Membangun Daya Saing Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

PIDATO

KETUA STKIP SETIA BUDHI RANGKASBITUNG

PADA SIDANG SENAT TERBUKA DALAM RANGKA WISUDA

SARJANA TAHUN AKADEMIK 2010/2011

Sidang senat yang mulia

Bupati lebak yang kami hormati

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Jawa Barat dan Banten

Unsur pimpinan dan pejabat di lingkungan STKIP Setia Budhi Rangkasbitung

Ibu-Ibu bapak-bapak orang tua wisudawan yang berbahagia

Para wisudawan dan seluruh undangan yang kami hormati

 

Assalamualaikum wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.-

 

Sidang senat yang mulia, dan hadirin yang berbahagia.-

Pada saat yang berbahagia ini kami mohon perkenan hadirin untuk menyampaikan evaluasi dari proses yang telah kita jalani bersama, dan juga perkenankan kami menyampaikan pandangan dan beberapa pokok pikiran tentang posisi strategis dan pemeranan yang akan di tempuh. Dalam pada itu, sebagai bagian dari warga bangsa kita melihat bahwa kita berada pada domain ekonomi sebagai poros peradaban dunia, dan disadari saat ini Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat ketergantungan ekonomi luar negeri tertinggi di dunia. Dalam pengamatan para ahli, Degree of openness Indonesia mencapai 50% lebih, padahal di negara-negara maju seperti amerika jumlahnya hanya berkisar 16%. Hal inilah yang mengakibatkan daya saing dan kemandirian kita menurun. Fundamental ekonomi kita pada akhirnya menjadi sangat tergantung dan mudah terpengaruh perubahan global. Sehingga untuk mengatasinya diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan industri.

Pada era globalisasi, kita dipaksa untuk bertumpu pada etika dalam pergaulan internasional, yang diantaranya berlaku Soft Law. Kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat international yang berlaku antar berbagai pihak yang sudah lama berlangsung. Soft Law ini tidak memiliki aturan-aturan tertulis dan hukuman-hukuman yang tegas jika suatu kebiasaan umum dilanggar. Tetapi tak jarang justru hukuman yang diterima justru lebih berat, misalnya tidak lagi diikutsertakan dan dipercaya dalam kegiatan. Hard law, berasal dari konvensi-konvensi international yang telah diratifikasi oleh negara-negara anggotanya, misalnya konvensi GATT, WTO (World Trade Organitation). Konvensi ini memberikan hukuman yang jelas dan tehas bagi negara-negara anggota yang melanggar ketentuan-ketentuannya. Seperti TRIP’s (Annec 1 C: Agrement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights). Ini berkenaan langsung dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Bagi perguruan tinggi kondisi ini mau – tidak mau, suka ataupun tidak, memaksa untuk beradaptasi dengan cepat. STKIP Setia Budhi Rangkasbitung telah dan akan terus melakukan akselerasi diri, dengan mengembangkan kurikulum dan implementasinya yang mampu menggali potensi intelektual daerah, dengan mengedepankan nilai-nilai dan kearifan yang kita warisi dan kita miliki.

Pada tahap akselerasi lanjut kami terus berupaya keras agar potensi-potensi tersebut dapat mengemuka dan mendapat respon/keberpihakan berbagai komponen masyarakat, sehingga prestasi dan kebanggaan dari kualitas tersebut bermanfaat dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas.

Selain itu, perlindungan HAKI dan lisensi eksklusif melalui berbagai penelitian juga akan membantu sekaligus meningkatkan posisi perguruan tinggi agar lebih sesuai jika disandingkan dengan industri. Untuk memulai upaya ini, memang diperlukan kemampuan pengelola perguruan tinggi untuk mencermati keadaan dan kesempatan, sekaligus keberanian untuk mengambil resiko.

Sidang senat yang mulia,..

Realitasnya konsekuensi ini memaksa perguruan tinggi harus menggunakan kombinasi ide pada wilayah konsep, operasional, dan teknikalitas. Dalam tataran konsep, perguruan tinggi harus menghayati pilihannya tentang nilai-nilai filosofis pendidikan, visi dan misi yang ditetapkan serta berusaha memperkuat perguruan tinggi lain dalam membangun sinergi nasional. Pada tataran operasional di optimalkan untuk membangun partnership dengan mitra manapun, kita harus senantiasa menekankan bahwa hubungan yang terjadi nantinya akan menyatukan opportunity sehingga akan menghasilkan opportunity yang lebih besar bagi masyarakat. Mendorong agar perguruan tinggi membangun daya saing dengan semangat yang ambisius sekaligus realistik, dengan menggunakan evaluasi diri sebagai base-line dalam penetapan rencana strategis dan rencana operasional. Pada tataran teknis, perencanaan dilakukan dengan memperhatikan keunikan yang ada pada perguruan tinggi sebagai komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi (pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat). “Dalam membangun daya saing, perguruan tinggi harus menyadari perlunya pertumbuhan mutu berkelanjutan yang terus berkembang dan memiliki siklus sesuai dengan konteks tempat”. Untuk itu, diperlukan kemampuan melakukan scan global and reinvent local.

Patut disadari bersama, dihadapan kita sejumlah 300 wisudawan adalah salah satu dimensi yang diharapkan memberikan jaminan kearah itu, mereka akan berhadapan dengan dinamika yang sangat deras, yang mengacu daya kreativitas dan inovasi unggul di tengah masyarakat. Pada prinsipnya meskipun kami mendidik dan membina tenaga kependidikan, namun demikian kita telah dan terus mengembangkan keahlian kompetitif lainnya, dan akan menjadi nilai pembeda dengan out put perguruan tinggi lainnya.

Hadirin yang berbahagia,..

Sebagai gambaran bahwa percepatan penguasaan teknologi informasi (IT) secara umum masih tertinggal, apalagi STKIP Setia Budhi Rangkasbitung sebagai perguruan tinggi di daerah yang jika dibandingkan dengan raihan 33 perguruan tinggi dalam webometries edisi januari 2009 yang mencakup perguruan tinggi negeri maupun swasta maupun raihan Times Higher Education Supplement (THES). Tentu masih membutuhkan upaya peningkatan kualitas berkelanjutan.

Rendahnya daya saing, terutama pada perguruan tinggi swasta, telah menyebabkan pertumbuhan perguruan tinggi meningkat lebih tinggi (40%-an) dibandingkan peningkatan jumlah mahasiswa (30%-an). Apalagi jumlah pengangguran terdidik yang berasal dari alumni perguruan tinggi juga meningkat dari tahun ke tahun. Data yang ada menunjukan bahwa terdapat peningkatan penganguran dari jenjang pendidikan strata satu. “Sehingga kadang ada benarnya adigium, semakin tinggi pendidikan, semakin tidak bisa mandiri.”

Untuk itu, perguruan tinggi Indonesia dituntut memiliki, membangun, dan mempertahankan daya saing yang baik antara lain dengan memperkuat kompetensi dasar yang dimiliki. Selain itu daya saing bangsa secara keseluruhan, juga perlu ditingkatkan karena terbukti berkorelasi positif dengan daya saing perguruan tinggi. “ Peringkat daya saing secara agregat sebuah negara terbukti berdampak pada daya saing perguruan tinggi top dunia, yang memang berasal dari negara dengan daya saing tinggi”.

Secara jujur kami juga harus menyoroti gap antara perguruan tinggi dengan dunia masyarakat, masih terdapat spectrum-spectrum yang belum dapat kami rangkum sepenuhnya hak ini antara lain diakibatkan oleh kurangnya pengalaman nyata/real world mahasiswa. Kondisi demikian antara lain terdapat beberapa mata kuliah belum terkoneksi kuat dengan tuntutan pasar,  akibatnya lulusan perguruan tinggi ataupun teknologi yang dihasilkan tidak siap pakai. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, kami merasa perlu melakukanya course partnership dan research partnership dengan berbagai pihak.

Secara lebih jelas, Course partnership merupakan kerjasama dalam penyusunan materi, penyajian dan fasilitas mata kuliah (proyek) dengan sasaran benchmarking mata kuliah terhadap industri. Melalui kerjasama ini, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman real world dan perusahaan sebagai mitra akan mendapatkan solusi dari hasil kerja mahasiswa. Hasilnya nanti akan memungkinkan perusahaan mendapatkan mahasiswa yang sesuai untuk direkrut.

Sedangkan research partnership merupakan kerjasama pengembangan dan pemanfaatan hasil riset yang sasaran utamanya adalah sinergi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antara industri dan perguruan tinggi. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan dengan penelitian lebih lanjut dari hasil riset awal oleh perguruan tinggi dan industri yang menjadi mitra, untuk selanjutnya diimplementasikan dalam teknologi baru yang diproduksi industri mitra.

Hadirin yang kami hormati,..

Salah satu aspek yang sedang kami coba kembangkan adalah bagaimana kita dapat mengangkat keungulan lokal kita. Keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang merupakan ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan Iain-Iain. Sumber lain mengatakan bahwa Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah. Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Keunggulan Lokal  adalah suatu proses dan realisasi peningkatan nilai dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk/jasa atau karya lain yang bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif.

Keunggulan lokal harus dikembangkan dari potensi daerah. Potensi daerah adalah potensi sumber daya spesifik yang dimiliki suatu daerah. Sebagai contoh potensi kabupaten Lebak memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tantangannya hadir berupa tuntutan bagi segenap komponen di Lebak untuk melakukan langkah-langkah sinergi dan konkrit dalam menggali dan mengangkat keunggulan lokal kita yang selama ini masih terpendam. Sebagai Perguruan Tinggi penghasil tenaga kependidikan kami terus berupaya dengan berbagai dimensi untuk mengambil inisiatif terhadap inventarisasi dan kajian pengembangannya, agar masyarakat menyadari dan mau, serta mampu untuk secara bersama-sama bergerak sebagai subyek kemajuan berbasis keunggulan lokal.

Pada akhirnya, kami dapat sampaikan semua proyeksi dan orientasi yang hendak kami capai bukanlah egoistrisme kami semata-mata. Akan tetapi kami hendak menentukan posisi sebagai cerminan perubahan sosial masyarakat, yang terus melaju untuk menggapai perolehan-perolehan daya saing kita bersama, dengan tetap mengedepankan karakter, wawasan kebangsaan yang dipayungi oleh nilai dan norma-norma kearifan yang telah kita miliki. Sebagai penutup pidato ini, perlu kiranya kami menyampaikan ungkapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pihak yang telah bersama kami bahu membahu dalam membangun dan mengembangkan STKIP Setia Budhi Rangkasbitung. Tak lupa ucapan selamat kepada para orang tua, keluarga wisudawan atas keberhasilannya pada hari ini. Harapan kami kepada para wisudawan agar tak lelah dalam menempa diri dan mengembangkan keahlian, sehingga saudara semua akan memiliki cakrawala dan pandangan hidup, yang terus menerus mampu menilai dan mengadaptasi setiap perubahan jaman yang terjadi. Kami berprinsip, biarlah kesahajaan ini merupakan jawaban kita bersama atas tekad pengabdian demi kejayaan bangsa.

Wassalamu alaikum wr. wb

Rangkasbitung, 13 Oktober 2011

Ketua

H. Suharja, Drs., M.Pd

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1790Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13888Dibaca Per Bulan:
  • 346795Total Pengunjung:
  • 1616Pengunjung Hari ini:
  • 13232Kunjungan Per Bulan:
  • 4Pengunjung Online: