Materi 4

KELOMPOK SOSIAL

Naluri yang dimiliki manusia untuk selalu hidup bersama dengan sesamanya, mendorong terbentuknya kelompok-kelompok sosial. Kelompok sosial merupakan suatu sistem, mempunyai nana dan identitas tertentu yang dimiliki bersama dan semua orang yang ada didalamnya merasakan adanya hubungan yang mengikat mereka menjadi satu dan melakukan interaksi satu dengan lainnya. Contoh kelompok sosial adalah yang disebut masyarakat.

Menurut Koentjaraningrat, terdapat ciri masyarakat sebagai berikut: (a) merupakan sekumpulan manusia yang saling bergaul/berinteraksi, (b) mempunuai pola tingkah laku yang di ikat oleh adat istiadat yang khas, (c) mempunyai rasa kebersamaan.

D ibawah ini merupakan kelompok sosial yang disebut masyarakat pedesaan/ Paguyuban (gmeinschaft) dan masyarakat perkotaan/Patembayan (gesselschaft).

A. Masyarakat Pedesaan

– adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerja sama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (homogen) di suatu daerah tertentu dengan matapencaharian mayoritas dari sektor agraris.

– Memiliki ciri-ciri sbb :

1`Hubungan antar warga terjalin lebih erat dan mendalam dengan dasar kekeluargaan

2. Sebagian besar warganya bermatapencaharian di bidang agraris.

3. Relatif bersifat homogen baik dalam agama, matapencaharian, adat istiadat, bahasa, dan sebagainya.

1. Cara hidup yang bersifat gotongroyong dan saling menolong.

2. Sikap mental yang religius-magis.

3. Jumlah penduduk relatif sedikit.

– Ketegangan-ketegangan atau masalah-masalah sosial yang terjadi pada masyarakat pedesaan biasanya terjadi disebabkan antara lain oleh :

1. Konflik atau pertengkaran antara anggota masyarakat desa.

2. Kontraversi atau pertentangan sikap atau pendapat antara warga masyarakat.

3. Kompetisi yang pada kakikatnya merupakan sifat manusia.

B. Masyarakat Perkotaan

– adalah himpunan penduduk yang bermatapencaharian non agraris, bertempat tinggal di dalam dan di sekitar tempat kegiatan ekonomi, pemerintah, pusat kebudayaan, pendidikan dan sebagainya.

– Memiliki cirri-ciri, sbb:

1. Jumlah penduduk banyak.

2. Penduduk terbanyak dan padat pada pusat kota.

3. pertambahan penduduk cepat karena banyaknya pendatang.

4. Latarbelakang penduduk heterogen, baik agama, suku bangsa, bahasa, pendidikan, matapencaharian , dan sebagainya.

5. Sifat penduduk yang materialistis dan individualis.

C. Faktor-faktor yang dapat membedakan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, antara lain sebagai berikut :

1. Jumlah dan kepadatan penduduk

2. Lingkungan hidup.

3. Mata pencaharian.

4. Corak kehidupan sosial.

5. Mobilitas sosial.

6. Pola interaksi.

7. Solidaritas sosial.

8. Kedudukan dalam hierarki system administrasi nasional.

D. Hubungan antara Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

1. Bersifat saling membutuhkan dalam memenuhi berbagai kebutuhan.

2. Masyarakat desa memenuhi kebutukan masyarakat kota akan bahan-bahan pangan dan tenaga kerja kasar.

3. Masyarakat kota menghasilkan barang-barang dan pelayanan jasa yang dibutuhkan masyarakat desa.

E. Urbanisasi

– Adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.

– Adalah proses terjadinya masyarakat perkotaan.

– Adanya sifat atau cara hidup yang menarik dan ditunjukan dengan tersedianya berbagai fasilitas hidup, merupakan masyarakat pedesaan tertarik pindah ke kota.

– Proses tersebut ditandai dengan ciri-ciri sbb:

1. Terjadinya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota.

2. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agrarisdi sektor sekunder (industri) dan sektor tersier (jasa).

3. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota.

4. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan pada bidang ekonomi, sosial kebudayaan, dan psikologis.

F. Faktor-faktor penyebab terjadinya urbanisasi

1. Faktor Pendorong (push factors), diantaranya :

– Timbulnya kemiskinan di daerah pedesaan.

– Ingin membebaskan diri dari kungkungan adat istiadat yang ketat.

– Keinginan untuk menambah ilmu.

– Keinginan mengembangkan kemampuan selain di bidang agraris.

– Kegagalan panen.

– Kurangnya berbagai sarana di desa.

2. Faktor Penarik (pull factors), diantaranya :

– Anggapan di kota mudah mencari kerja.

– Keinginan untuk mengangkat posisi sosial.

– Di kota ada kesempatan dan prasarana untuk mengembangkan usaha di sektor non agraris.

– Kota di anggap sebagai tempat untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat.

– Kota memberikan kemungkinan yang lebih memadai untuk mengembangkan jiwa.

G. Dampak urbanisasi bagi daerah pedesaan dan daerah perkotaan

– Dampak positif >

bagi daerah pedesaan dan perkotaan

– Dampak negatif>

H. Usaha-usaha pencegahan urbanisasi

Dilakukan baik di daerah pedesaan maupun di daerah perkotaan:

1). Perbaikan ekonomi pedesaan

2). Perbaikan dan pembangunan berbagai sarana kebutuhan masyarakat pedesaan.

3). Pendidikan yang mengutamakan budi pekerti dan pribadi yang berakhlak tinggi dan bertanggungjawab.

4). Pembatasan jumlah pendatang pada kota-kota terutama kota yang padat penduduk.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 36Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 13973Dibaca Per Bulan:
  • 346869Total Pengunjung:
  • 32Pengunjung Hari ini:
  • 13306Kunjungan Per Bulan:
  • 0Pengunjung Online: