Slide1 Slide2 Slide3 Slide4 Slide5

Artikel

0

HISTORIOGRAFI PADA MASA REVOLUSI

Diposting oleh Wayah

Share

Dalam masa sepuluh tahun setelah munculnya pergerakan nasional di Indonesia, telah muncul pula banyak karangan tentang pergerakan dari beberapa segi perkembangan di dalam masyarakat Indonesia. Para penulis yang berasal dari kalangan pejabat pernerintah, guru, dokter, wartawan dan politikus. Pada umumnya mereka adalah lulusan sekolah-sekolah sebagai hasil rencana pemerintah jajahan dalam rangka pelaksanaan politik etika. Namun tanda-tanda pembaharuan juga telah mulai nampak pada para ulama, yang tidak berasal dari sekolah resmi. Usaha para ulama juga menarik sebagian hasil lulusan sekolah resmi untuk mengaitkan usaha mereka dengan pergerakan nasional seperti pada Partai Sarekat Islam, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Jong Islamite Bond, dan Persatuan Islam. Karya-karya yang dapat dianggap sebagai bentuk penulisan sejarah tersebar di surat kabar, majalah, penerbitan partai politik.

Setelah tahun dua puluhan muncul penulis-penulis dari kalangan Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional, Partai Komunis Indonesia, PSII dan banyak penulis yang telah mendapatkan pendidikan universitas dalam bidang ilmu-ilmu sosial, yang waktu itu terbatas pada ilmu hukum dan ekonomi.

Kemudian, setelah Indonesia Merdeka sebagai hasil perjuangan politik dan bersenjata, terdapat banyak sekali penulisan sejarah bercorak pewarisan. Ciri-cirinya yang utama dalam penulisan jenis ini ialah kisah kepahlawanan perjuangan kemerdekaan. Pelajaran yang dapat diambil dari karya jenis ini ialah betapa para patriot Indonesia berjuang menentang hambatan hambatan serta menderita kesulitan fisik dan psikis demi mencapai kemerdekaan. Yang paling baik dan mendekati keseimbangan uraian berdasar penilaian sejarah ialah yang tercakup dalam sebelas jilid Sekitar Perang Kemerdekaan, karya A.H. Nasution (1977-8).

Seperti telah disebut di atas, maka kini muncullah jenis penulisan sejarah bercorak akademis, yang ciri utamanya ialah tidak bersifat ideologis ataupun filosofis. Penulisan sejarah macam ini mencoba untuk memberi gambaran yang jelas mengenai masa silam yang sesuai dengan tradisi akademis, yang beberapa judulnya telah diberikan di atas. Kisah-kisah sejarah tidaklah merupakan bagian semata-mata dalam jenis sejarah ini, tetapi cendenrung ke arah analisa struktural dengan pendekatan pengungkapan segi-segi pengaruh kehidupan politik, ekonomi, kebudayaan dan sebagainya. Sumbernya yang utama sudah barang tentu ialah arsip dan dokumen primer.

Lalu apakah hubungannya historiografi atau seluruh pengalaman penulisan sejarah Indonesia dengan pembinaan bangsa? Kalau karya sejarah berhasil menyusun dengan sebaik mangkin pasang surut kegiatan bangsa, maju mundur karya budayanya, timbul tenggelam pranata-pranatanya, unggul kalah dalam perjuangan, dalam suatu irama sejarah Indonesia yang dapat menggambarkan suka duka, kegemilangan dan kesuraman, kepahlawanan, kewibawaan serta kekerdilan jiwa para tokoh, maka hubungan antara historiografi dan pembinaan bangsa adalah akrab.

Namun persyaratan yang sulit dipenuhi oleh para penulis sejarah ialah seberapa jauh ia mahir dengan gaya tulisannya, adil dalam pertimbangannya, jujur terhadap tokoh yang diuraikannya dan mempertaruhkan karyanya sebagai karya budaya.

http://kumpulantugassejarah.blogspot.com

Silakan Beri Komentar

© Copyright Prodi Sejarah 2011. All rights reserved.