INDONESIA KUNO 2

Pada jaman modern serba sibuk seperti sekarang ini banyak budaya dan situs di Indonesia yang dilupakan terlupakan. Ya saya sendiri tidak tahu sebab pasti dari proses peng-lupa-an ini, tapi beranjak prihatin saja. Mungkin karena saya asli Indonesia, jadi saya tertarik untuk mempelajari atau membaca lagi peradaban yang nenekmoyang saya dulu bangun dan miliki. Ada hal mengejutkan yang saya lihat ketika saya browsing di internet mengenai peradaban-peradaban di Indonesia. Sebagian besar website yang menulis tentang peradaban Indonesia adalah bukan berasal dari Indonesia. Dari sini saya berpikir, saya akan terus mencari dan mengumpulkan informasi-informasi tentang peradaban Indonesia dan menuliskannya untuk anda. Mudah-mudahan tulisan saya berguna dan menginspirasi anda.

Pada tulisan saya kali ini, saya akan menulis tentang kerajaan-kerajaan kuno yang ada di Indonesia. Saya paham tulisan ini mungkin kurang lengkap, jadi bagi anda yang ingin menambahkan, saya tunggu dengan senang hati. Berikut adalah daftarnya :

Sekitar 100 M

Kerajaan “Dvipantara” atau “Jawa Dwipa” ini dilaporkan oleh seorang sarjana India berada di daerah Jawa dan Sumatra. ( Beberapa legenda masyarakat menyebut sebagai Kerajaan Medang Kamulan)

Pangeran Aji Saka memperkenalkan sistem tulisan Jawa berdasarkan skrip dari India selatan.

Raja-raja Hindu memerintah daerah Kutai di Kalimantan.

Kerajaan “Langasuka” didirikan disekitar Kedah (Malaysia).

________________________________________

Sekitar 130 M

Salaka atau Kerajaan Salanka (Salakanegara) ditemukan di Jawa Barat

________________________________________

Sekitar 400 M

Kerajaan Tarumanegara berkembang di Jawa Barat

Pada jaman ini banyak jenis tanaman baru yang diperkenalkan, termasuk lada dan kayu jati.

Menurut Naskah Wangsakerta, sebuah dokumen yang ditulis di Cirebon beberapa tahun kemudian, menyebut raja pertama Tarumanegara mulai berkuasa pada tahun 358

Awal peradaban di Jawa dan Sumatra sangat dipengaruhi oleh budaya dari India. Sekarang budaya di Indonesia, dan bahkan bahasa Indonesia, masih menunjukkan pengaruh dari bahasa Sanskerta dan sastra.

________________________________________

Sekitar 425 M

Buddhisme mencapai Sumatera

Hari-hari ini catatan sejarah di Indonesia sangat langka, tetapi kita tahu bahwa budaya canggih sudah ada. Raja-raja dan kota-kota Sumatra dan Jawa disebutkan dalam catatan-catatan dari Cina, karena duta besar yang dikirim ke sana. Arab dan Persia tahu tentang daerah itu dari pedagang, dan bahkan orang-orang Yunani dan Roma telah mengetahi daerah ini.

Catatan dari Indonesia adalah sangat sedikit, walaupun, sejak menulis dilakukan pada daun kelapa dan bahan lain yang tidak bertahan dengan baik. Sebagian besar pengetahuan kita berasal dari bangunan dan batu prasasti. Pada saat kita mulai untuk mendapatkan sejarah yang jelas Jawa dan Sumatera, sudah ada bangunan besar di batu, baik patung, musik dan tari klasik, seperti kita tahu mereka hari ini.

________________________________________

Sekitar 500 M

Masa awal Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatra

________________________________________

Sekitar 600 M

Kerajaan Melayu tumbuh dan berkembang di sekitar Jambi (sekarang) di Sumatra.

Catatan dari seluruh Cina saat ini menyebutkan kerajaan-kerajaan di Jambi dan Palembang di Sumatra, dan tiga kerajaan di Jawa, sebuah kerajaan barat yang berhubungan dengan prasasti Taruma, pusat kerajaan yang disebut “Kalinga”, dan sebuah kerajaan timur dengan modal mungkin dekat Surabaya atau Malang.

________________________________________

Sekitar 670 M

Musafir Cina I Ching melihat Palembang, ibukota Sriwijaya.

Candi Hindu dibangun di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah.

Sekitar saat ini, kerajaan Sunda pertama naik setelah akhir kerajaan Tarumanegara.

________________________________________

Sekitar 686 M

Sriwijaya mengambil kerajaan Melayu di Jambi, dan mengirimkan sebuah ekspedisi melawan kerajaan-kerajaan di Jawa.

Tanggal di prasasti batu 683 dan 686 dari Sumatera Selatan dan Bangka menggambarkan kampanye militer melawan Sriwijaya Melayu dan Jawa. Ini adalah tulisan-tulisan tertua dalam bahasa Melayu-Polinesia.

________________________________________

Sekitar 700 M

Kerajaan Suwawa berdiri dan berkembang di Sulawesi Utara

Pada masa ini Kerajaan Sriwijaya telah menjajah Kedah.

________________________________________

Sekitar 732 M

Dinasti Sanjaya berkembang di Jawa Tengah

________________________________________

Sekitar 770 M

Raja Syailendra Wisnu (atau Dharmatunga) mulai membangun Borobudur.

________________________________________

Sekitar 782 M

Raja Syailendra Wisnu digantikan oleh Indra (atau Sangramadhanamjaya).

________________________________________

Sekitar 790 M

Syailendra menyerang dan mengalahkan Kerajaan Chenla (sekarang Kamboja); memerintah atas Chenla selama sekitar 12 tahun.

Para raja-raja dinasti Syailendra ingat bahwa nenek moyang mereka berasal dari apa yang sekarang Thailand atau Kamboja.

________________________________________

Sekitar 812 M

Raja Syailendra Indra digantikan oleh Samaratunga.

________________________________________

Sekitar 825 M

Borobudur selesai dibangun oleh Samaratungga

________________________________________

Sekitar 835 M

Samaratunga wafat. Balaputradewa putranya yang masih muda seharusnya naik takhta tetapi kekuasaan diambil darinya oleh ayah suami adiknya, Patapan dari Sanjaya, yang menggantikan agama Buddha di Jawa dengan Hindu.

_______________________________________

Sekitar 838 M

Kekuasaan Patapan digantikan oleh anaknya, Raden Pikatan (Jatiningrat)

________________________________________

Sekitar 846 M

Tidore dikunjungi oleh wakil dari Khalifah al-Mutawakkil dari Baghdad.

________________________________________

Sekitar 850 M

Pikatan mengalahkan kekuatan Balaputradewa, kemudian mengundurkan diri takhta untuk menjadi seorang pertapa. Ia digantikan oleh Kayuwani.

Balaputradewa, kabur ke Sumatra dan mengambil kekuasaan di Sriwijaya.

Raja Warmadewa aturan di Bali.

________________________________________

Sekitar 898 M

Sanjaya Raja Balitung mengambil kekuasaan di Jawa Tengah.

Prasasti Raja Balitung adalah pertama menyebutkan “Mataram” di Jawa Tengah.

________________________________________

Sekitar 910 M

Sanjaya Raja Daksa berhasi menguasai Balitung di Mataram. Dia mulai membangun candi Hindu terbesar di Prambanan.

________________________________________

Sekitar 919 M

Sanjaya Raja Dyah Tulodhong berhasi menguasail Daksa; memerintah sampai 921.

________________________________________

Sekitar 924 M

Sanjaya Raja Wawa mengambil takhta Mataram, memerintah sampai 928.

________________________________________

Sekitar 929 M

Sanjaya Raja Mpu Sindok mengambil kekuasaan. Ia memindahkan pusat pemerintahan dari Mataram ke Jawa Timur (dekat Jombang).

Sebuah letusan besar Gunung Merapi di 928 atau 929 mungkin telah menjadi alasan bahwa raja Mataram dan banyak rakyatnya pindah timur.

________________________________________

Sekitar 947 M

Sri Isana Tunggawijaya, putri dari Mpu Sindok, menggantikan Mpu Sindok sebagai penguasa di Jawa Timur.

________________________________________

Sekitar 975 M

Raja Udayana dari Bali, ayah Airlangga lahir

________________________________________

Sekitar 985 M

Dharmavamsa menjadi raja Mataram. Dia menaklukkan Bali dan mendirikan pemukiman di Kalimantan Barat.

Dharmavamsa juga diingat sebagai pembuat terjemahan Mahabharata ke Jawa.

________________________________________

Sekitar 990 M

Dharmavamsa dan Mataram mengirim pasukan ke luar negeri untuk menyerang Sriwijaya dan mengambil Palembang, tapi gagal.

________________________________________

Sekitar 992 M

Raja Chulamaniwarmadewa dari Sriwijaya mengirimkan duta ke Cina untuk meminta bantuan perlindungan dari serangan Dharmawangsa.

________________________________________

Sekitar 1006 M

Sriwijaya menyerang dan menghancurkan ibukota Mataram. Istana dibakar, dan Dharmavamsa terbunuh. Airlangga (15 tahun) lolos dari kehancuran. Beberapa tahun kekacauan di Jawa Timur mengikuti.

________________________________________

Sekitar 1017 M

Rajendra Chola, Raja Coromandel India menyerang Sriwijaya.

________________________________________

Sekitar 1019 M

Airlangga berkuasa di Jawa Timur, mendirikan Kerajaan Kahuripan, membuat perdamaian dengan Sriwijaya, melindungi baik Hindu dan Buddha. Selama beberapa tahun memperluas kekuasaannya atas Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, menyatukan wilayah yang telah jatuh ke dalam perpecahan. Airlangga dikenang di hari ini Indonesia sebagai model toleransi agama. Dia menghabiskan tahun-tahun awal hidup di hutan sebagai seorang pertapa.

________________________________________

Sekitar 1025 M

Rajendra Chola dari India selatan semenanjung malay menguasai Sriwijaya selama dua puluh tahun. Pasukan Chola menyerang Jambi dan daerah lain di Sumatra.

Airlangga memperluas kekuasaan dan pengaruh Kahuripan selagi Sriwijaya melemah.

Dibawah Airlangga, pelabuhan-pelabuhan di pantai utara Jawa, terutama Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan penting besar untuk pertama kalinya. Hal ini sebagian disebabkan oleh melemahnya Sriwijaya, yang membuat perdagangan di sana tidak aman.

Pada saat ini, Tumasik adalah kerajaan kecil di situs Singapura hari ini. Ini mungkin telah dipengaruhi oleh pendatang dari India selatan.

Juga sekitar saat ini, kerajaan Panai berkembang di daerah-daerah Batak di Sumatra bagian utara.

________________________________________

Sekitar 1030 M

Airlangga menikahi putri Sangrama Wijayatungawarman, Raja Sriwijaya.

________________________________________

Sekitar 1045 M

Airlangga membagi Kahuripan menjadi dua kerajaan, Janggala (hari ini Malang) dan Kediri, untuk kedua putranya, dan dia mengasingkan diri untuk menjalani kehidupan seorang pertapa. Dia meninggal dunia empat tahun kemudian.

________________________________________

Sekitar 1068 M

Vira Rajendra, raja Koromandel, menaklukkan Kedah dari Sriwijaya.

________________________________________

Sekitar 1076 M

Kerajaan Tidung didirikan sekitar Tarakan di Kalimantan Timur.

________________________________________

Sekitar 1108 M

Kerajaan Tidore berdiri.

________________________________________

Sekitar 1117 M

Kameswara menjadi raja Kediri, dan menikahi putri Jenggala sehingga menyatukan dua kerajaan yang terpisah.

________________________________________

Sekitar 1135 M

Joyoboyo menjadi Raja di Kediri

________________________________________

Sekitar 1221 M

Ken Arok menguasai Kediri.

________________________________________

Sekitar 1222 M

Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari dan menjadi raja pertamanya dengan julukan Rajasa. Ken Dedes adalah istri Ken Angrok. Dia adalah putri seorang pendeta Buddha yang dicuri pergi oleh bupati Tumapel (dekat Malang) di Jawa. Ken Angrok sendiri mencuri Ken Dedes dari suami pertamanya untuk menjadi istrinya, tapi ia sudah hamil, dan anaknya (kemudian Raja Anusapati) sebenarnya adalah anak dari sang bupati, Tunggul Ametung. Akhirnya Ken Angrok berkomplot untuk membunuh Tunggul Ametung agar ia bisa menjadi penguasa Tumapel.

Tumapel membayar upeti kepada Ken Angrok Kediri sampai menjadi cukup kuat untuk menaklukkan Kediri untuk dirinya sendiri pada 1222. Penguasa terakhir Kediri, Kertajaya, dianggap kejam dan sombong.

Putri Dedes telah lama dikenang sebagai ibu dari garis kerajaan Singhasari, dan kemudian Majapahit, Mataram, Yogya dan Solo.

________________________________________

Sekitar 1227 M

Ken Arok meninggal dibunuh Anusapati

________________________________________

Sekitar 1247 M

Anusapati mati setelah 20 tahun pemerintahannya. Tohjaya, anak Ken Angrok oleh seorang selir, menjadi raja Singhasari.

Tradisi mengatakan bahwa raja-raja Singhasari selama periode ini semua dibunuh oleh para pengganti mereka, sebagai bagian dari permusuhan yang timbul dari Ken Angrok mencuri pergi Ken Dedes.

________________________________________

Sekitar 1250 M

Tohjaya terbunuh dalam sebuah pemberontakan dan tahta kerajaan Singasari digantikan oleh Wisnuwardhana, anak dari Anusapati.

Sekitar 1257 M

Baab Mashur Malamo menjadi Raja Gapi (pada perkembangan jaman berikutnya disebut sebagai Ternate)

________________________________________

Sekitar 1268 M

Wisnuwardhana, raja Singasari wafat dan digantikan oleh Kertanegara. Kertanegara mempunyai idealisme untuk menggabungkan atau mencapur ajaran Hindu dengan Budha.

Ada perbedaan sejarah mengenai Kertanegara. Ada yang mencatat kertanegara adalah seorang raja yang lalim dan senang berhura-hura, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa Kertanegara adalah seorang titisan Dewa dan raja yang bujaksana.

________________________________________

Sekitar 1275 M

Kertanegara memulai melebarkan kekuasaan dengan menyatukan berbagai kerajaan di Sumatra dan Jawa.

________________________________________

Sekitar 1280 M

Beberapa kerajaan di Jawa tidak sepakat dengan Kertanegara dan mulai memberontak. Pada waktu ini kerajaan Sukhotai (Thailand) mengambil wilayah Malaysia dan diberikan dibawah kekuasaan Sriwijaya.

________________________________________

Sekitar 1281 M

Kerajaan Islam di Jambi mengirimkan duta ke Kubilai Khan

________________________________________

Sekitar 1284 M

Kertanegara menguasai Bali dibawah kekuasaan Singasari. Raja Bali Warmadewa terbunuh dalam perang ini.

________________________________________

Sekitar 1289 M

Kubilai Khan mengirimkan pesan ke Singasari untuk meminta upeti (pajak). Kertanegara marah dan memotong telinga salah satu pembawa pesan dan mengirimkannya kembali ke Mongol

________________________________________

Sekitar 1290 M

Kertanegara menguasai Kerajaan Melayu di Sumatra dan Kerajaan Sunda di Jawa Barat.

________________________________________

Sekitar 1292 M

Marco Polo mengunjungi Sumatera dan Jawa.

Kubilai Khan menyiapkan invasi ke Jawa dengan lebih dari 1000 armada kapal.

Kertanegara terbunuh dalam pemberontakan; putra mertuanya Wijaya mundur (melarikan diri) dan mendirikan kerajaan baru yaitu Majapahit (sekarang Trowulan), dengan bantuan Arya Wiraraja, penguasa lokal Madura.

Bali melepaskan diri dari Singhasari di bawah raja-raja di Ubud, Pejeng.

Armada Mongol berangkat menginvasi Jawa dan mendarat di Tuban.

Majapahit adalah salah satu dari sedikit kerajaan waktu itu yang mengalahkan invasi Mongol, bersama dengan Jepang dan Mesir. Namun armada Mongol dihantam topan di sepanjang jalan, dan menolak izin untuk berlabuh di Champa (di hari ini Vietnam) untuk mengambil persediaan. Pada saat armada mencapai Tuban, tentara banyak yang sakit dan lemah.

________________________________________

Sekitar 1293 M

Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Mongol untuk menyerang Singasari di Kediri dipimpin oleh Jayakatwang. Pada serangan ini Kediri berhasil dikuasai. Kemudian dengan serangan mendadak, pasukan Wijaya menyerang pasukan Mongol yang lelah, sehingga pasukan Mongol kalah dan pergi meninggalkan Jawa.

Pada masa ini Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit yang pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Sesuai dengan tradisi, maka Wijaya menikahi 4 putri dari Kertanegara. Tradisi ini adalah sebuah simbol persatuan dimana keempat putri tersebut mewakili 4 kerajaan yaitu Bali, Madura, Sumatra dan Kalimantan.

________________________________________

Sekitar 1295 M

Rangga Lawe memberontak melawan Kertarajasa, namun pemberontakan ini gagal.

________________________________________

Sekitar 1298 M

Sora juga memberontak melawan Kertarajasa, namun gagal juga.

________________________________________

Sekitar 1309 M

Jayanegara menjadi Raja Majapahit.

________________________________________

Sekitar 1316 M

Nambi, putra patih memberontak. Tetapi usaha ini berhasil di gagalkan Jayanegara.

________________________________________

Sekitar 1319 M

Pemberontakan yang dipimpin oleh pasukan Kuti memaksa Jayanegara untuk melarikan diri ke pedesaan.

Selama pemberontakan, Jayanegara ditemani oleh seorang pemimpin muda pengawalnya, Gajah Mada. Gajah Mada menyelinap kembali ke kota untuk menyamar, dan memulai sebuah rumor bahwa Raja Jayanegara telah terbunuh. Berita ini sangat tidak diharapkan di kalangan masyarakat, yang mengatakan bahwa Kuti sebagai pemimpin baru tidak disukai dan Raja Jayanegara harus berusaha untuk merebut kembali takhtanya.

________________________________________

Sekitar 1328 M

Jayanegara dibunuh, mungkin dengan bantuan Gajah Mada. Tribhuwana Wijayatungga Dewi, putri dari Kertarajasa, memimpin Majapahit sampai 1350.

Sejarah mengatakan bahwa Raja Jayanegara telah mencuri istri Gajah Mada. Gajah Mada, sekarang seorang pejabat tinggi menteri, berkomplot dengan seorang tabib (dokter) untuk membunuh Raja di ranjangnya, lalu Gajah Mada membunuh tabib ini dengan alasan akan memberontak.

Pada saat ini, Odoric dari Pordonone, seorang biarawan Fransiskan dari Italia, mengunjungi Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

________________________________________

Sekitar 1330 M

Gajah Mada menjadi patih dari Majapahit.

________________________________________

Sekitar 1333 M

Kerajaan Pajajaran berdiri dengan ibukota Pakuan (sekarang Bogor)

Perlu dicatat bahwa satu dari sedikit daerah yang tidak ditaklukkan oleh Majapahit adalah daerah Sunda Jawa Barat, Kerajaan Pajajaran. Memang kadang-kadang membayar upeti kepada Majapahit, tetapi dikenal dengan perilaku independen (tanah perdikan).

________________________________________

Sekitar 1334 M

Hayam Wuruk lahir dari Tribhuana Wijayatungga Dewi. Dia yang disiapkan untuk menjadi raja Majapahit nantinya.

________________________________________

Sekitar 1343 M

Pasukan dibawah pimpinan Gajah Mada menaklukan Bali, Dalem Bedaulu untuk Majapahit.

Dengan Gajah Madah sebagai menteri, kerajaan Majapahit menguasai upeti dari sebagian besar daerah yang sekarang disebut sebagai Indonesia. Dia diingat dengan “Sumpah Palapa”, yang mengatakan bahwa ia akan menolak untuk makan rempah-rempah dan makanan (palapa) sampai semua pulau-pulau sekitar itu bersatu di bawah satu komando yaitu Majapahit. Hari ini di Yogyakarta, sebuah universitas diberi nama dirinya.

Saat ini, kronik tradisional mengatakan bahwa Majapahit mengumpulkan upeti dari “Makassar, Gowa, Banda, Sumbawa, Ende, Timor, Ternate, Sulu, Seram, Manila, dan Burni (Brunei?)”. Palembang dan Bali juga dalam lingkup Majapahit, tetapi lebih bermasalah.

________________________________________

Sekitar 1345 M

Penjelajah Arab Ibn Battuta bekunjung ke Pasai (Samudera Pasai), Sumatra

________________________________________

Sekitar 1347 M

Adityawarman memimpin Minangkabau dibawah kendali Majapahit.

________________________________________

Sekitar 1350 M

Hayam Wuruk menjadi Raja Majapahit.

Majapahit menaklukkan kerajaan-kerajaan Islam Kerajaan Pasai dan Aru (kemudian Deli, dekat Medan) di Sumatra Utara.

Mpu Tantular penyair Majapahit, yang hidup sekitar waktu ini, dikenang sebagai penulis motto “Bhinneka Tunggal Eka”, yang merupakan motto nasional Indonesia hari ini.

________________________________________

Sekitar 1351 M

Hayam Wuruk meminta untuk menikahi putri Raja Pajajaran. Raja Pajajaran setuju, dan memulai perjalanan ke Bubat di Jawa Timur untuk upacara. Pada menit terakhir, Gajah Mada menegaskan bahwa anak perempuan akan diserahkan sebagai tindakan tanggungan upeti dari raja. Raja Pajajaran menolak untuk menyerahkan, kekerasan terjadi, dan seluruh personil dari Pajajaran terbunuh. Pajajaran menjadi bergantung secara ekonomi (bukan jajahan) Majapahit selama beberapa tahun.

Peristiwa ini yang dikenal sebagai Perang Bubat. Dan dengan adanya peristiwa ini Pajajaran merasa dikhianati oleh Majapahit dan menjadikannya musuh bebuyutan. Hingga sekarang tidak ada nama jalan atau daerah di Jawa Barat menggunakan nama tokoh-tokoh dari Majapahit.

________________________________________

Sekitar 1364 M

Gajah Mada meninggal. Tugas-tugas dan kewajibannya yang sangat berat dibagi kepada empat orang pejabat kerajaan.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 360Dibaca Hari Ini:
  • 1996Dibaca Kemarin:
  • 16293Dibaca Per Bulan:
  • 349017Total Pengunjung:
  • 339Pengunjung Hari ini:
  • 15454Kunjungan Per Bulan:
  • 19Pengunjung Online: