IBNU KHALDUN

Bayudin (Semester IV)

Asal Usul dan Pendidikannya

Ibnu Khaldun, nama lengkapnya adalah Abdurrahman Zaid Waliuddin bin Khaldun, lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H, bertepatan dengan tanggal 27 Mei 1332 M. Nama kecilnya adalah Abdurrahman, sedangkan Abu Zaid adalah nama panggilan keluarga, karena dihubungkan dengan anaknya yang sulung. Waliuddin adalah kehormatan dan kebesaran yang dianugerahkan oleh Raja Mesir sewaktu ia diangkat menjadi Ketua Pengadilan di Mesir. Adapun asal-usul Ibnu Khaldun menurut Ibnu Hazm ulama Andalusia yang wafat tahun 457 H/1065 M, disebutkan bahwa: Keluarga Ibnu Khaldun berasal dari Hadramaut di Yaman, dan kalau ditelusuri silsilahnya sampai kepada sahabat Rasulullah yang terkenal meriwayatkan kurang lebih 70 hadits dari Rasulullah, yaitu Wail bin Hujr. Nenek moyang Ibnu Khaldun adalah Khalid bin Usman, masuk Andalusia (Spanyol) bersama-sama para penakluk berkebangsaan Arab sekitar abad ke VII M., karena tertarik oleh kemenangan-kemenangan yang dicapai oleh tentara Islam. Ia menetap di Carmona, suatu kota kecil yang terletak di tengah-tengah antara tiga kota yaitu Cordova, Granada dan Seville, yang di kemudian hari kota ini menjadi pusat kebudayaan Islam di Andalusia.

Pada abad ke VII M, anak cucu Khaldun pindah ke Sevilla yang pada masa pemerintahan Amir Abdullah Ibnu Muhammad dari Bani Umayyah (274-300 H.) Andalusia dalam suasana perpecahan dan perebutan kekuasaan dan yang paling parah adalah Sevilla. Dalam suasana seperti itu anak cucu Khaldun yang bernama Kuraib mengadakan pemberontakan bersama Umayyah Ibnu Abdul Ghofir, dia berhasil merebut kekuasaan dan mendirikan pemerintahan (sebagai Amir) di Sevilla. Akan tetapi karena kekejaman dan kekerasannya dia tidak disenangi rakyat dan akhirnya meninggal terbunuh pada tahun 899 H. Banu Khaldun tetap tinggal di Sevilla selama pemerintahan Umayyah dengan tidak mengambil peranan yang berarti sehingga datangnya pemerintahan raja-raja kecil (al-Thowalif) dan Sevilla berada dalam kekuasaan Ibnu Abbad. Pada masa itulah bintang Banu Khaldun meningkat lagi sampai pada masa pemerintahan Al-Muwahidun.  Setelah raja-raja Thowaif mengalami kemunduran, maka muncullah raja-raja Muwahhidin menggeser kekuasaan raja-raja Murabbith. Pada pemerintahan Muwahhidun inilah Banu Khaldun menjalin hubungan dengan keluarga pemerintah, sehingga mereka mempunyai kedudukan yang terhormat. Tatkala kerajaan Muwahhidin mengalami kemunduran dan Andalusia menjadi kacau balau, maka Banu Khaldun pindah ke Tunisia pada tahun 1223 M. nenek moyang Ibnu Khaldun yang pertama mendarat ke Tunisia adalah al-Hasan Ibnu Muhammad (kakek keempat Ibnu Khaldun), kemudian disusul oleh saudara-saudaranya yang lain seperti Abu Bakar Muhammad bin Abu Bakar Muhammad dan lain-lain. Kakek Ibnu Khaldun itu rata-rata menduduki jabatan penting di dalam pemerintahan waktu itu. Sedangkan anaknya Abu Abdillah Muhammad (ayah Ibnu Khaldun) tidak tertarik kepada jabatan pemerintahan, akan tetapi ia lebih mementingkan bidang ilmu dan pendidikan, sehingga ia dikenal sebagai ahli dalam bidang ilmu fiqih, meninggal tahun 749 H/1349 M. Ia meninggalkan beberapa orang anak diantaranya: Abu Yazid Waliuddin (Ibnu Khaldun), Umar, Musa, Yahya dan Muhammad. Pada waktu itu Ibnu Khaldun baru berusia 18 tahun.

Adapun pendidikan yang diperoleh Ibnu Khaldun diantaranya adalah pelajaran agama, bahasa, logika dan filsafat. Sebagai gurunya yang utama adalah ayahnya sendiri, di samping Ibnu Khaldun juga menghafal al-Qur’an, mempelajari fisika dan matematika dari ulama-ulama besar pada masanya. Di antara guru-guru Ibnu Khaldun adalah Muhammad bin Saad Burral al-Anshari, Muhammad bin Abdissalam, Muhammad bin Abdil Muhaimin al-Hadrami dan Abu Abdillah Muhammad bin Ibrohim al-Abilli. Dari merekalah Ibnu Khaldun mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan.

Pada tahun 1349 setelah kedua orang tua Ibnu Khaldun meninggal dunia Ibnu Khaldun memutuskan untuk pindah ke Marokko, namun dicegah oleh kakaknya, baru tahun 1354 Ibnu Khaldun melaksanakan niatnya pergi ke Marokko, dan di sanalah Ibnu Khaldun mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tingginya. Selama menjalani pendidikannya di Marokko, ada empat ilmu yang dipelajarinya secara mendalam yaitu: Kelompok bahasa Arab yang terdiri dari: Nahwu, shorof, balaghoh, khitabah dan sastra. Kelompok ilmu syari’at terdiri dari: Fiqh (Maliki), tafsir, hadits, ushul fiqh dan ilmu al-Qur’an. Kelompok ilmu ‘aqliyah (ilmu-ilmu filsafat) terdiri dari: filsafat, mantiq, fisika, matematika, falak, musik, dan sejarah. Kelompok ilmu kenegaraan terdiri atas: ilmu administrasi, organisasi, ekonomi dan politik.  Dalam sepanjang hidupnya Ibnu Khaldun tidak pernah berhenti belajar, sebagaimana dikatakan oleh Von Wesendonk: bahwa sepanjang hidupnya, dari awal hingga wafatnya Ibnu Khaldun telah dengan sungguh-sungguh mencurahkan perhatiannya untuk mencari ilmu. Sehingga merupakan hal yang wajar apabila dengan kecermelangan otaknya dan didukung oleh kemauannya yang membaja untuk menjadi seorang yang alim dan arif, hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad Ibnu Khaldun telah mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan.

Pemikiran tentang Pemerintahan Desa, Struktur, Fungsi dan pengaruhnya terhadap kehidupan Sosial

Ibnu Khaldun mengemukakan pemikiran baru yang menyatakan bahwa sistem sosial manusiadapat berubah seiring dengan kemampuan pola berpikir mereka, keadaan muka bumi di sekitarmereka, pengaruh iklim, makanan, emosi serta jiwa manusia itu sendiri.Beliau juga berpendapat bahwa pola pemikiran masyarakat berkembang secara bertahap yangdimulai dari tahap primitif, pemilikan, peradaban, kemakmuran dan kemunduran (keterpurukan).Pemikiran Ibnu Khaldun dikagumi oleh tokoh sejarah keturunan Yahudi, Prof. Emeritus, Dr.Bernerd Lewis yang mengukuhkan tokoh ilmuwan itu sebagai ahli sejarah arab yang hebat padaabad pertengahan.Felo Amat Utama Akademik Institut Antarbangsa Pemikiran dan Ketamadunan (ISTAC),University Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM), Muhammad Uthman El-Muhammady jugamelihat pendekatan (pemikiran) Ibnu Khaldun secara mendunia.

Karya Ibnu Khaldun yang menakjubkan (Mukaddimah) membuat beliau mendapat gelarProlegomena atau pengenalan pada berbagai ilmu perkembangan kehidupan manusia di kalanganilmuwan barat. Dari situ, Ibnu Khaldun mengutarakan pandangannya untuk memperbaikikesalahan dalam kehidupan, menjadikan karya beliau seperti ensiklopedia yang mengisahkanberbagai perkara dalam kehidupan sosial manusia.Kajian yang dilakukan Ibnu Khaldun tidak hanya mencakup kisah kehidupan masyarakat saatitu, tetapi juga merangkum sejarah umat terdahulu. Selain sebagai ilmuwan dalam bidang ilmusosial, Ibnu Khaldun mampu menjalankan tugas dengan baik saat dilantik sebagai kadi (waliagama) ketika menetap di Mesir. Kebijaksanaan beliau mendorong Sultan Burquq yaitu SultanMesir pada waktu itu, memberi gelar Waliuddin kepada Ibnu Khaldun.Ibnu Khaldun juga memajukan konsep ekonomi, perdagangan, kebebasan, beliau terkenal karenahasil kerjanya dalam bidang sosiologi, astronomi, numerologi, kimia serta sejarah.

Beliauberpendapat bahwa tugas kerajaan hanya mempertahankan rakyatnya dari kejahatan, melindungiharta rakyat, memberantas penipuan dalam perdagangan dan mengurus pemasukan kas negara(upeti/ pajak).Pemerintah juga melaksanakan kepemimpinan politik yang bijaksana dengan keterpaduan sosialdan kekuasaan tanpa adanya paksaan.Dari segi ekonomi, Ibnu Khaldun memajukan teori nilai dan keterkaitan hubungan dengantenaga kerja, mengenalkan pembagian kerja, membantu pemasaran terbuka,menyadari kesandinamik permintaan dan modal penjualan serta keuntungan.Wacana atau pemikiran Ibnu Khaldun juga diterapkan dalam kehidupan masyarakaat modernyang ingin mengimbangi pembangunan fisik dan spiritual. Secara teori,ilmu itu dikaitkan denganpersoalan manusia dalam masyarakat dan para ahli sosiologi berharap ilmu itu dapat menjalinketerpaduan serta membentuk pembenahan krisis moral yang dihadapi masyarakat saat ini.Walaupun istilah sosiologi ditemukan oleh tokoh sosiologi kelahiran Perancis abad ke 19 yaituAuguste Comte, tetapi kajian mengenai kehidupan sosial manusia sudah diurai oleh IbnuKhaldun dalam kitabnya Mukaddimah, 500 tahun lebih awal, pada usianya 36 tahun.

Karya-karya Ibnu KhaldunSebagai sejarawan dan filsuf, ia memusatkan perhatiannya pada kegiatan menulis dan mengajar.Saat itulah karya besar lahir dari tangannya, yaitu :

1. Sebuah kitab Al-Ibrar wa Diwan Al-Mubtada’ wa Al-Khabar fi Ayyamal Al-‘Arab wa Al-Ajam wa al-Barbar atau yang sering disebut Al-Ibrar (Sejarah Umum), terbitan Kairo tahun1284. Kitab ini terdiri atas 7 jilid yang berisi tentang kajian sejarah yang didahului olehMuqaddimah (jilid I), yang berisi tentang pembahasan masalah-masalah sosial manusia.

2. Muqaddimah (yang sebenarnya merupakan pembuka kitab Al-Ibrar) popularitasnya melebihikitab itu sendiri. Muqaddimah membuka jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. Menurutpendapatnya, politik tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan, dan masyarakat dibedakan atasmasyarakat desa (hadarah) dan kota (badawah). Oleh karena itu Ibnu Khaldun dianggap sebagaipeletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam.

3. Sejumlah kitab yang bernilai tinggi diantaranya At-Ta’rif bi Ibn Khaldun (autobiografi,catatan dan kitab sejarahnya) dan kitab teologi yaitu Lubabal Al-Muhassal Afkar Usul Ad-Din(ringkasan dari kitab Muhassal Afkar Al-Muttaqaddimin wa Al-Muta’akhirin karya ImamFakhrudi Ar-Razi dan memuat pendapatnya tentang masalah teologi).

Sumber :

berita.univpancasila.ac.id/berita-1721-biografi-ibnu-sina.htmlTembolok

www.scribd.com/doc/45309055/IBNUKHALDUNTembol

id.shvoong.com › … › Sejarah Kedokteran Dan SainsTembolo

www.bacaanonline.com/…/skripsi-tentang-pembangunan-masyarakat.htmlTembolok

 

 

 

5 Komentar

  • soediro

    Jun 15, 2011

    apakah konsep Ibnu khaldun relevan untuk kita terapkan di indonesia?....

  • Yasir

    Jun 15, 2011

    It's Ok...

  • adib fahri

    Jun 15, 2011

    Mengapa tidah dijelaskan bagaimana cara beliau mendapakan gelar Waliuddin tersebut , bukankah tidak semua orang itu tau makna dan cara mendapatkan gelar tersebut.. selain itu, mengapa tidak ada penjelasan yang lebih mengenai hasil cipta darinya, padahak jika lebih diperjelas mungkin dapat lebih menggoda untuk dibaca ...

  • Yanithyas

    Jun 15, 2011

    Artikelnya bagus, yang pasti bisa menambah wawasan pengetahuan....

  • jamaludin

    Jun 16, 2011

    ibnu Khaldun merupakan salah satu ilmuwan yang paling menonjol. Ibnu Khaldun sering disebut sebagai raksasa intelektual paling terkemuka di dunia,dia adalah pemikiran islam yang paling banyak di kenal di dunia.banyak teori -teori tentang ekonomi yang di cituskan oleh nya . salah satunya sari teori nya adalah teori tentang haraga dan hukum penawaran teori ini sangat di perlukan setiap melakukan teransaksi ekonomi,di manpun tempat nya .saking terkenalnya namanya di abdikan dalam bentuk universitas yang berada di kota bogor yaitu UNIVERSITAS IBNU KHALDUN .ATAU DENGAN SINGKATAN UIK

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 884Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 14821Dibaca Per Bulan:
  • 347652Total Pengunjung:
  • 815Pengunjung Hari ini:
  • 14089Kunjungan Per Bulan:
  • 14Pengunjung Online: