didudukinya putus. Tidak jelas apa yang menjadi motiv tindakan Uni Soviet itu, sejauh yang dapat diduga, Uni Soviet bermaksud:

(l) memaksa barat enyah dari berlin sehingga tidak ada lagi “enclave” barat di tengah zona Uni Soviet. Dengan demikian akan jelas mana daerah pengaruh barat mana daerah pengaruh Uni Soviet.

(2) memaksa barat memberikan konsesi-konsesi yang dipertemtangkan.

(3) menggagalkan pelaksanaan erp serta memberi semangat dan kekuatan baru kepada gerakan-gerakan Komunis Eropa.

Blokade yang diharapkan berlin akan kelapara lalu menyerah itu ternyata dijawab barat dengan suatu cara yang ti¬dak diperhitungkan sama sekali oleh Uni Soviet, angkatan udara amerika (usap) dan angkatan udara Inggris (rap) membangun “ jembatan udara” selama lebih dari setahun blokade itu kedua angkatan udara negara barat telah melakukan penerbangan ke berlin lebih dari 300,000 kali mengangkut suplai bagi pasukan-pasukan barat dan penduduk berlin barat sendiri yang berjumlah tiga juta.

Akhirnya mei 1949 Uni Soviet menghentikan blokadenya. Ini merupakan kemenangan barat, prestisenya naik, terutama di mata bangsa Jerman. Selama blokade berlangsung, barat menjalankan rencana pemindahan wewenang politik di Jerman Barat kepada semacam pemerintah Jerman yang bekerja di bawah pengawasan komisi tinggi sekutu (allied high commission). Beberapa waktu setelah Uni Soviet menarik blokadenya, maka mei 1949 itu juga terbentuklah, republik federal Jerman (german federal republic).

Setelah blokade berlin, maka Asia yang menjadi medan Perang Dingin,perang korea (1950-1953) dan perang indo cina (1954). Masih termasuk dalam kerangka ini. Keterlibatan Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam perang-perang ini hanya pada bantuan-bantuaan yang mereka berikan pada salah satu pihak. Jadi tidak sempat keduanya berhadapan terbuka secara fisik militer.

4. Lomba nuklir

Pbb membentuk sendiri apa yang disebut atomic energy commission yang bertujuan mencari jalan dan cara untuk mengembangkan penggunaan maksud-maksud damai tenaga atom serta mencegah penggunaannya untuk tujuan-tujuan perang. Komisi ini pada akhir desember 1946 menyetujui usul Amerika Serikat untuk mengadakan pengawasan dan pengaturan yang ketat dengan maksud untuk mencegah produksi diam-diam dari senjata-senjata atom itu akan tetapi Uni Soviet berkeberatan dengan mengemukakan alasan bahwa usul pengawasan terhadap tenaga atom itu harus dikaitkan dengan usul-usul pengurangan persenjataan secara menyeluruh. Di sini Amerika Serikat tidak bersedia, Uni Soviet memveto usul Amerika Serikat dalam dewan ke amanan pada 1947. Akhirnya diketahui juga apa alasan sebenarnya dari penolakan Uni Soviet. Pada agustus 1949 Uni Soviet meledakkan bom atomnya yang pertama.

Peristiwa ini dengan sendirinya menimbulkan reaksi keras dan kekuatiran yang sangat dari pihak amerika. Negara ini tidak menduga bahwa Uni Soviet akan secepat itu mengejarnya. Sehubungan dengan kekuatiran amerika bahwa Uni Soviet akan lebih unggul dalam pacuan nuklir, maka pada awal 1950 presiden truman memerintahkan pengadaan program darurat bagi penelitian bom hidrogen. Test yang berhasil dilakukan pada november 1952. Akan tetapi sembilan bulan kemudian Uni Soviet sudah. Pula menghasilkan bom hidrogenya sendiri.

Perlombaan senjata nuklir antara Uni Soviet dan amerika dengan sendirinya meningkatkan kekuatiran dan ketegangara dalam masa perang d.ingin. Itu* hanya saja sampai 1954 ketika masing-masing negara telah. Memiliki senjata-senjata nuklir, maka mereka menyadari bahwa perlombaan selanjutnya sudah menjadi tidak begitu berarti lagi. Mereka menyadari bahwa daya rusak yang luar biasa dari senjata-senjata itu dalam perang, hanya akan menghancurkan mereka bersama-sama. Dengan kata lain tidak satupun di antara mereka yang akan menang. Di sini ironisnya: perlombaan nuklir menimbulkan ketegangan tetapi juga turut merngurangi ketegangan.

5. Sistem aliansi

Di saat-saat memuncaknya Perang Dingin, maka setiap negara yang bertentangan berusaha memperkuat diri dengan bersatu dalam suatu organisasi. Ini sejalan dengan polarisasi kekuatan dari dua negara raksasa Uni Soviet dan Amerika Serikat; dunia lalu terbagi atas dua blok yang saling bertentangan dan ini sangat besar pengaruhnya pada perkembangan Eropa.

Sistim aliansi itu terbernuk melalui suatu proses yang tidak selalu bersambung atau berjalan licin. Baik bagi Uni Soviet maupun bagi Amerika Serikat proses itu dapat diusut sejak Perang Dunia II masih berlangsung. Bagi Uni Soviet dapat kita lihat langkah-langkah sebagai berikut:

1. menanda tangani perjanjian saling membantu dengan pemerintah dalam pelarian/pengasingan (government-in-exile) Polandia yang pro Uni Soviet semasa perang, pemerintah ini dikenal dengan “pemerintah lublin”(sebagai lawan dari “pemerintah london” yakni pelarian-pelarian Polandia di Inggris yang mendapat dukungan barat).

2. Pakta-pakta kerja sama dalam bidang politik, ekonomi,kebudayaan dengan Yugoslavia, Cekoslovakia dan Polandia sesudah perang pada 1948 dengan Bulgaria, Rumania, Hungaria dan Finlandia.

3. Untuk menempuh garis bersama, negara-negara Komunis pada 1947 membentuk apa yang disebut cominform (The Communist In Formation Bureau) . Kegiatannya terutama propaganda dan mengatur kerja sama partai-partai Komunis Eropa. Pusatnya beograd (Yugoslavia). Anggota-anggotanya Uni Soviet, Yugoslavia, Bulgaria, Rumania, Hungaria, Polandia, Cekoslovakia dan ditambah partai-partai Komunis Italia dan Perancis.

4. Perjanjian dengan RRC tahun 1950 menjamin bantuan Uni Soviet jika terjadi agresi Jepang atau negara-negara yang bersekutu dengan Jepang.

5. Perjanjian-perjanjian RRC dengan korea utara dan vietnam utara mengikat pula negara-negara ini pada blok Uni Soviet.

6. Pakta warsawa terbentuk pada 1955 anggota-anggotanya, kecuali Yugoslavia, terdiri dari delapan negara-negara Komunis: Uni Soviet, Bulgaria, Rumania, Hungaria, Polandia, Cekoslovakia, Albania dan Jerman Timur. Pakta warsawa ini merupakan aliansi militer yang menjamin negara-negara anggotanya bantuan militer yang segera jika ada agresi dari luar.

Di lain pihak, baratpun membentuk sistim- aliansi seru-pa. Atau dapat dikatakan bahwa sistim aliansi yang satu merupakan jawaban terhadap yang lain. Vice versa.

1. kerja sama semasa perang antara negara-negara barat Belgia, Belanda, Luxemburg, Perancis dan Inggris.

2. perjanjian 50 tahun saling membantu disepakati antara Inggris, Perancis, Belgia, Belanda dan Luxemburg di brus¬sels tahun 1948. Ternyata ini masih dianggap lemah juga untuk dapat mengimbangi Blok Timur.

3. pada 4 april 1949 terbentuk NATO (the North Atlantic Treaty Organization),yang terdiri dari : Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, Luxemburg, Italia, Portugal, Denmark, Eslandia, Norwegia dan kanada. Negara-negara ini sepakat bahwa suatu serangan bersenjata oleh pihak luar terhadap salah satu atau lebih anggota-anggota di Eropa maupun di amerika utara akan dianggap sebagai serangan terhadap negara-negara anggota itu semua. Dalam hal ini mereka akan membalas, jika perlu menggunakan kekuatan bersenjata. Di sini NATO merupakan aliansi militer pada 1952 keanggotaan diperluas dengan masuknya Yunani dan Turki dalam NATO. Jerman Barat masuk tahun 1955.

4. Turki adalah anggota paling timur dari NATO. Akan tetapi sistim aliansi itu dilanjutkan oleh mata rantai lain di timur tengah (middle east), pada pebruari 1955 terbentuk aliansi pertahanan antara Turki dan Irak yang disebut pakta bagdad. Lalu menyusul kedalamnya Inggris (anggota NATO), Pakistan dan Iran, Amerika Serikat tidak ikut tetapi pendukung.

5. Setelah Irak mundur dari pakta bagdad tahun 1959, maka pada tahun itu juga dibentuk centro (central treaty organization) dengan anggota-anggota dari pakta bagdad kecuali Irak.

6. Sistim aliansi Eropa dan timur tengah itu dapat kita cari lagi mata rantainya ke timur. Sejak 1951 ada anzus . Yang terdiri dari australia, selandia baru (new zealand) dan Amerika Serikat (usa). Juga Amerika Serikat telah mempunyai, perjanjian-perjanjian dengan pilipina (1951), Jepang (1952), korea selatan (l953) dan taiwan (1954).

7. Pada 1954 terbentuk seato (southeast Asia treaty organi¬zation) yang anggota-anggotanya terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, australia, selandia baru, Pakistan, pilipina dan thailand.

8. Dengan negara-negara amerika latin, Amerika Serikat mempunyai the sio treaty (inter-american treaty of reciprocal assistance) tahun 1947 dan oas (organization of american states) tahun 1948.

Demikianlah sistim-sistim aliansi ini melingkari bola dunia, kendatipun demikian kedua belah pihak tetap menganggap bahwa daerah yang paling kritis ialah Eropa. Oleh sebab itu masing-masing pihak memperkuat sekutu-sekutunya di Eropa.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1460Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13558Dibaca Per Bulan:
  • 346553Total Pengunjung:
  • 1374Pengunjung Hari ini:
  • 12990Kunjungan Per Bulan:
  • 14Pengunjung Online: