GURU TIGA ZAMAN

Dalam kebudayaan Indonesia, profesi guru mempunyai kedudukan yang tinggi dan dihormati. Masyarakat Jawa mengenal ungkapan “guru, ratu, wong tuo karo” artinya taatilah pertama-tama gurumu, lalu rajamu, baru kemudian kedua orang tuamu. Penghargaan demikian terjadi juga pada masa kolonial status dimana profesi guru tetap mempunyai kedudukan yang terhormat karena itu guru dihargai masyarakat. Mereka dianggap panutan masyarakat, pemimpin masyarakat, dipanggil ndoro guru dengan status ekonomi yang cukup tinggi. Pada masa kolonial, memang status profesi guru relatif tinggi dengan gaji sebesar 40 Gulden. Jumlah tersebut sangat luar biasa mengingat ungkapan pada masa kolonial yang mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2,5 sen) sehari……GURU TIGA ZAMAN

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1570Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15507Dibaca Per Bulan:
  • 348279Total Pengunjung:
  • 1442Pengunjung Hari ini:
  • 14716Kunjungan Per Bulan:
  • 7Pengunjung Online: