Kelangkaan dan Pilihan (SP00)

Sebuah barang disebut langka jika jumlah keinginan terhadap suatu barang lebih besar daripada jumlah yang tersedia. Misalnya pada saat terjadi isu akan naiknya harga minyak tanah, maka orang-orang akan membeli minyak tanah dalam jumlah besar, terutama pedagang minyak tanah agar dapat memperoleh keuntungan besar. Karena jumlah pasokan sudah tertentu, dan orang-orang mencari minyak tanah, maka kemudian minyak tanah menjadi langka.

Berdasarkan terjadinya kelangkaan tersebut, maka muncul apa yang disebut barang ekonomi. Barang ekonomi merupakan barang yang jumlah permintaannya lebih banyak dibandingkan jumlah barang yang tersedia. Barang ekonomi merupakan barang yang mempunyai nilai (harga). Jika barang ekonomi ini semakin banyak jumlahnya maka harganya semakin murah, dan semakin sedikit jumlahnya maka harganya semakin mahal. Contoh: emas, karena jumlahnya terbatas sedangkan peminatnya semakin lama semakin banyak maka harganya semakin mahal. Sedangkan hargadurian pada saat musim, harganya akan semakin murah karena semakin banyak jumlahnya.

Lawan dari barang ekonomi adalah barang bebas. Barang bebas merupakan barang yang jumlah persediaannya lebih banyak dibandingkan permintaannya. Barang bebas ini karena jumlahnya sangat banyak, tidak ada harga (nilainya). Contoh: udara, air di sungai, pasir di sungai. Namun air bersih dari PAM ada harganya, karena banyaknya orang yang membutuhkan sedangkan persediaannya terbatas. Demikian pula minuman air minum mineral. Barang bebas ini tidak difokuskan pembahasannya di dalam teori ekonomi. Hanya barang-barang ekonomi saja yang dibahas.

Pada penjelasan di awal, barang ekonomi muncul karena permintaannya lebih besar dibandingkan ketersediaan barang tersebut. Ini berarti manusia sebenarnya memerlukan barang yang lebih banyak dibandingkan yang tersedia. Namun dia mengalami keterbatasan, misalnya uang. Untuk itu dia harus melakukan pemilihan barang mana saja yang paling dia sukai untuk dibeli. Jika ada barang lain yang juga dia sukai, karena jumlah uangnya terbatas, maka dia akan membatalkan atau menunda pembelian barang lain tersebut. Misalnya, seseorang memiliki uang Rp 10.000. Harga bakso satu porsi berikut minum adalah Rp 10.000, dan untuk menonton film satu kali juga bernilai Rp 10.000. Uang yang dimiliki orang itu bisa digunakan untuk menonton film sekali, atau bisa pula untuk membeli bakso berikut minimumannya. Sebenarnya orang tersebut ingin dua-duanya, namun karena dia hanya memiliki uang Rp 10.000 dia harus memilih mana yang terlebih dahulu ia beli. Apakah tiket nonton atau makan bakso. Di sinilah seseorang itu harus menentukan pilihannya.

Orang tersebut akhirnya memutuskan untuk membeli satu tiket nonton film. Maka dia harus mengorbakankan tidak memakan bakso satu porsi. Nah, karena dia menonton berarti kehilangan kesempatan untuk menikmati bakso. Kehilangan kesempatan ini disebut sebagai biaya hilangnya kesempatan (opportunity cost). Jadi kita dapat menyebutkan bahwa opportunity cost dari nonton film adalah makan bakso. Karena gara-gara menonton film orang itu harus mengorbankan untuk tidak memakan bakso Seperti yang dijelaskan di atas, masalah yang dihadapi oleh manusia secara umum adalah kebutuhannya yang tidak terbatas, sedangkan sumber daya atau faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang- barang yang diinginkan itu terbatas. Sumber daya atau faktor-faktor produksi terdiri dari seluruh komponen yang digunakan untuk memproduksi barang seperti tanah, modal (capital), tenaga kerja, dan semangat kewiraswastaan (entrepreneurship)

Karena keterbatasan ini, kemudian manusia harus memilih barang-barang apa saja yang harus diproduksi agar tercapai kepuasan maksimum, walaupun tidak semua barang yang diinginkan itu terpenuhi semuanya. Inilah yang menjadi masalah ekonomi. Masalah-masalah ekonomi adalah:

1. Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan (what ) 2. Bagaimana barang dan jasa tersebut dihasilkan ( how ) 3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan ( for whom )

What ( Barang apa yang dihasilkan)

Guna menjawab pertanyaan ini, kita harus terlebih dahulu melihat apa yang menjadi kebutuhkan yang mendesak oleh masyarakat. Jika banyak masyarakat yang membutuhkan maka diproduksilah barang tersebut, karena dengan memproduksi barang yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut, berarti sebagian besar keinginan masyarakat terpenuhi. Contoh mesin cuci. Dahulu orang tidak membutuhkan mesin cuci, karena ibu rumah tangga masih mempunyai waktu yang cukup luang untuk mencuci sendiri secara manual. Karena banyak wanita yang bekerja, sehingga dibutuhkan alat yang dapat mempercepat dan mempermudah untuk mencuci pakaian tersebut.

How (Bagaimana barang itu dihasilkan)

Masalah ini menyangkut cara atau teknik untuk memanfaatkan sumber daya sedikit mungkin untuk memproduksi barang yang dibutuhkan. Manusia terus berusaha untuk memenuhi semua kebutuhannya. Dengan ditemukannya teknik-teknik khusus untuk membuat barang dan jasa dengan memanfaatkan jumlah sumber daya yang lebih sedikit. Dengan demikian jumlah sumber daya yang terbatas tadi akan tidak semakin cepat habisnya. Contoh: seorang petani yang tidak menggunakan mesin dalam menanam berasnya . Karena jumlah sumber daya yang terbatas, maka dalam satu hektar hanya mampu memproduksi 2 ton kilo gram. Jika dia menggunakan sumber daya lain seperti traktor, pupuk yang cukup, maka dalam satu hektar dapat memperoleh 4-5 ton beras. Dengan demikian jumlah barang dan jasa bisa semakin banyak seiring dengan semakin bertambahnya jumlah manusia dan jumlah kebutuhannya.

Untuk siapa barang itu ? (For whom)

Barang yang diproduksi harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini menyangkut pembagian barang-barang yang ada. Ada barang yang khusus dibuat untuk anak-anak, dan ada pula yang khusus untuk orang dewasa. Ada pula barang yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat golongan menengah ke atas, dan ada pula barang yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat golongan menengah ke bawah. Jadi barang itu ada variasinya, tergantung siapa yang akan menggunakannya.

Dari masalah-masalah ekonomi ini, kemudian dibuatlah solusi atau penyelesaiannya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi berbunyi bagaimana mendapatkan hasil yang maksimum dengan menggunakan sumber daya yang tertentu besarnya, dan bagaimanan mendapatkan hasil yang tertentu dengan menggunakan sumber daya yang minimum. Jadi untuk menyelesaikan apa yang diproduksi, bagaimana memproduksinya dan untuk siapa barang itu diproduksi, harus sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi. Ini lah yang menjadi perhatian (concern) di dalam pembahasan teori ekonomi.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 28Dibaca Hari Ini:
  • 1790Dibaca Kemarin:
  • 17751Dibaca Per Bulan:
  • 350404Total Pengunjung:
  • 24Pengunjung Hari ini:
  • 16841Kunjungan Per Bulan:
  • 2Pengunjung Online: