EROPA PASCA PERANG DUNIA II ( 4 )

Dedi Sambas

6. Blok soviet : 1948-1953

Boleh dikatakan babwa pada 1948 pemerintahan negara-negara dalam orbit Rusia semuanya sudah menjadi Komunis pada level lokal, partai Komunis itu menekankan kekuasaannya melalui komite-komite yang dibentuk dipabrik-pabrik dan didesa-desa. Dengan menguasai kementrian pendidikan, maka organisasi pemuda pun dapat dikuasai. Dalam menjalankan komunikasi ini terjadi konflik dengan gereja katolik, terutamo di negara- negara yang tadinya agama ini kuat. Kanpanye mela-an pemimpin-pemimpin itu dijalankan dengan sengit : pada 1946 terhadap uskup agung stepinec di Yugoslavia ; pada 1949 terhadap kardinal mindszenty di Hungaria; tahun 1951 terhadap uskup agung beran di Cekoslovakia.

Demikianlah uniformitas strategi partai seta taktik Komunis dapat mengikat berbagai negara Eropa Timur kepada Uni Soviet. Juga Rusia mempunyai alat yang labih langsung untuk menekankan kekuasaan serta pengawawasannya seperti ditempatkannya tentara-tentara dari negara-negara ini semua di bawah pengawasan Rusia. Selain daripada itu adanya sistem polisi rahAsia dibeberapa negara Eropa Timur yang merupakan badan otonom yang lepas dari pemerintahnya masing-masing tetapi dikendalikan oleh Rusia.

Secara ideologis dan lembaga, Komunis Rusia sangat dalam merasuk kehidupan negara-negara Eropa Timur. Dalam ekonomi, misalnya, Rusia bermaksud merubah struktur ekonomi negara-negara yang berada dalam bloknya itu sesuai dengan konsep-konsep bolshevik. Dalam pelaksanaannya : (1) mengalihkan orientasi perdagangan negara-negara ini dari barat ke timur; (2) mengkolektifkan pertanan merka; (3) mengindrustrialisasikan negara-negara itu.

Dlihat secara keseluruhan tujuan-tujuan Rusia itu tercapai, pada 1951, 92% perdagangan Bulgaria dijalankan dengan Rusia. Perdagangan Polandia dengan Rusia sebelum perang hanya 7%, tapi pada 1951 mencapai 58%. Pada waktu yang sama, produksi industri bertambah luar biasa. Pada 1952,produksi tahunan dua negara yang paling industrialis dari blok soviet itu yakni Polandia dan Cekoslovakia menjadi dua kali lipat dari sebelum perang; produksi baja dari negara Eropa Timur kira-kira dengan Jerman Barat dan dua kali lipat dari sebelum perang. Kemudian tenaga buruh yang bekerja di Eropa Timur bertamba 33% pada awal tahun 1950-an.

Kesulitan terbesar yang dihadapi ialah dalam kolektivisasi pertanan. Pola rusa yang ingin dilaksanakan tidak sesuai dengan situasi yang ada di Eropa timue. Sejak adanya landreform, maka pertanahan-pertanahan luas (large estates) hilang karena terbagi-bagi atas tanah-tanah dalam ukuran kecil dan ukuran sedang. Pemilik-pemilik baru atas tanah itu enggan atau sama sekali tidak mau ikut dalam usaha-usaha kolektif sebagaimana yang dikehendaki oleh sistem Komunisme. Terpaksa tekanan-tekanan dijalankan sejak terhadap pribadi dan ekonomi sampai kepada penggunaan kekerasan untuk mencapai kolektivisasi itu. Kemajuan yang dicapai dengan cara-cara ini untuk setiap negara tidak sama. Di Bulgaria dan Cekoslovakia agak cepat, sedangkan di Hungaria dan Polandia agak lambat.

Ketegangan-ketegangan yang timbul karena pelaksanaan sistem Uni Soviet di Eropa Timur itu menjadi bertambah buruk dengan adanya tekanan Rusia untuk mengadakan exploitasi ekonomi langsung. Kendatipun Hungaria dan Rumania telah benar-benar menjadi omunis, mereka tetap membayar pampasan pada Rusia. Selain dari pada itu, Rusia merebut pula semua bekas-bekas milik Jerman yang terdapat di negara-negaraini. Instalasi-instalasi industri Jerman dulu mereka bongkar dan angkut ke Rusia. Seperti perdagangan laut Rumania dan pertambangan bauxite Hungaria. Sejumlah tertentu keuntungan-keuntungan yang didapat oleh perusahaan-perusahaan ini langsung ke Rusia. Selain itu juga Rusia memaksa negara-negara ini untuk menyerahkan hasil-hasil tertentu seperti batu bara misalnya dengan harga yang sangat rendah. Oleh sebab itu politik pemerasan ekonomi yang dilakukan Rusia ini menimbulkan ketidakpuasan dan ketidak tentraman. Antara 1948-1954 di dalam lingkungan Blok Timur sendri terdapat beberapa krisis yang serius.

Pada 1948 perlawanan petani teradap kolektivisasi serta tantangan umum terhadap campur tangan Rusia terjadi di yugoslava sehingga hubungan antara pemimpin-pemimpin Rusia di satu pihak dan maskal tito dilain pihak pecah. Tito adalah pemimpin partai Komunis Yugoslavia. Bagi rakyatnya ia adalah seorang pahlawan nasional yang mempunyai pengaruh besar karena selama perang ia pernah menjadi pemimpin militer / (gerilya). Tito berhasil menggerakkan perlawanan diseluruh Yugoslavia terhadap Jerman sehingga Yugoslavia tidak perlu menunggu-nunggu pembebasan oleh sekutu. Bahkan partisan-partisan di bawah pimpinan tito telah berhasil merebut Yugoslavia ketika Jerman secara keseluruhannya menyerah. Demikian pula Yugoslavia satu-satunya negara di Eropa Timur yang tidak dimasuki tentara Rusia. Dan ketika pecah hubungan antara Rusia dan Yugoslavia, Rusia tidak mempunyai kekuatan serta pengaruh di kalangan bangsa Yugoslavia. /partisan

Ketika itu rusaia tidak siap untuk melakukan perang yang dapat melibatkan intervensi militer ke Yugoslavia. Yang diharapkan Rusia ialah Yugoslavia keanggotaannya dari cominform sehingga dapat disingkirkan dari blok Komunis. Dengan demikian Rusia mengaharap tito menyerah. Akan tetapi ternyata tito dapat mempertahankan kekuasaannya, pertama karena tito tetap populer dikalangan rakyatnya, kedua karena adanya bantuan ekonomi barat.

Dalam menghadapi tito ini Rusia tidak terpakasa mundur sambil tetap mengecamnya dengan sengit ditambah dengan mengadakan blokade ekonomi terhadap Yugoslavia. Demikianlah dibawah pimpinan tito Yugoslavia mengembangkan suatu bentuk Komunisme baru yang nasional sifatnya dengan sistem ekonomi yang menyeluruh. Dalam pertanian, ladang-ladang kolektiv (kolektive farms) terdapat berdampingan dengan ladang-ladang milik perseorangan. Industri memang dinasionalisasi, akan tetapi pengawasan yang dilakukan oleh buruh-buruh itu pada pabrik-pabrik milik pribadi. Selain dari pada itu terdapat pasar-pasar bebas untuk menjual banyak barang konsumsi. Yang terakhir ini tidak kita jumpai dalam suatu negara yang menjalankan sistem Komunisme yang “muri”.

“penyelewengan” tito ini mnguatirkan stalin dan pemimpin-pemimpin Rusia yang lain karena menjadi contoh bagi negara-negara Eropa Timur yang lainnya. Mereka tidak ingin setiap negara menciptakan bentuk-bentuk Komunisme tersendiri seperti Yugoslavia. Oleh sebab itu di bawah tekanan Rusia pemimpin-pemimpin yang mempunyai kecenderungan-kecenderungan seperti tito di negara-negara Eropa Timur lainnya dsingkirkan.

Tujuan Penyingkiran-Penyingkiran itu :

1. Membuat partai Komunis sebagai alat mutlak yang dapat diandalkan untuk pelaksanaan perintah-perintah yang diberikan dari atas. Dalam setiap negara Eropa Timur, jumlah anggota partai Komunis meningkat. Anggota-anggota partai-partai non-Komunis yang dibubarkan mengalir masuk karena mereka ingin menyelamatkan diri. Mengalir masuknya-anggota-anggota yang tidak terlatih dan sering ini dilihat dari partai sendiri dianggap membahayakan efisiensi partai Komunis. Elemen-elemen semacam ini tidak saja terdapat pada lapisan bawah tetapi juga pada lapisan atas. Yang terakhir ini terutama mereka yang tadinya selama perang berlindung di moscow dan mereka yang selama perang berlangsung tetap tinggal dalam negaranya masing-masing akan tetapi mereka tetai mereka tetap bergerak memimpin perlawanan di bawah tanah. Kedua kelompok pemimpin-pemimpin ini kemudian setelah perang berakhir saling bersaing untuk merebut pucuk pimpinan. Untuk menghindari bahaya terbagi-bagi dan tidal lagi terkendali, maka partai-partai Komunis di Eropa Timur mengadakan pembersihan ke dalam secara besar-besaran. Rtusan ribu anggota yang dipecat karena dituduh elemen-elemen “asing” dan “musuh”.

2. Menyingkirkan pemimpin-pemimpin Komunis yang condong mengikuti jejak tito. Konsekuensinya terjadi perubahan besar dalam komposisi cc (central committee) partai-partai Komunis dari berbagi negaa di Eropa Timur.

Pemimpin-pemimpin yang condong pada cara-cara tito dibawa ke muka pengadilan dengan mencontoh cara-cara sensasionil di Rusia ketika dilakukan pembasmian pemimpin-pemimpin Komunis oleh stalin pada tahun 1930-an : tuduhan penghianatan, pengakuan yang dipaksakan, dan akhirnya hukuman mati dijalankan. Korban-korban dari pemimpin-pemimpin terkemuka melalui pengadilan semacam ini sejak 1949 adalah traicho kostoc, wakil perdana menteri Bulgaria; laszlo rajk, mentri dalam negeri Hungaria; vladimir clementis, menteri luar negeri Cekoslovakia; rudolf slansky, sekertaris jendral partai Komunis dan deputy perdana menteri Cekoslovakia. Wladys law gomulka, sekertaris jendral partai Komunis Polandia. Selamat dari hukuman mati. Ia hanya sempat dipecat dan dipenjarakan.

Penyingkiran dan pengadilan terhadap pemimpin-pemimpin Komunis di negara-neara satelit Rusia itu melanjut sampat tanun 1953. Motiv-motiv penghukuman terhadap individu-individu itu kadang-kadang sudeh tidak jelas, dalam pelaksanaannya kadang-kadang sudah melebihi dari pada hanya Penyingkiran terhadap elemen-elemen titoisx saja. Konflik-konflik di kalangan pemimpin-pemimpin Komunis yang bermaksud melenyapkan saingan-saingannya itu sejalan dengan kecurigaan-kecurigaan stalin terhadap orang-orang di sekitarnya. Oleh sebab itu pengadilan-pengadilan yang dijalankan di negara-negara satelit tampaknya merupakan pantulan dari pergulatan dalam kelompok kepemimpinan Rusia sendiri. Dalam mengurus berbagai negara Eropa Timur, stalin menghndakai seseorang pemimpin yang seluruhnya mengabdi dan patuh kepadanya. Tindakan-tindakan Penyingkiran itu dimaksudkan agar semua kekuasaan di setiap negara itu dapat dipusatkan pada pemimpin-pemimpin Komunis yang benar-benar pro-stalin. Di antara mereka ialah : matyas rakosi dari Hungaria; walter ulbricht dari Jerman Timur; klement gottwald dari Cekoslovakia; boleslarv bierut dari polondia. Pemimpin-pemimpin ini seperti stalin tetapi dalam ukuran yang lebih kecil, menjadi pusat-pusat pemujaan perseorangan. Pada waktu stalin meninggal tahun 1953, berbagai macam cara yang telah ditempuh untuk mempersatukan negara-negara Eropa yang dikontrol Rusia: uniformitas, ideologi, identitas lembaga, integrasi ekonomi dan kekuatan, telah merubah negara-negara ini menjadi satu blok monolit yang diperintah dan diatur Rusia. Akan tetapi meskipun negara-negara ini tampaknya akan memetik hasil deri peda transformasi ekonomi seperti yang di tuntut oleh sistim ekonomi Komunis, nawun ketegangan-ketegangan yang telah ditimbulakannya dimasing-masing negara itu hanya sekedar menekan maslah-masalah yang timbul, bukan melenyapkan. Hal ini ditunjukkan oleh kejadian-kejadian krisis tahun 1950-an kemudian.

7. Blok Barat : “dunia bebas”

Istilah “dunia bebas” (free world) acapkali digunakan bagi siapa yang terletak di luar daerah pengaruh dan pengawasan Rusia. Nilai-nilai tertentu dan lembaga yang dipandang sebagai dasar yang esensil bagi hidup dan terpeliharnya kemerdekaan memang terdapat di sebagian terbeser dari negara-negara Eropa barat ini. Sistim hukum yang memberikan jaminan terhadap kesewenangan pelaksanaan hukum, jaminan bagi kemerdekaan berpikir dan mengeluarkan pendapat, pemerintah berperwakilan atas dasar sistem banyak partai, semuanya yang berhubungan dengan perlindungan hak-hak azasi manusia, ini merupakan suatu kesatuan ideologis bagi negara-negara barat. Tetapi adalah tidak benar juga mengangap bahwa negara-negara barat ini dapat perkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kepentingan-kepentingan dan tradisi-tradisi yang mereka anut tanpa dipengaruhi oleh tekanan dari luar. Dalam kontelasi politik yang didominasi oleh dua raksasa (super power) Amerika Serikat dan Uni Soviet itu, penolakan terhadap Rusia misalnya adalah berarti bergantung pada Amerika Serikat. Pengaruh Amerika Serikat serta jalannya Perang Dingin adalah penting dalam pemolaan bentuk-bentuk perkembangan politik di Eropa barat.

Kerjasama dengan Amerika Serikat harus menyingkirkan Komunis dari kekuasaan politik. Di Jerman Barat partai Komunis dinyatakan sebagai partai terlarang. Pada mei 1947, kira-kira hampir bersamaan waktunya dengan ketika Rusia sedang giat-giatnya melenyapkan partai-partai Nonkomunis dalam pemerintahan-pemerintahan di negara Eropa Timur. Maka pemerintahan-pemerintahan dibentuk di Perancis dan Italia juga tidak memasukkan Komunis di dalamnya, meskipun sebelumnya juga pernah duduk dalam koalisi para penguasa. Dalam pemerintahan-pemerintahan di Italia dan Perancis, konflik-konflik antara Komunis dan Nonkomunis mengenai jalannya politik luar negeri dan politik ekonomi sudah umum diketahui dan berakhirnya masa kerja sama antara kedua belah pihak sudah diramalkan dapat terjadi. Hanya saja karena Italia dan Perancis adalah negara-negara demokrasi parlementer, maka Penyingkiran Komunis itu tidak dianggap selesai sebelum rakyat sendiri menyatakan pendapatnya dalam pemilihan umum berikutnya.

Terjadi keistimewaan dalam pemilihan umum di Italia pada aprl 1948. Berbeda dengan di Perancis dimana terdapat jurang yang memisahkan antara Komunis dan sosialis, maka di Italia itu terdapat kemungkinan Komunis dengan sekutu-sekutunya a.l. Sosialis sayap kiri akan memperoleh mayoritas yang dapat melebihi suara pendukung oerdana menteri alci de de gasperi, seorang kristen demokrat yang mendapat dukungan aktiv pula dari gereja katolk roma. Bantuan Amerika Serikat melalui rencana marshall (marshall plan) yang telah dimulai pada musim panas sebelumnya telah menunjukan hasil tertentu. Sehubungan dengan ini maka para dplomat Amerika Serikat tidak segan-segan menunjukkan bahwa bantuan itu akan berakhir jika Komunis memperoleh kemenangan. Selain dari pada itu Amerika Serikat bersama Perancis dan Inggris, dalam pernyataannya menjadikan dukungan mereka pada tuntutan Italia atas trieste dan sekitarnya. Daerah ini merupakan batas antara zona pengaruh Amerika Serikat dan Rusia serta merupakan sumber perselisihan antara Italia dan Yugoslavia setelah perang berakhir. Ikut sertanya secara langsung pendeta-pendeta katolik dan diplomat-diplomat amerika memberikan ciri tidak biasa dari pemilihan umum Italia. Tanpa menghiraukan aturan tradisionl bahwa negara-negara asing tidak pantas campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain, maka kejadian ini menunjukan sifat supra-nasional konflik yang sedang berkembang ; usaha besar untuk mencegah Komunis berkuasa memberikan hasil yang nyata: dari 574 kursi, kristen demokrat memperoleh 305. Dan ini merupakan suatu kemenangan mutlak.

Ternyata bahwa Penyingkiran Komunis dari kekuasaan politik hanyalah merupakan awal dari proses yang menjadikan Eropa barat sebuah benteng terhadap timur dan dalam Perang Dingin. Seperti Rusia yang mendapat kedudukannya di Eropa Timur dengan menyusun kembali ekononi dan mengembangkan suatu kesatuon komando militer, maka demikian pula Amerika Serikat mulai menstabilisasi kehidupan ekononi dan membentuk. Suatu kekuatan militer yang menyeluruh di Eropa barat.

Rencana marshall dan NATO merupakan langkah-langkah pertama yeng penting untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Tetapi kemajuan yang dicapai menemui hambatan yang sulit terutama dalam penerimaan Jerman Barat dalam lingkangan “dunia bebas”. Negara-negara yang telah mengalahkan nazi te¬lah sepakat untuk merenggut semua alat-alat dari Jerman yang dapat membuat negara itu kembali menjadi agresor. Jerman selama-lamanya harus didemiliterisasi. Tadinya negara industri “besar yang mempunyai tambang-tambang besi dan batubera yang kaya di daerah subur harus dicegah kebangkitannya kembali. Hanya kemudian ternyata bahwa anggapan Jerman harus didemiliterisasi dan di deindustrialisasi itu bertentangan dengan tuntutan yang timbul kerena Perang Dingin. Tenaga-tenaga manusia dan sumber-sumber industri Jerman ternyata dibutuhkan untuk memelihara dan memperkuat organisasi militer barat.

Dalam rencana untuk menghentikan serbuan dar timur, adanya Jerman Barat itu penting karena membatasi zona Rusia dengan zona-zona barat (penyangga). Selain dari pada itu pertimbangan psikologi juga meminta perhatian. Misalnya bagi barat sulit membayangkan mereka dapat mengadakan operas-operasi militer di tengah-tengah rakyat (Jerman) yang merasa dirinya didiskriminasi, dikecewakan dan dimusuhi. Pada pihak lain tentangga-tetangga Jerman di sebelah barat memandang kebangkitan kembali kekuatan militer dan industri Jerman itu dengan kecurigaan. Pada tahun 1947 penduduk Jerman Barat 6 juta lebih banyak dari Perancis (47.5 juta : 41 juta). Maka cara yang dianggap paling tepat untuk mengatasi kesulitan yang timbul masalah Jerman itu ialah membentuk suatu organisasi bersama. Dalam organisasi itu setiap anggota dapat membatasi kemerdekaan bertindak dari masing-masing bangsa yang duduk di dalamnya. Selain dari pada itu dapat juga memperlunak pertentangan-pertentangan nasional yang tradsionil seperti misalnya antara Perancis dan Jerman.

Sejak 1946 telah dimulai langkah-langkah penyatuan secara ekonomis dan politis di zona-zona pendudukan sekutu di Jerman Barat, mula-mula integrasi zona amerika dan Inggris lalu menyusul zona Perancis. Langkah pertama yang menentukan dalam bidang ekonomi ialah penggunaan mata uang baru pada juni 1948. Tindakan ini untuk menghentikan inflasi dan menjaminan kesatuan ekonomi Jerman Barat. Langkah berikutnya dalam bidang politik ialah pembentukan suatu organisasi kesatuan politik telah diizinkan sejak 1946. Pemerintah-pemerintah lokal ketika itu bekerja dibawah kontrol dan supervisi negara-negara sekutu. Setelah terbentuknya kesatuan ekonomi melalui pembaharuan mata uang, maka suatu dewan parlemen yang terdiri dari delegasi-delegasi berbagai pemerintahan negara-negara bagian Jerman membentuk sebuah konstitusi untuk suatu pemerintahan federal. Maka pada mei 1949 terbentuklah di Jerman Barat republik federal Jerman.

Timbul kekuatiran jika Jerman timbul kembali sebagai suatu kekuatan politik baru. Oleh sebab itu sebelum Jerman dihidupkan kembali sebagai suatu negara berdaulat, maka sekutu telah mengambil langkah-langkah tertentu agar pengawasan terjamin, terutama kontrol terhadap perkembangan industri Jerman. Pada 1948 telah disetujui undang-undang ruhr yang ditandatangani oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda dan Luxemburg (Jerman Barat sendiri kemudian ikut bergabung tahun 1949). Undang-undang ini memberikan wewenang kepada negara-negara penanda tangan untuk membatasi hasil (output) dan mengalokasi export batubara dan besi dari ruhr. Langkah berikutnya ialah pembentukan pasar bebas bagi batubara dan baja. Inisiatif ini diambil oleh menteri luar negeri Perancis, robert schuman. Hanya Inggris saja yang tidak ikut, sedangkan Belgia, Belanda, luxembur, Italia dan Jerman Barat menyambut baik usaha Perancis ini. Maka pada 1951 terbentuklah apa yang dikenal dengan the european coal and steel community yang menggantikan persetujuan undang-undang ruhr. Struktur dan fungsinya : suatu majelis terdiri dari wakil-wakil dipilih oleh parlemen negara-negara anggota, mengangkat suatu badan eksekutiv yang disebut the high authority. Tugasnya mensupervisi berfungsinya “masyarakat batu bara dan baja Eropa” itu, dan dengan hak menentukan harga-harga maximum dan minimum serta jika perlu membatasi jumlah produksi.

Dengan penempatan di bawah (subordinasi) produksi industri di daerah ruhr itu pada program ekonomi Eropa, maka satu dari bahaya yang mungkin timbul karena kebangkitan kembali Jerman sebagai suatu negara merdeka itu dapat dicegah. Lalu penyelesaian serupa dijalankan pula dalam soal persenjataan kembali Jerman, meskipun ini melalui perundingan sulit yang berlarut-larut. NATO merupakan suatu wadah organisasi militer gabungan bagi negara-negara anggotanya. Dwight d. Eisenhower, bekas panglima sekutu dalam Perang Dunia yang lalu diangkat sebagai panglima tertinggi NATO pada 1950. Pasukan-pasukan Amerika Serikat ditempatkan di pangkalan-pangkalan Eropa barat sesuai dengan rencana NATO. Ketika pecah perang korea (1950-1953), Amerika Serikat merasa kuatir akan kehabisan sumber-sumber kekuatan karena pasukan-pasukannya selain ditempatkan di Eropa juga harus dikerahkan di Asia (korea). Oleh sebab itu Amerika Serikat menuntut agar supaya Jerman (barat) dipersenjatai sehingga dapat turut serta memperkuat posisi militer barat di Eropa terhadap ancaman Komunis. Akan tetapi sekutu-sekutu Amerika Serikat. Terutama Perancis, menentang maksud itu sebab dianggapnya amerika telah melupakan bahaya yang telah ditimbulkan Jerman semasa perang yang lalu. Hanya karena tidak mampu menolak permintaan sekutunya yang lebih besar dan kuasa itu, Perancis terpaksa melunak. Perancis lalu menyarankan pembentukan tentara gabungan Eropa. Dalam ketentaraan ini Perancis nengharap sumbangan tentara Jerman dapat dibatasi minimum. Maka setelah melalui perundingan-perundingan yang sulit pada mei 1952 ditandatangani suatu perjanjian european defense community, ternyata sebagian terbesar dari negara-negara yang menandatangani perjanjian itu merasa ragu untuk melepaskan kedaulatan mereka masing-masing dalam tentara gabungan itu. Perancis sendiri bahkan menolak meratifikasi perjanjian itu pada agustus 1954. Hanya kemudian suatu penyelesaian lain dan lebih sederhana didapatkan: Jerman Barat diterima menjadi anggota NATO (1955) dan diakui sebagai sebuah negara yang berdaulat.

Dengan penyelesaian ini, kini tentara-tentara asing yang ditempatkan di Jerman itu tidak lagi dipandang sebagai tentara pendudukan melainkan sebagai tentara sekutu berdasarkan keanggotaan bersama dalam NATO. Tambahan lagi Perancis dapat dilunakkan sehubungan dengan persenjataan kembali Jerman ini dengan janji bahwa Inggris akan menempatkan beberapa devisinya di daratan Eropa. Dengen cara demikian Perancis mendapat jaminan bahwa jika perang pecah, maka Inggris akan langsung terlibat di dalaninya. Kemudian juga Perancis membentuk western european union yang mempersetukan Belgia, Perancis, Luxemburg, Belanda, Inggris, Jerman Barat dan Italia dalam suatu pertahanan bersama terhadap serangan dari luar. Western european union ini juga diberi wewenang untuk mengontrol jumlah kekuatan militer dan persenjataan dari masing-masing anggota . Demikianlah Perancis mempunyai beberapa jaminan bahwa kekuatan militer Jerman itu tidak akan lebih besar daripada apa yang disumbangkannya dalam angkatan perang NATO. Sebenornya kekuatiran Perancis ini semuanya bersumber pada pengalaman sejerah lama dalam berhadapan dengan Jerman.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1480Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15417Dibaca Per Bulan:
  • 348195Total Pengunjung:
  • 1358Pengunjung Hari ini:
  • 14632Kunjungan Per Bulan:
  • 6Pengunjung Online: