ESENSI TENTANG NABI NUH AS.

R Oleh: Ali Saca

Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris. Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kpd Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka keluar dr jln yg sesat dan gelap ke jln yg benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yg diwahyukan oleh Allah kpdnya, mangangkat darjat manusia yg tertindas dan lemah ke tingak yg sesuai dgn fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak yg melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong diantara sesama manusia. Akan tetapi dlm waktu yg cukup lama itu, Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an menarik kaumnya utk mengikuti dan menerima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kpd Allah kecuali sekelompok kecil kaumnya yg tidak mencapai seramai seratus org, walaupun ia telah melakukan tugasnya dgn segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya dgn penuh kesabaran dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, krn ia mengharapkan akan dtg masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui kebenarannya dan kebenaran dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dlm hati mereka yg telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yg bermaksud: “Sesungguhnya tidak akan seorg drp kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka yg telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka jgnlah engkau bersedih hati krn apa yg mereka perbuatkan.” Dgn penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dr kaumnya dan habislah kesabarannya. Ia memohon kpd Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yg berkepala batu seraya berseru:”Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorg pun drp org-org kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yg berbuat maksiat dan anak-anak yg kafir spt.mereka. ” Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, krn mereka itu akan menerima hukuman Allah dgn mati tenggelam. Nabi Nuh Membuat Kapal Setelah menerima perintah Allah utk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yg diperlukan utk maksud tersebut, kemudian dgn mengambil tempat di luar dan agak jauh dr kota dan keramaiannya mereka dgn rajin dan tekun bekerja siang dan malam menyelesaikan pembinaan kapal yg diperintahkan itu. Walaupun Nabi Nuh telah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja dgn tenang tanpa gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput dr ejekan dan cemuhan kaumnya yg kebetulan atau sengaja melalui tempat kerja membina kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk dgn mengatakan:”Wahai Nuh! Sejak bila engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorg nabi dan rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorg tukang kayu dan pembuat kapal.Dan kapal yg engkau buat itu di tempat yg jauh dr air ini adalah maksudmu utk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yg ankan menarik kapalmu ke laut?” Dan lain-lain kata ejekan yg diterima oleh Nabi Nuh dgn sikap dingin dan tersenyum seraya menjawab:”Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami utk mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak utk apa kapal yg kami siapkan ini.Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu.” Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yg merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dr Allah:”Siap-siaplah engkau dgn kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda drp-Ku maka segeralah angkut bersamamu di dlm kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dr setiap jenis makhluk yg ada di atas bumi dan belayarlah dgn izin-Ku.” Kemudian tercurahlah dr langit dan memancur dr bumi air yg deras dan dahsyat yg dlm sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda seluruh kota dan desa menggenangi daratan yg rendah mahupun yg tinggi sampai mencapai puncak bukit-bukit sehingga tiada tempat berlindung dr air bah yg dahsyat itu kecuali kapal Nabi Nuh yg telah terisi penuh dgn para org mukmin dan pasangan makhluk yg diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah. Dgn iringan”Bismillah majraha wa mursaha”belayarlah kapal Nabi Nuh dgn lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yg kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah org-org kafir bergelut melawan gelombang air yg menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yg sudah sedia menerkam mereka di dlm lipatan gelombang-gelombang itu. Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat org-org kafir dr kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yg bernama “Kanaan” timbul tenggelam dipermainkan oleh gelombang yg tidak menaruh belas kasihan kpd org-org yg sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disedari, timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorg ayah terhadap putera kandungnya yg berada dlm keadaan cemas menghadapi maut ditelan gelombang. Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dgn sekuat suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kpd Allah agar engkau selamat dan terhindar dari bahaya maut yg engkau menjalani hukuman Allah.” Kanaan, putera Nabi Nuh, yg tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan kaumnya yg sombong dan keras kepala itu menolak dgn keras ajakan dan panggilan ayahnya yg menyayanginya dgn kata-kata yg menentang:”Biarkanlah aku dan pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat menyelamatkan diriku sendiri dgn berlindung di atas bukit yg tidak akan dijangkau oleh air bah ini.” Nuh menjawab:”Percayalah bahawa tempat satu-satunya yg dapat menyelamatkan engkau ialah bergabung dgn kami di atas kapal ini. Masa tidak akan ada yg dapat melepaskan diri dari hukuman Allah yg telah ditimpakan ini kecuali org-org yg memperolehi rahmat dan keampunan-Nya.” Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kanaan disambar gelombang yg ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yg durhaka itu. Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dlm keadaan kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah. Beliau berkeluh-kesah dan berseru kpd Allah:”Ya Tuhanku, sesungguhnya puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim yg Maha Berkuasa.”Kpdnya Allah berfirman:”Wahai Nuh! Sesungguhnya dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, krn ia telah menyimpang dari ajaranmu, melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan mengikuti jejak org-org yg kafir drp kaummu.Coretlah namanya dari daftar keluargamu.Hanya mereka yg telah menerima dakwahmu mengikuti jlnmu dan beriman kpd-Ku dpt engkau masukkan dan golongkan ke dlm barisan keluargamu yg telah Aku janjikan perlindungannya danterjamin keselamatan jiwanya.Adapun org-org yg mengingkari risalah mu, mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan tuntutan Iblis, pastilah mereka akan binasa menjalani hukuman yg telah Aku tentukan walau mereka berada dipuncak gunung. Maka janganlah engkau sesekali menanyakan tentang sesuatu yg engkau belum ketahui. Aku ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dlm golongan org-org yg bodoh.” Nabi Nuh sedar segera setelah menerima teguran dr Allah bahwa cinta kasih sayangnya kpd anaknya telah menjadikan ia lupa akan janji dan ancaman Allah terhadap org-org kafir termasuk puteranya sendiri. Ia sedar bahawa ia tersesat pd saat ia memanggil puteranya utk menyelamatkannya dr bencana banjir yg didorong oleh perasaan naluri darah yg menghubungkannya dgn puteranya padahal sepatutnya cinta dan taat kpd Allah harus mendahului cinta kpd keluarga dan harta-benda. Ia sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan menghadap kpd Allah memohon ampun dan maghfirahnya dgn berseru:”Ya Tuhanku aku berlindung kpd-Mu dari godaan syaitan yg terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku menanyakan sesuatu yg aku tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku bila Engkau tidak memberi ampun dan maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku menjadi org yg rugi.” Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya dan habis binasalah kaum Nuh yg kafir dan zalim sesuai dgn kehendak dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi kemudian bertambatlah kapal Nuh di atas bukit ” Judie ” dgn iringan perintah Allah kpd Nabi Nuh:”Turunlah wahai Nuh ke darat engkau dan para mukmin yg menyertaimu dgn selamat dilimpahi barakah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yg menyertaimu.” Manusia selalu mencari cari tentang kebenaran suatu cerita atau legenda yang mereka ketahui, sifat ingin tahu ini sudah sifat dasar kita sebagai manusia, berbekal ilmu pengetahuan yang cukup akhirnya ada para ilmuan yang menyatakan telah menemukan Kapal Nabi Nuh yang sudah berusia kira kira 4.800 tahun, itulah menurut penghitungan para peneliti dengan mengambil specimen dari kapal dan menghitung dari usia  karbon dari perahu tersebut. Hmm… jadi ingat pelajaran fisika dulu…Begitulah cara manusia untuk mencari cari, dengan penelitian penelitian dan pengujian, sehinga melahirkan suatu pengetahuan baru dan bahkan tak jarang menjadi peradaban baru yang diyakini bersama. Ujian Keimanan Tentang Penemuan Kapal Nabi Nuh AS Penemuan kapal Nabi Nuh, merupakan ujian keimanan, adakah orang orang percaya ? yang notabene orang orang sekarang baru percaya jika ada bukti menurut mereka bisa masuk akal. Padahal, akal bisa dikalahkan oleh Iman… Jika ada iman di hatinya tanpa harus ditemukan Kapal Nabi Nuh ini. pasti mereka percaya….! jika Iman mereka tunduk, tidak perlu dengan ayat ayat kuat, tidak perlu berdebat dengan mengangkat masing masing kitab suci…! Di website website  berita, ada ratusan koment hadir yang diberikan oleh para pembaca, mereka semua dari berbagai latar pendidikan dan agama,  ada yang memuji nama Tuhan yang mereka anut, ada yang mengomentari koment dari koment lain, dan yang tidak berbudi sekali, ada yang menghujat suatu umat agama… ini kah orang orang yang pintar dengan segala koment mereka… Temuan Kapal nabi Nuh ini usaha manusia untuk mencari kebenaran yang mereka pahami, silahkan berbeda pendapat, tetapi apakah dengan cara menghujat suatu kelompok atau agama..?

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1431Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15368Dibaca Per Bulan:
  • 348151Total Pengunjung:
  • 1314Pengunjung Hari ini:
  • 14588Kunjungan Per Bulan:
  • 11Pengunjung Online: