MILENARISME

Istilah Milenarisme mencakup berbagai macam gerakan revolusioner primitif yang kerap kali muncul dikalangan bangsa atau golongan yang kurang berpendidikan. Penganut gerakan milenaristis percaya bahwa akan segera tiba masyarakat yang seluruhnya baru yang akan melenyapkan kekurangan yang ada sekaligus. Dalam hal ini kita menghadapi harapan akan kebahagiaan yang sangat naif, keyakinan buta akan tibanya seorang juru selamat yang akan membawa langit serta bumi baru.

Di Indonesia milenarisme sudah dikenal. Gejala ini sudah terdapat dalam periode Jawa-Hindu dalam sejarah Indonesia. Kebanyakan gerakan milenaristis di Indonesia mesianistis sifatnya, yaitu orang percaya bahwa akan tercipta suatu negara bahagia olleh seorang juru selamat adikodrati atau mesias. Sang mesias dalam tradisi milenarisme Jawa adalah tokoh yang dikenal sebagai Ratu Adil, yang pada suatu ketika akan datang membawa kemerdekaan dan kemakmuran yang berlimpah.

Gambaran tentang juru selamat yang menjadi raja sudah lama kita dapati dalam sejarah Jawa. Schrieke memberi banyak contoh dalam sastra klasik Jawa-Hindu tentang raja-raja yang dianggap sebagai juru selamat. Kebanyakannya sebagai penjelmaan Dewa Wishnu. Ramalan yang paling terkenal tentang datangnya seorang Ratu Adil adalah ramalan Jayabaya, yang dinyatakan berasal dari raja abad ke-12 yang memakai nama yang sama dari kerajaan Kediri. Ramalan-ramalan Jayabaya muncul dalam paruh kedua abad yang lalu, dengan banyak macam versinya.

Selanjutnya gerakan milenarisme di Indonesia mempunyai ciri yang dalam kepustakaan tentang gerakan sosial primitive yang disebut juga dengan istilah “Nativisme”. Pengertian ini mencakup berbagai gejala yang menunjukkan adanya kebencian yang kuat terhadap penguasa asing yang dianggap bertanggung jawab akan keruntuhan masyarakat yang sekarang berlangsung dan hasrat untuk kembali kepada masyarakat masa sebelum tibanya orang asing yang biasanya sangat diidamkan.

Di Jawa hasrat nativistis akan pemulihan masyarakat tradisional ini tertuju pada kerajaan-kerajaan Jawa dahulu kala. Kebencian terhadap penjajah asing ada kalanya menghasilkan upaya-upaya bersenjata untuk mengusir mereka, tetapi karena persiapan yang buruk upaya tersebut selalu gagal. Milenarisme Indonesia juga telah mengalami pengaruh Islam yang kuat. Agama Islam mengenal ajaran eskatologi yang menyatakan bahwa masyarakat yang sempurna akan dibawa oleh mesias Islam, Sang Mahdi. Harapan akan kedatangan Mahdi telah merasuk agak dini, kira-kira sejak abad tujuh belas, dan berbaur dengan ajaran dan harapan-harapan Hindu-Jawa.

Di Indonesia perbauran antara gerakan milenaristis dan gerakan sosial modern muncul dalam gerakan Serekat Islam, yang pada dasarnya memperlihatkan sifat-sifat milenaristis yang kuat, seraya di “bangunan atas” ia merupakan gerakan yang modern dan rasional walaupun tidak merupakan gerakan sosial yang revolusioner. Seperti telah dikemukakan bahwa dalam tradisi Jawa yang milenaristis tokoh mesias-raja memainkan peranan penting. Hal ini kita lihat juga dalam milenarisme yang terjalin dalam Serikat Islam di Jawa.

Harapan yang ditimbulkan atau digerakkan oleh Serikat Islam akan datangnya mesias-raja kebanyakan tertuju kepada keraton Surakarta. Kenyataan bahwa Serikat Islam timbul di ibukota kerajaan ini memainkan peranan yang sangat penting. Harapan mesianistis dalam rangka Serekat Islam sesungguhnya tidak hanya tertuju kepada Susuhunan Surakarta. Beberapa kali kita jumpai pula contoh tentang harapan yang tertuju pada Mangkunegara. Residen Surakarta menyatakan bahwa pada kongres Serekat Islam di Surakarta pada tahun 1913, tersebar desas-desus bahwa H. Samanhudi bertindak sebagai utusan susuhunan disana, hal yang sama pula terjadi dengan beredarnya cerita tentang Tjokroaminoto di sekitar Sidoarjo, daerah Surabaya.

Pemimpin-pemimpin Serekat Islam kadang-kadang menjadi tumpuan harapan mesianistis. Hal ini terutama berlaku bagi Tjokroaminoto. Juga Goenawan menimbulkan harapan demikian pada rakyat Sumatra Selatan. Mengenai Tjokroaminoto sendiri, Bupati Surabaya menyebutkan dalam suatu nota tentang gerakan Serekat Islam: keterangan saksi yang menyatakan bahwa Tjokroaminoto sebagai “raja” Serekat Islam. Dalam kedudukan ini orang menghubungkannya dengan raja yang akan datang yang menurut ramalan Jayabaya pasti akan tiba. Di Jawa Barat diumumkan bahwa Tjokroaminoto-lah yang akan menjadi raja Jawa yang baru. Juga terdapat suatu laporan saksi mata tentang bagaimana Tjokroaminoto disambut oleh rakyat Situbondo dan sekitarnya, diJawa Timur yang memberikan kesan kuat bahwa Sang juru selamat-lah yang disambut, bukan pemimpin utama Serekat Islam. Laporan ini dibuat oleh H. Agus Salim. Bagaimana reaksi sikap pemimpin Serekat Islam terhadap gejala milenaristis dalam gerakan tersebut..?? Pada umumnya mereka menolak. Laporan H. Agus Salim tentang penyambutan Tjokroaminoto oleh rakyat Situbondo merupakan bukti bahwa Tjokroaminoto tidak menerima peranan mesias yang diberikan orang kepadanya.

Tampaknya dia sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapi penghormatan para pengikutnya. Dalam pidatonya pada kongres di Bandung tahun 1916 Tjokroaminoto berkata, “walaupun hati kita penuh dengan harapan dan hasrat yang agung, tidak pernah kita bermimpi akan datangnya seorang ratu adil, atau keadaan-keadaan lain yang mustahil.” Pada kesempatan yang sama seorang pemimpin Serekat Islam yang lain memperingatkan rakyat agar jangan mempercayai omongan para propagandis milenaristis. Mereka mengingatkan kepada suatu pemberontakan milenaristis terkenal “yang banyak menumpahkan darah orang yang tidak berdosa.” (pemberontakan Gedangan, 1904 disekitar Sidoarjo, Jawa Timur) Redaksi Kaoem Moeda pada bulan oktober 1914 memperingatkan pengaruh yang merusak dari suatu tulisan milenaristis Islam yang tersebar disekitar Manonjaya (Priangan), dan dengan tegas menyatakan bahwa Serekat Islam tidak punya urusan apa-apa dengan masalah ini.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1496Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13594Dibaca Per Bulan:
  • 346578Total Pengunjung:
  • 1399Pengunjung Hari ini:
  • 13015Kunjungan Per Bulan:
  • 7Pengunjung Online: