LAPAR

Oleh : BAYUDIN

Perasaan lapar timbul karena keadaan tubuh masih kosong, artinya belum ada sedikit makanan pun yang masuk kedalam tubuh, atau lapar juga bisa diakibatkan karena makanan didalam tubuh sudah dicerna habis oleh organ pencernaan kita. Sehingga, tubuh kita meminta untuk diisi oleh makanan. Apabila tubuh kita sudah merasa lapar, maka hendaknya jangan menunda-nunda lagi untuk makan. Akibat dari rasa lapar yang berlebihan dan kita membiarkannya untuk tidak makan ketika lapar, maka kita tidak akan memiliki selera makan lagi. Oleh karena itu, kita harus mengatur pola makan agar rasa lapar senantiasa dapat diatasi. Dengan pola makan yang teratur maka tubuh kita akan sehat dan tidak sakit.

Sadar atau tidak, seringkali kita mendapati seseorang yang mempunyai kebiasaan buruk dalam hubungannya dengan makanan. Mereka dengan rakus memakan berbagai jenis makanan tanpa memperdulikan apakah makanan tersebut sehat atau tidak bagi tubuhnya.

Dalam riwayat Muslim dari An-Nu’man bin Basyir ra. katanya, bahwa pada suatu ketika Umar ra. menyebut apa yang dinikmati manusia sekarang dari dunia! Maka dia berkata, aku pernah melihat Rasulullah SAW seharian menanggung lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak ada yang didapatinya pula selain dari korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya.

Suatu riwayat yang diberitakan oleh Abu Nu’aim, Khatib, Ibnu Asakir dan Ibnun-Najjar dari Abu Hurairah ra. dia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW ketika dia sedang bersembahyang duduk, maka aku pun bertanya kepadanya: Ya Rasulullah! Mengapa aku melihatmu bersembahyang duduk, apakah engkau sakit? jawab beliau: Aku lapar, wahai Abu Hurairah! Mendengar jawaban beliau itu, aku terus menangis sedih melihatkan keadaan beliau itu.

Beliau merasa kasihan melihat aku menangis, lalu berkata: Wahai Abu Hurairah! jangan menangis, karena beratnya penghisaban nanti di hari kiamat tidak akan menimpa orang yang hidupnya lapar di dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan dunia. (Kanzul Ummal 4:41)

Salah satu kebiasaan buruk yang jamak dilakukan adalah kebiasaan makan disaat yang bersangkutan belum merasa lapar. Rasa lapar timbul sebagai respon terhadap menurunnya kadar glukosa atau kalori dalam darah. Rasa lapar ini sering dibarengi dengan suara-suara aneh yang keluar dari dalam lambung. Suara-suara ini seakan memerintahkan kita untuk segera makan.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa tubuh kita memiliki cadangan lemak yang melimpah terutama mereka mereka yang tubuhnya sedikit ‘berisi’. Cadangan lemak ini dapat diubah menjadi energi untuk menopang kehidupan. Jadi, perintah suara yang berasal dari perut bisa kita abaikan untuk sementara waktu tanpa mengakibatkan sesuatu yang buruk bagi tubuh kita.

Secara umum rasa lapar dibagi menjadi dua yaitu lapar secara fisik dan lapar secara psikis. Lapar secara fisik telah saya jelaskan di paragraf kedua diatas. Nah, yang berbahaya sebenarnya adalah lapar secara psikis. Orang yang masuk ke dalam golongan ini adalah mereka yang secara fisik tubuhnya tidak merasa lapar namun perasaan laparnya muncul dari pikiran sehingga menuntun orang ini untuk makan.

Banyak hal yang bisa menyebabkan anda merasa lapar secara psikis antara lain, bentuk dan aroma makanan yang mengundang selera. Untuk membangkitkan selera makan, anda tidak mesti melihat langsung makanan tersebut, memandangnya di televisi pun bisa menambah keinginan anda untuk memakan makanan tersebut. Gejala ini sebenarnya bukan disebabkan oleh rasa lapar yang menyelimuti tubuh anda tetapi rasa ingin untuk menikmati makanan tersebut.

Ada juga yang mengalami rasa lapar psikis akibat dari tekanan stress. Mereka melampiaskan kepenatan hatinya dengan memakan makanan meskipun saat itu mereka tidak merasa lapar.

Bila dibiarkan, perilaku menyantap makanan disaat tidak lapar ini tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh. Tubuh akan penuh dengan timbunan kalori yang tidak termanfaatkan dengan baik. Akibatnya tentu sudah dapat diprediksi yaitu kegemukan.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Untuk bisa mengatasi sesuatu kelainan kita harus selalu berfikir akan penyebab yang mendasari kelainan tersebut. Jika tiap hari anda rajin menonton acara wisata kuliner di TV dan setelah acara itu anda ingin makan, maka anda harus mengurangi kebiasaan menonton acara tersebut. Jika kamar tidur anda dekat dengan dapur dan aroma makanan di dapur selalu menggoda anda untuk makan maka anda harus berusaha diam agak jauh dari dapur.

Walau tampak mudah namun mengubah kebiasaan buruk sangatlah sulit dilakukan. Meskipun sulit bukan berarti tidak mungkin, kalau ada niat dan kemauan pasti akan berhasil.

 

1 Komentar

  • Kuncen

    Nov 18, 2011

    Mohon maaf jika ada kesulitan dalam menulis komentar. Website sedang dalam perbaikan. - Webadmin

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 132Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 14069Dibaca Per Bulan:
  • 346959Total Pengunjung:
  • 122Pengunjung Hari ini:
  • 13396Kunjungan Per Bulan:
  • 2Pengunjung Online: