Mati..!

oleh: DC Aryadi

Aku tak pernah bermimpi suatu saat nanti aku mati tanpa alasan, atau aku tiba-tiba menghilang dari dalam kamar. Silam Begitu saja dengan ditandai asap hitam yang mengepul saat-saat terakhir aku menghilang itu . kemudian orang-orang perlahan mulai merayakan kehilanganku. Mereka bertepuk tangan dengan meriah. Berjingkrak menari dengan botol bir di tangan kiri dan ganja kangkung di tangan kanan
Ada lagi yang membuat ritual khusus layaknya upacara adat menyambut panen tiba. Seserahan telah disiapkan, tak tanggung-tanggung. Lima kepala kerbau bule siap dihanyutkan kelaut demi ritual menyambut kehilanganku. Baiklah Sebelum aku silam. Suatu malam Aku membuat sebuah coretan berbentuk tanda seru lengkap dengan pentolnya, tapi aneh. Entah kenapa esok paginya coretan didinding itu berubah menjadi coretan yang berbentuk tanda tanya. Entah kenapa pula Aku berfikir ini sebuah pertanda baik. Aneh. Keesokan harinya, Kemudian coretan didinding itu kuganti dengan coretan yang berupa dua buah tanda titik . Agar Orang lain tahu bahwa aku sudah berakhir. Keesokan harinya Kejadian serupa terulang kembali. coretan yang hanya berbentuk tanda titik itu telah berubah menjadi huruf kapital S. Aku kemudian tak mau lagi membuat coretan didinding dengan alasan beberapa kejadian yang telah kualami itu.

Jam Berdetak sepuluh kali. terdengar olehku suara ramai orang mebaca ayat-ayat suci alquran Layaknya mengaji untuk mendoakan orang yang mati. Tapi aku agak sedikit Aneh. kalau memang ada yang meninggal, sedari tadi aku tak mendengar suara tangisan orang yang merasa kehilangan. Nafasku sesak aku seperti berada dalam ruangan yang sangat sempit. Aku mencim bau wewangian yang basal dari tubuhku. Wewangian yang sering dipakai orang untuk Jenazah yang baru usai dimandikan. Mataku kulempar kesana kemari mencari titik cahaya agar aku tau bahwa aku tengah dimana. Aku meronta dengan mengedor-gedor papan yang menjepit tubuhku itu. Tapi sedikitpun tak ada respon tak ada orang yang mendengar, padahal suara orang sangat ramai di luar sana. Apakah mereka tak ada yang mendengar sura papan yang kupukul sedari tadi ?

Setelah berusaha berakali-kali tetap saja tak ada orang yang mendengar. Aku baru menyadari bahwa aku tengah berada di sebuah peti mati tapi kenapa. Padahal aku masih hidup ? aku terus meronta-ronta. Berkali-kali tanganku mencakar-cakar peti mati itu. Aku mulai Lemas. Aku kehabisan Tenaga. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Perlahan mereka mulai mengangkat peti jenazah, dan aku didalmnya. Aku mencoba untuk menenagkan diri. Ku tarik nafas dalam-dalam melalui hidung dan kukeluarkan melaui mulut. Aku mulai kosentrasi. Kuraba Urat-urat di sekujur tubuhku, mulai dari meraba urat-urat yang berada disekitar wajahku, lenganku, bahuku, dadaku, pinggang. Kemudian tanganku terus kebagian bawah tubuhku. Ketika tanganku mulai meraba bagian lutut. Tanganku seperti meraba sesuatu yang sulit dijangkau. Tanganku tidak menemukan bagian lutut hingga kekaki. Tanganku menemukan pangkal lutut atau ujung pahaku butung. Kedua Kakiku buntung. Peti mati kemudian didorong kedalm lobang yang tak begitu dalam. Kemudian ditimbun tanah hingga meluap. aku dikubur. Tak Lama kemudian Ada cahaya terang menerangi dalam kuburan ini. Aku barada didalam tanah
Bibirku tersenyum. Didalam kubur ini peti mati kubuka dengan sangat gampang sekali. Mataku langsung tebuka dilangit-langit kuburan tepat diatas ubun-ubunku aku melihat beberapa bentuk coretan yang menyerupai tanda seru lengkap dengan pentolnya, berupa tanda titik tapi hanya satu..

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1825Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13923Dibaca Per Bulan:
  • 346827Total Pengunjung:
  • 1648Pengunjung Hari ini:
  • 13264Kunjungan Per Bulan:
  • 1Pengunjung Online: