Kasim

Disebut juga sida-sida, yaitu laki-laki yang dikebiri. Dalam bahasa Inggris disebut “eunuch” yang berasal dari bahasa Yunani “eunouchos” yg artinya “penjaga tempat tidur“. Sejak jaman dulu di Timur Tengah dan Asia Timur (khususnya China) para kasim sudah dipekerjakan sebagai pengurus rumah tangga harem atau keputren raja. Raja-raja jaman dahulu lazim memiliki banyak selir, selain sebagai simbol kekuasaan, juga untuk menjaga agar sang raja selalu mempunyai keturunan agar dapat melanjutkan dinastinya (meskipun lebih sering menimbulkan perang saudara memperebutkan kekuasaan). Laki-laki dilarang memasuki area keputren, demi menjaga kemurnian keturunan sang raja. Karena itu, dipekerjakanlah para kasim, yg sudah pasti steril, untuk mengurus segala keperluan di keputren tersebut. Bahkan di China kuno, tidak hanya harem atau selir, para kasim juga bertugas mengurus keperluan pribadi kaisar dan sering juga tumbuh bersama sebagai teman sepermainan maupun pengawal pribadi. Dengan akses ke istana yang luas dan kedekatan dengan kaisar, kasim seringkali memiliki pengaruh besar dan malah mengendalikan kebijakan-kebijakan pemerintahan di China kuno, yang kemudian berakibat fatal. Tidak aneh kalau banyak sejarawan mengkambing hitamkan kasim sebagai salah satu penyebab dari berbagai peristiwa keruntuhan dinasti di China kuno. Sementara di Timur Tengah,para kasim ada juga yang dipekerjakan di urusan administrasi istana. Bahkan di Mesir, sebutan kasim dialamatkan kepada pejabat istana, tak peduli mereka dikebiri atau tidak. Pendayagunaan kasim sebagai pengurus istana mencapai puncaknya di masa Kerajaan Byzantine di Konstantinopel (sebelum berganti menjadi Istambul). Setelah itu penguasa Muslim umumnya mempekerjakan kasim sebagai pejabat pengurus istana harem.

Umumnya para kasim berasal dari kalangan tawanan perang atau budak yang masih anak- anak. Mereka dikebiri sedari kecil dan diberi pelatihan khusus tentang pengurusan keperluan istana harem maupun istana raja, ada juga yag dipersiapkan sebagai pengawal/pelayan pribadi kaisar. Di Eropa sendiri pernah terdapat praktik pengebirian anak laki2 untuk menjaga suara soprano anak kecil agar tidak berubah ketika tumbuh dewasa. Orang- orang tersebut disebut castrati. Praktik ini sempat populer di Italia di abad ke-18, dan salah satu soprano terkenal Carlo Broschi Farinelli adalah seorang castrati. Praktik ini berhenti ketika Paus Leo XIII diangkat pada tahun 1878.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1419Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15356Dibaca Per Bulan:
  • 348141Total Pengunjung:
  • 1304Pengunjung Hari ini:
  • 14578Kunjungan Per Bulan:
  • 6Pengunjung Online: