PENGERTIAN FILSAFAT

Mumuh Muhsin Z
Secara bahasa, kata filsafat (bhs. Yunani) berasal dari kata philo dan sofia. Philo artinya cinta, sophia artinya hikmah, kebijakan. Jadi filsafat berarti cinta kebijakan (the love of wisdom).
Walaupun kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, dan orang Yunani Purba sudah mempunyai tradisi filsafat 500 tahun S.M., tidaklah berarti hanya orang Yunanilah yang sudah berfilsafat. Azad (dalam Radhakrishna ed., 1952: 14) menjelaskan: “kita mengetahui bahwa Mesir dan Irak telah mengembangkan tingkat peradaban yang tinggi jauh sebelum Yunani. Kita pun mengetahui bahwa filsafat Yunani yang paling awal dipengaruhi oleh hikmah Purba Mesir. Plato dalam tulisan-tulisannya menimba hikmah para pendeta Mesir dengan cara yang menunjukkan betapa otoritas mereka itu sebagai sumber pengetahuan yang tidak dapat disangkal. Bahkan Aristoteles maju lebih jauh lagi dan mengatakan bahwa para pendeta Mesir Purba adalah para filsuf pertama di dunia ini ….” Selain Mesir Purba, yang memiliki tradisi filsafat lebih tua daripada Yunani adalah India dan Cina.
Secara istilah filsafat adalah:
1. “ilmu istimewa” yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa, karena masa-lah-masalah termaksud di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
2. Hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami secara radikal dan integral serta sistematik hakikat segala yang ada (Tuhan, alam semesta dan manusia).
Objek Filsafat:
1. Objek Materia: segala sesuatu yang menjadi masalah filsafat, segala sesuatu yang dimasalahkan oleh atau dalam filsafat; yakni segala yang ada yang meliputi hakikat Tuhan, alam dan manusia.
2. Objek Forma: mencari keterangan yang sedalam-dalamnya (radikal) tentang objek materia filsafat (yakni segala sesuatu yang ada dan yang mungkn ada).

TUJUAN, FUNGSI DAN GUNA
Tugas filsafat bukanlah sekedar mencerminkan semangat masa di mana kita hidup melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif, menetapkan nilai, menempat-kan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan-jalan baru. Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menopang dunia baru, mencetak ma-nusia-manusia yang mejadikan penggolongan-penggo-longan berdasarkan nasional, rasial dan keyakinan ke-agamaan mengabdi kepada cita-cita mulia kemanusiaan. Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak uni-versal, baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam se-mangatnya.

Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Filsafat
1.Titik singgung
1) historis: pada mulanya filsafat identik dengan ilmu pengetahuan; filsuf identik dengan ilmuwan.
2) objek materia ilmu ialah alam dan manusia; objek materia filsafat ialah alam dan manusia (serta masalah ke-Tuhan-an).
2. Perbedaan
1) objek forma ilmu: mencari keterangan terbatas sejauh terjangkau pembuktian penelitian, percobaan dan pengalaman manusia; objek forma filsafat: mencari keterangan sedalam-dalamnya, sampai ke akar persoalan, sampai ke sebab-sebab dan ke “mengapa” terakhir, sepanjang kemungkinan yang ada pada akal-budi manusia berdasarkan kekuatannya.
2) objek materia filsafat:
(1) masalah Tuhan, yang sama sekali di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa,
(2) masalah alam, yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa,
(3) masalah manusia, yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa.

Cabang-cabang Filsafat:
1. Metafisika: filsafat tentang hakekat yang ada di balik fisika, tentang hakekat yang bersifat transenden, di luar atau di atas jangkauan pengalaman manusia.
2. Logika: filsafat tentang pikiran benar dan salah
3. Etika: filsafat tentang perilaku baik dan buruk
4. Estetika: filsafat tentang kreasi indah dan jelak
5. Epistemologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan.
6. Filsafat-filsafat khusus.

Aliran-aliran Filsafat:
1. Aliran Metafisika
2. Aliran Etika
3. Aliran Teori Pengetahuan

ALIRAN METAFISIKA:
KUANTITAS:
1. Monisme
2. Dualisme
3. Pluralisme
KUALITAS:
1. Tetap:
1) spiritualisme
2) materialisme
2. Kejadian:
1) mekanisme
2) teleologi
3) determinisme
4) indeterminisme
ALIRAN ETIKA:
1. Naturalisme
2. Hedonisme
3. Utilitarisme
4. Idealisme
5. Vitalisme
6. Teologis

ALIRAN TEORI PENGETAHUAN:
1. Asal dan sumber:
1) rasionalisme: sumber pengetahuan manusia adalah pikiran/rasio/jiwa manusia.
2) empirisme: pengetahuan manusia berasal dari pengalaman (yang ditangkap indera) manusia.
3) kritisisme (=transendentalisme): pengetahuan manusia baik berasal dari dunia luar, maupun dari jiwa atau pikiran manusia.
2. Hakikat pengetahuan manusia:
1) realisme: pengetahuan manusia adalah gambar yang baik dan tepat dari kebenaran, dalam pengetahuan yang baik tergambarkan seperti sesungguhnya ada.
2) idealisme: pengetahuan itu tidak lain dari kejadian dalam jiwa manusia , sedang kenyataan yang diketahui manusia itu seluruhnya berada di luarnya.

1 Komentar

  • deden nuryadin

    Mar 20, 2011

    1.orang berfilsafat pasti orang yang berfikir. 2 orang berilmu pasti berfisafat 3 ternyata orang yang berilmu susah. 1 orang berfisafat pasti orang yang berfikir 2 ternyata orang berfikir susah 3 belajar filsafat berilmu 4 knapa orang berfikir susah untuk di dapat 5 makasih atas tugasnya

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1580Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15517Dibaca Per Bulan:
  • 348288Total Pengunjung:
  • 1451Pengunjung Hari ini:
  • 14725Kunjungan Per Bulan:
  • 12Pengunjung Online: