KOTA KECIL SEJUTA CERITA RANGKASBITUNG

SATIAH

Kota Rangkas Bitung yang terkenalnya karena memiliki Stasiun Rangkasbitung,tempat para gerilyawan Kota Rangkasbitung menyeludupkan berbagai kebutuhan bagi para gerilyawan di pedalaman Kabupaten Lebak. Perang gerilya yang di lakukan TNI bersama dengan aparat pemerintah daerah dan rakyat berakhir tanggal 10 Agustus 1949 ketika Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda mengeluarkan gencatan senjata.Setelah gencatan senjata terlaksana,nama Brigade I Tirtasaya diubah menjadi Komando Militer Daerah (KMD) V Banten yang terdiri dari tiga Komando Distrik Militer (KMD).Kabupaten Lebak menjadi wilayah tugas KDM III yang dipimpin oleh Kapten Sholeh Iskandar.

Setelah pengakuan kedaulatan,Indonesia memasuki babak baru dengan dibentauknya Republik Indonesia Serikat.Akan tetapi,negara Republik Indonesia serikat yang dibentuk Belanda tidak berlangsung lama. Pada tanggal 17 Agustus 1950 Republik Indonesia Serikat bubar dan Indonesia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.Selanjutnya nrgara Republik Indonesia melakukan pembenahan-pembenahan dalam segala aspek .Salah satu aspek yang di benahi adalah aspek pemerintah daerah dengan keluarnya Undang-undang No.11 tahun 1950.Berdasarkan undang-undang tersebut dibentuk Propinsi Jawa Barat yang mempunyai hak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.Kemudian ditetapkan Undang-undang No.14 tahun 1950 yang menetapkan Kabupaten-kabupaten yang berada dalam Propinsi Jawa Barat adalah Kabupaten Lebak,Pandeglang,Serang,Tanggerang,Bekasi,Karawang,Purwakarta,Bogor,Sukabumi,Cianjur,Bandung,Sumedang,Garut,Tasikmalaya,Ciamis,Cirebon,Kuningan,Indramayu dan Majalengka.

Kabupaten Lebak yg lebih di kenal dengan Kota Rangkasbitung nya dibentuk berdasarkan undang-undang itu dipimpin oleh Bupati Tb.Surya Atmaja. Pada masa itu 1950 Kabupaten lebak terdiri dari empat kewedanaan,15 kecamatan,dan 130 desa. Jumlah desa pada tahun 1950 itu belum ada perubahan dengan masa Pemerintahan Hindia Belanda abad XX ke empat kewedanaan dan kecamatan yang termasuk ke dalam wilayahnya adalah sebagai berikut: Kewedanaan Rangkasbitung,terdiri dari empat kecamatan yaitu kecamatan Rangkasbitung,Warunggunung,Maja dan Sajira.Kewedanaan Leuwidamar terdiri dari kecamatan Leuwidamar, Cimarga,Muncang dan cipanas.Kewedanaan Parungkujang terdiri dari empat kecamatan yaitu kecamatan Gunung Kencana,Cileles,Banjarsari dan Bojongmanik.Kewedanaan Cilangkahan terdiri dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Malingping,Panggarangan dan Bayah. Dalam Perkembangankewedanaan dihapuskan.

Sebagai kabupaten yang tadinya berada di wilayah keresidenan Banten,Kabupaten Lebak dengan sendirinya menjadi kabupaten yang berada dalam Inspektorat Pemerintahan Wilayah Banten setelah terbentuknya inspektorat pemerintahan tersebut.Ketika itu yang menjabat bupati Lebak adalah Raden Bidin Suria Gunawan yang menjabat dari tahun 1959-1967. Ia kemudian digantikan oleh Raden A. Hardiwinangun yang menjabat dari tahun 1967-1973.

Tidak berkembangnya PKI Di kabupaten Lebak, erat kaitanya dengan upaya intensif yang dilakukan Kodam VI Siliwangi di seluruh wilayah tugasnya untuk memghalangi laju gerakan PKI di desa-desa. Pada awal tahun 1964 telah tersusun 330 koramil dengan 3.473 Babinsa di wilayah kerja kodam VI Siliwangi. Para babinsa itu dapat menghalangi ekspansi PKI di desa-desa,sehingga mereka di kategorikan PKI sebagai “7 Setan Desa” yang harus di singkirkan.

Sementara itu,seiring dengan perubahan pemerintahan serta pertambahan penduduk dan dinamika kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang semakin meningkat di lakukan pemekaran kecamatan. Sekitar tahun 1992-1993 terbentuk 19 kecamatan di Kabupaten Lebak,yaitu Kecamatan Rangkasbitung,Warunggunung,Maja,Sajira<leuwidamar,Cimarga<muncang,Cipanas,Gunung kencana,Cileles,Banjasari,Bojongmanik,Malingping,Panggarangan,Bayah, dan di tambah empat kecamatan baru yaitu Kecamatan Cibadak,Cikulur,Cibeber, dan Cijaku. Tidak hanya di tingkat kecamatan,pemekaran pun dilakukan di tingkat desa sehingga pada tahun 1990 sudah terbentuk 300 desa,namun lima desa yang berada di wilayah ibukota Kabupaten Lebak berubah menjadi kelurahan.

Setelah terbentuknya Propinsi Banten pada tanggal 4 Oktober 2000 dilakukan pemekaran kecamatan kembali sehingga jumlahnya menjadi 23 kecamatan.Jumlah desanya tidak berubah tetap 300 desa,namun lima desa yang berada di wilayah Ibukota Kabupaten Lebak berubah menjadi kelurahan.

Ketika Propinsi Banten terbentuk bupati yang sedang menjabat di Kabupaten Lebak adalah Drs.H.Moch Ya’as Mulyadi,M.T.P..Ia menjabat sejak tahun 1998 menggantikan Drs.H.Didin Muchjidin. Pada masa pemerintahan Bupati Drs.H.Moch Yas’a Mulyadi,M.T.P di buat program pembangunan untuk memajukan Kabupaten Lebak.Adapun program-programnya antara lain Program 3W adalahkependekan dari Program “ Wareg-Waras-Wasis. Program Wareg adalah suatu program yang bertujuan agar masyarakat Kabupaten Lebak berkecukupan dalambidang pangan.Program ini dilaksanakan dengan jalan meningkatkan produksi produksi pangan,mendayagunakan pengangguran dan korban PHk serta kegiatan ekonomi produktif,dan meningkatkan kemampuan lembaga-lembaga sosial dan ekonomi rakyat.

Waras adalah suatu program untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan jalan memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat terutama untuk balita,ibu hamil dan ibu menyusui. Program tersebut dilaksanakan melalui program pelayanan kesehatan masyarakat,penyuluhan kesehatan,pencegahan dan pemberantasan penyakit menular,perbaikan gizi,perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan,peningkatan keagamaan dan perbaikan sarana ibadah.

Wasis adalah suatu program untuk meningkatkan pendidikan dan pengetahuan serta keterampilan masyarakat.Program tersebut dilaksanakan dengan jalan mengendalikan jumlah murid putus sekolah dan memberi peluang untuk kembali sekolah,mengembangkan sekolah kejuruan dengan dasar pontensi pengembangan yang sudah ada di daerah terutama pertanian,meningkatkan kemampuan dan kualitas aparatur pemerintah daerah dengan profesionalisme yang memiliki tingkat keahlian dan keterampilan yang memadai di bidang tugas dan pelayanan umum melalui program pendidikan dan latihan.Selain program Wareg-Waras_wasis juga ada program One Product-One Village adalah suatu program pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan melalui penanaman tanaman buah-buahan atau komoditas pertanian lainnya yang di sesuaikan dengan kecocokan iklim dan lahan.Misalnya penanaman pohon rambutan dikembangkan di Kecamatan Maja,Sajira,Rangkasbitung,Cibadak dan Cimarga.Penanaman pohon dukudi kecamatan Warunggunung dan Cikulur.

Program Pengembangan wilayah dilakukan dengan membangun dan meningkatkan kualitas jalan-jalan serta menentukan zona industri.

Pada zaman reformasi Kabupaten Lebak dipimpin oleh bupati H.Mulyadi Jayabaya atau yg lebih dikenal dengan sebutan Bapak/Pak ‘JB’ membuat gebrakan-gebrakan untuk meningkatkan dan mempercepat pembangunan Kabupaten Lebak.Dimulai dengan efisiensi dan efektivitas serta intensifikasi keuangan.Menetapkan Visi dan Misi Kabupaten Lebak.Visi dan Misi Kabupaten Lebak ditekankan pada penciptaan iklim investasi yang kondusif guna menarik penanaman modal di berbagai sektor ekonomi.Berangkat dari Visi dan Misi itu,prioritas pembangunan Kabupaten Lebak diarahkan pada upaya prakondisi untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kualitas infrastruktur,penataan sistem dan kelembagaan daerah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha,serta pengkondisian ketertiban masyarakat dan kepastian hukum.

Dalam dua tahun pemerintahannya,telah dilakukan pembangunan infrastruktur yang akan menjadi mendorong pembangunan pada bidang-bidang lainnya. Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan menjadi perhatian utama “ Pak JB” karena dengan kondisi jalan yang baik akan mempelanjar arus manusia,barang dan jasa. Untuk itu dilakukan pembangunan jaringan jalan di pusat-pusat pertumbuhan dan pusat-pusat produksi dengan daerah pemasarannya. Selain itu,kondisi jalan desa sedikit demi sedikit ditingkatkan kualitasnya. Bupati yang di kenal berani dalam tindakannya ini,menggulirkan kebijakan stimulan aspal bagi desa yang sudah siap dengan bahan material dan tenaganya. Jaringan listrik juga menjadi perhatiannya karena dengan ketersediaannya listrik akan mempelancar arus informasi ke pedesaan di Kabupaten Lebak . Selain jaringan jalan dan listrik,jaringan irigasi mendapat perhatian utama pula,mengingat mayoritas penduduk Kabupaten Lebak bermata pencaharian dalam bidang pertanian.

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lebak dilakukan peningkatan mutu pendidikan.Untuk itu,Bupati H.Mulyadi Jayabaya membuat beberapa kebijakan,yaitu: 1. Memberikan kesempatan yang luas kepada anak-anak umur enam tahun untuk memasuki pendidikan dasar.(2) memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dalam rangka wajib belajar sembilan tahun. (3) meningkatkan mutu lulusan sekolah dasar,sekolah lanjutan tingkat pertama,sekolah lanjutan tingkat atas, dan sekolah kejuruan untuk memenuhi tuntutan pembangunan.

“Dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat” begitu pepatah mengatakan.Hal itu rupanya disadari betul oleh “ Pak JB” yang menginginkan rakyatnya sehat jasmaninya dan kuat rohaninya karena pembangunan fisik tanpa di dukung oleh kesehatan rakyatnya yang baik tidak akan ada artinya.Oleh karena itu bidang kesehatan menjadi perhatian utama Bupati Lebak reformis ini,selain bidang bidang yang telah di sebutkan. Namun keterbatasan dana,pelaksanaannya disesuaikan dengan dana yang ada. Secara umum kebijakan Bupati H.Mulyadi Jayabaya untuk memperbaiki derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Lebak adalah (1) meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan,terlebih di daerah-daerah terpencil,meningkatkan manajemen para penanggung jawab pelayanan kesehatan di setiap tingkat,dan meningkatkan peran serta masyarakat. (2) meningkatkan berbagai upaya pelayanan kesehatan dengan perhatian khusus pada upaya menekan angka kematian bayi,anak dan ibu melahirkan.(3) meningkatkan kesehatan lingkungan. (4) meningkatkan efesiensi pemanfaatan dana,tenaga dan sarana yang tersedia (5) meningkatkan penyediaan obat dan alat kesehatan dan harganya terjangkau oleh masyarakat luas (6) meningkatkan pengadaan dan pengelolaan tenaga medis,paramedis dan tenaga kesehatan.

Mayoritas penduduk Kabupaten Lebak memeluk agama Islam dan banyak di antaranya yang mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren-pesantren.Hal ini nampak dari semakin bertambahnya pesantren di Kabupaten Lebak yang tersebar di Kota Rangkasbitung dan di luar Rangkasbitung,baik besar maupun kecil.

Sebagai gambaran tentang pesantren salaf di kecamatan Rangkasbitung terdapat dua pesantren yang cukup besar untuk tingkat kecamatan,pertama Pesantren Raudlatussholihin yang terletak di Jln.Prof.Dr. Ir. Sutami KM 3 yang di dirikan pada tahun 1958 oleh K.H. Badrudin dan sejak tanggal 8 April 1991 pesantren ini telah berbadan hukum.Yang kedua Pesantren AL Istiqomah yang terletak di daerah Selahaur ini di dirikan oleh K.H.Abdul Malik.

Mayoritas masyarakat Kabupaten lebak adalah suku Sunda.Oleh karena itu kebudayaan yang berkembang di kabupaten ini pun didominasi oleh kebudayaan sunda.Begitu pun halnya dengan kesenian sebagai salah satu wujud kebudayaan juga didominasi oleh kesenian sunda. Pada mulanya fungsi kesenian –khususnya kesenian tradisional di Kabupaten Lebak adalah sebagai bagian dari upacara yang berkaitan dengan agama. Namun saat ini fungsinya telah berubah menjadi media hiburan karena itu,bentuk keseniannya pun banyak diwarnai oleh unsur-unsur keagamaan,terutama agama islam.Eksistensi kesenian di Kabupaten Lebak dewasa ini di lestarikan dan di kembangkan oleh perkumpulan-perkumpulan kesenian yang hampir ada di setiap kecamatan.Sampai tahun 2001 terdapat 238 perkumpulan kesenian di Kabupaten Lebak. Perkumpulan-perkumpulan kesenian itu dapat di bagi menjadi dua kelompok,yaitu perkumpulan yang bergerak di bidang kesenian tradisional dan di bidang kesenian Modern.

Kesenian yang banyak di kembangkan oleh masyarakat Kabupaten Lebak antara lain seni ubrug,debus,degung,wayang golek,dogdog lojor,ngagendreh,tagoni,qasidah,pencat silat,kawih sunda,kecapi suling,angklung,reog/ogel,rudat,gi,gimbrinng dan calung.

Seni Ubrug berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan moral/atau informasi yang berkaitan dengan kraton yang disampaikan dalam bentuk cerita babad.

Debus merupakan kesenianyang menampilkan atraksi yang mengandung unsur magis.Dalam pertujukan ini ditampilkan kekebalan tubuh seseorang dari tikiman berbagai jenis senjata tajam.

Degung jenis kesenian yang menampilkan permainan gamelan.

Wayang golek merupakan seni pertunjukan dalam mengolah gerak dan menyuarakan wayang yang di lakukan oleh dalang dengan diiringin gamelan dan tembang dari sinden.

Dogdog Lojor merupakan pelengkap upacara ritual pada musim tanam atau panen yang di gelar di sekitar sawah,ladang atau hutan.

Ngagendreh seni menabuh lesung yang di mainkan oleh masyarakat pedesaan di Kabupaten lebak.kesenian ini biasanya dimainkan pasa suatu pesta khitanan atau pernikahanyang pelaksanaannya di lakukan sehari sebelum pesta itu di lakukan.

Tagoni adalah pertunjukan nyanyian yang di iringi dengan alat musik terbang dan genjring.Kesenian ini sering di pertunjukan dalam perayaan hari-hari besar islam,di mesjid-mesjid atau pada perayaan hari-hari besr nasional.

Dinamika suatu wilayah antara lain dapat dilihat dari dinamika kependudukannya. Sebagai Kabupaten yang sedang bergerak menuju kemajuan,Kabupaten Lebak mempunyai penduduk yang cukup dinamis dan seiring dengan berkembangnya Kabupaten yang semakin kompleks,penduduknya pun dari waktu ke waktu menunjukkan jumlah yang semakin bertambah.

Penduduk kecamatan Rangkasbitung paling tinggi di Kabupaten Lebak.Kecamatan Rangkasbitung antara tahun 1990 sampai 2000 laju pertumbuhan penduduknya tertinggi. Tingginya laju pertumbuhan bisa di sebabkan faktor migrasi,di samping faktor natalitas dan mortalitas.

 

Kota Rangkasbitung sebagai ibukota Kabupaten Lebak bisa menjadi “wajah dan etalase” kabupaten.Bila diibaratkan sebuah rumah,ibukota kabupaten adalah terasnya rumah.Ia akan terlihat pertama kali oleh tamu yang berkunjung.Pusat ibukota kabupaten di Indonesia biasanya berada di alun-alun.Disekitar alun-alun biasanya terdapat pusat pemerintahan seperti kantor kabupaten (pondopo kabupaten),pusat kegiatan sosial seperti mesjid agung,dan pusat kegiatan ekonomi seperti pasar. Bupati H.Mulyadi Jayabaya melihat bahwa “etalase” Kabupaten Lebak-Kota Rangkasbitung harus tertata baik karena dengan begitu tamu yang datang akan merasa nyaman berada di Rangkasbitungdan pada akhirnya mau berinvestasi di Kabupaten Lebak.Untuk itu dilakukan penataan di wilayah sekitar Alun-Alun Kabupaten Lebak. Alun-Alun Kabupaten Lebak dibangun menjadi indah sehingga dapat menyedot perhatian publik. Alun-Alun tersebut kemudian dapat berfungsi sebagai tempat rekreasi keluarga,tempat olahraga,tempat aktivitas pemarintahan dan sosial lainnya,seperti upacara penyambutan tamu,kegiatan anak sekolah dan lain-lain.Jalan Multatuli yang berada di sekitar alun-alun di tata menjadi dua jalur dengan lebar 16 meter,sehingga dapat mengatasi kemacetan di jalan tersebut.

Dalam hal pendidikan di kabupaten lebak semua rata rata ada di kota kecil sejuta cerita yaitu kota rangkasbitung dari tingkat Paud,TK,SD terpavorit ,SMP,SMA sampai perguruan tinggi seperti STKIP Setia Budhi,STKIP PGRI,AMIK Wira Nusantara,Akademi Kerawatan Yatna Yuana,Akademi Kebidanaan,STIE dan STIA La-Tansa Mashiro,STIA Wasilatul Falah semuanya ada di Rangkasbitung.

Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sejarah ( Deskripsi Sejarah Kampung Halaman )

Ibu Satiah . NIM : 4322313030024

 

 

 

 

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1487Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13585Dibaca Per Bulan:
  • 346572Total Pengunjung:
  • 1393Pengunjung Hari ini:
  • 13009Kunjungan Per Bulan:
  • 14Pengunjung Online: