Orang-orang di simpang Kiri sebuah Jalan

Oktapian Permana
Mahasiswa Prodi Pend. Sejarah semester VI
Sebelumnya tulisan ini terinspirasi dari tulisan seorang pemuda pada angkatan 65 yang terlibat dalam gerakan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) yaitu pada Akhir Era Presiden Soekarno. Adalah Soe Hok Gie, seorang Intelektual muda keturunan Tionghoa ,yang ketika itu dia merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Sejarah di Universitas Indonesia yang di hadapakan pada simpang siur serta pertarungan ideologi yang sedang berkecamuk hebat di dalam tubuh bangsa ini yaitu semenjak presiden Soekarno Mengumandangkan Nasakom (Nasionalis,Agama,dan Komunis) sebagai pilar bangsa ini hingga menimbulkan ketegangan yang berujung pada pristiwa yang di sebut Gerakan 30 September 1965 yang mengakibatkan tewasnya 7 Jendral angkatan darat, yang berujung dengan di Musnahkannya Partai Komunis Indonesia atau PKI melalui surat perintah yang di berikan Presiden Soekarno Pada tanggal 11 Meret 1965 kepada pangkostrad ketika itu Mayjen Soeharto dan secara otomatis menandai kejatuhan Soekarno dan peralihan dari priode yang di sebut Orde lama ke Orde baru , banyak pihak yang mengindikasikan pristiwa ini sebagai kudeta angkatan darat kepada pemerintah Soekarno yang kemudian hari posisi presiden jatuh ke tangan Soeharto. Namun pertanyaan nya siapakah golongan komunis itu , dan mengapa mereka begitu sentral pada pristiwa tahun 1965 sebagai pihak yang berusaha mengkudeta pemerintah soekarno ? untuk menjawab pertanyaan itu Soe Hok Gie kemudian melakukan penelitian dan menghasilkan sebuah karya Skiripsi yang mengantarkannya menjadi seorang sarjana sastra Sejarah di Universitas indonesia yang berjudul “Orang-Orang di simpang Kiri sebuah Jalan”. Yaitu tulisan yang berkisar tentang pristiwa pemberontakan Madiun tahun 1948.

Namun ada kisah lain juga mengenai kronik sejarah yang terjadi di indonesia ialah melalui tulisan seorang Sastrawan yang di cap sebagai simpatisan PKI dan menjalani pengasingan selama Puluhan tahun yaitu Pramudiya Ananta Toer yang menggambarakan mengenai pristiwa-pristiwa yang terjadi pada kurun masa revolusi indonesia yaitu dalam tulisannya berjudul “kronik Revolusi Indonesia.
dalam sejarah indonesia secara umum golongan kiri bisa di identikan dengan kaum perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berpaham komunis-sosialis , mereka di identikan “kiri” karena merupakan sisi lain dari arus utama dengan idealisme khas mereka yang sosialis-komunis . Kaum kiri mencita-citakan terbentuknya sebuah negara yang berkeadialan yang di bangun atas dasar persamaan sesama manusia tanpa penindasan, tanpa kolonialisme dan kapitalisme. Golongan kiri dipengaruhi oleh pemikiran Marx dan Engles di mana manifestasi terbesarnya adalah dengan berdirinya negara raksasa yang berdasrkan komunis yaitu Uni Soviet setelah kemenangan Revolusi Oktober yang di lakukan oleh Lenin.
Gologan kiri di indonesia dapat di lacak kedalam tubuh organisasi semasa pergerakan kemerdekaan indonesia yaitu SI atau (Sarekat Islam) yang kemudian terpecah kedalam dua kutub utama yaitu SI putih dan SI merah , SI merah banyak di pengaruhi oleh paham sosialisme-komunisme yang di bawa oleh Seneveliet pada Tahun 1914 yang mempengaruhi tokoh-tokoh seperti Semaoen,Darsono, Alimin dan Tan Malaka dimana kemudian terbentuklah ISDV (Indische Social-Democratische Vereeniging) yang kemudian berubah menjadi PKI yang kental dengan perjuangan rakyat kelas bawah yang tak berpunya (Proletar) melawan hegemoni orang-orang kaya yang berpunya yang menindas (Borjuis), yang memandang selama masih adanya kelas-kelas sosial di dalam masyarakat maka keadilan pun tidak akan pernah terwujud yang kemudian hari kaum borjuis di identikan dengan kaum Kolonialis dan para pengusa Feodal ,di mana cita-cita kaum kiri adalah kemerdekaan rakyat indonesia dari tangan kaum kolonialis,maka dalam hal ini sikap mereka sama seperti kaum pergerakan lainnya yang sama-sama mencita-citakan kemerdekaan, sedangakan SI putih adalah kaum pergerakan yang banyak di pengaruhi oleh pan Islamisme tokohnya adalah Hj.Agus Salim, Kartosoewiryo,Abdul Muis,dan Soeryo Pranoto. SI merah dan SI putih sering berbeda pendapat dan Sebagai penengah adalah HOS.Cokroaminoto namun kemudian Cokroaminoto lebih memihak kepada SI putih , dari didikan Cokroaminoto lahir sosok seperti Soekarno, sedangkan darsono, Semaoen dan Muso juga pada awalnya juga merupakan anak didik Cokroaminoto yang memilih komunisme dan sosialisme sebagai landasan bagi perjuangan Bangsa.
Revolusi kaum kiri yaitu pada November 1926 terjadi pemberontakan PKI yang di pimpin oleh Alimin dan Muso yang menyerukan perjuangan melawan pemerintah kolonial dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah Belanda namun kemudian gagal dan pemberotakan di tumpas oleh pemerintah dengan brutal dan 13.000 orang di tahan 4500 di penjara dan 1.300 yang umumnya kader-kader partai di asingkan dan 823 di kirim ke Boven Digul (Papua), kemudian setelah itu segala aktivitas PKI secara resmi di larang oleh pemerintah kolonial,Sementara Muso dan Alimin sedang berada di Uni Soviet dan kemudian PKI berubah menjadi organisasi bawah tanah hingga pada masa pendudukan Jepang, kaum Komunis sangat anti Jepang karena di anggap sebagai lawan Ideologi mereka Bahwa Jepang di nilai Fasis sama seperti Jerman dan Italia di Front Eropa yang berperang melawan Uni Soviet. Soekarno dan Lainya di Anggap sama Fasisnya karena berkerja sama dengan Jepang. Hinga pada masa setalah Jepang kalah perang dari sekutu dan golongan muda memaksa Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, bentuk negara yang di bentuk nampaknya tidak di hendaki oleh pihak Komunis dan juga karena tidak melibatkan mereka dalam penyusunan Negara,kemudian mereka menganjurkan agar indonesia sebaik nya merapat kepada Uni Soviet serta meninggalakan seluruh perundingan dengan pihak kolonialis yang datang kembali dan menggantinya dengan pertempuran total melawan pihak kolonial, di sisi lain pihak kanan seperti soekarno juga khawatir dengan kembalinya eksistensi Komunisme ke kancah perpolitikan Indonesia setelah hancur pada tahun 1926 karena PKI sendiri langsung melejit menyaingi Seokarno , di tambah lagi PKI juga memilki basis milisi yang sangat besar di dalam keangotaan TKR juga milisi-milisi lain yang ikut berjuang menghadapi belanda , ke kahawatiran itu kemudian semakin menjadi ketika terjadi percobaan kudeta yang gagal pada 3 juli 1946. Pada saat itu Tan Malaka membentuk Persatuan Perjuangan yang tidak setuju atas politik diplomasi yang di jalankan indonesia ,terlebih kegagalan diplomasi yang di lakukan oleh Kabinet Syahrir II dimana Syahrir dalam Perundingan Linggarjati hanya menuntut pengakuan kedaulatan Atas Jawa dan Madura saja dan bukan kedaulatan penuh terhadap seluruh wilayah Indonesia, dimana Tan Malaka berkolaborasi dengan Moh.Yamin,Ahmad Soebarjo,dan Soekarni Menyusun maklumat yang pada intinya meminta kepada presiden Soekarno memberhentikan kabinet Syahrir dan menyerahkan kekuasaan kepada dewan pimpinan politik yang berngotakan 10 orang dan di ketuai Tan malaka, di mana anggotanya adalah : Moh. Yamin,Soebarjo,Soekarni, Gatot,Chaerul saleh,Sudiro, Iwa Kusuma Sumantri , Bentrand Maroatmojo dan Mr.R.S Budiarto Maroatmojo , di mana juga akan di lakukan penculikan terhadap Syahrir dan Anggota kabinetnya dan kemudian di antarlah maklumat tersebut kepada presiden Soekarno dan di tolak presiden soekarno, presiden soekarno lalu memerintahkan penangkapan kepada orang-orang yang terlibat penculikan dan yang terkait dengan kudeta tersebut hingga mereka di ajukan ke mahkamah pengadilan tentara dan di jatuhi hukuman penjara.
Kemudian pada 18 september 1948 meletus pemberontakan di Madiun dan Solo, setelah kepulangan Muso dari Soviet , pemberontakan ini di latari oleh gagalnya perundingan Renvile yang di mediasi oleh Amerika Serikat dan Jatuhnya kabinet Amir Syarifudin di mana wilayah republik menjadi semakin kecil setelah pasukan di perintahkan meninggalakan wilayah-wilayah mereka juga rasionalisasi militer yang di jalankan oleh kabinet Hatta menjadikan postur TNI menjadi semakin kecil dan mereka yang telah mati-matian berjuang merasa tidak di hargai dan di buang begitu saja , Amir yang jatuh dari kekuasaanya kemudian berkolaborasi dengan Muso yang menjadi pucuk pimpinan PKI dan perwira-perwira militer yang di singkirkan oleh pemerintah memproklamirkan berdirinya Republik Soviet Indonesia yang menduduki kota Madiun dan Solo setelah melakukan serangkain aksi dan terjadi saling culik di antara pemerintah dan PKI hingga kemudian pada 30 September Divisi Siliwangi berhasil menduduki kota Madiun dan Solo dan mengembalikan keadaan. Sebanyak 30.000 orang di tangkap dan di penjara dan pimpinan pemberontak Muso dan Amir Syarifudin di tembak mati sedangkan Tan Malaka sebagai otak di balik kudeta pada 3 juli 1946 juga tertangkap dan di tembak mati , namun PKI tidak di bubarkan dan terus beroprasi namun pasif sampai tahun 1948 ketika kedatangan DN. Aidit dan Lukman dari pengasingan di Tiongkok yang selanjutnya juga akan menjadi orang yang di anggap sebagai Inisiator dalam peristiwa Gerakan 30 september PKI tahun 1965.

Sumber :
Soe Hok Gie , Orang-Orang di Kiri simpang sebuah Jalan
Pramodiya Anata Toer, Kronik Revolusi Indonesia.
Picture : Google

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1443Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13541Dibaca Per Bulan:
  • 346545Total Pengunjung:
  • 1366Pengunjung Hari ini:
  • 12982Kunjungan Per Bulan:
  • 14Pengunjung Online: