Pengertian Museum

N. Wachyudin
Dalam pengertian kuno, museum merupakan istilah Yunani yang menunjuk pada kursi (seat) dari dewi muses (dewi ilmu pengetahuan), untuk kemudian berkembang menjadi mouseion tempat/ lembaga filsafat dan perenungan/kontemplasi. Pada dasarnya museion adalah tempat suci dan tertutup, dan hanya kalangan tertentu yang dapat memasuki tempat ini. Keadaan ini setidaknya berlangsung sampai jaman kekaisaran Romawi, seperti halnya catatan C. Ptolemy tentang Museum Alexandria pada abad ke-3 (SM). Perubahan mendasar baru terjadi pada abad ke-15, ketika museum memiliki kelengkapan perpustakaan dan tempat belajar, serta asrama bagi para peneliti, tepatnya Lorenzo de’ Medici di Kota Florence. Dan semakin berkembang pada abad ke-17 ketika John Tradescant’s collection in Lambeth dibuka untuk umum, dimana masyarakat dapat berkunjung secara terpilih dan memiliki kesempatan belajar dari koleksi museum ini. Perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh pembukaan Musaeum Tradescantianum (1677), museum ini dimiliki oleh Elias Ashmole (yang kemudian hari diintegrasikan dan dimiliki oleh universitas Oxford) dan dibuka secara luas tahun 1683, dalam dunia museum tempat ini dikenal sebagai the Ashmolean Museum, sedangkan pengertian untuk museum nasional diinisiasi oleh Perancis tahun 1765 yang memungkinkan masyarakat luas dapat melihat dan mengapresiasi hasil budaya material (cultural material).( Encyclopaedia Britannica).

musem lobby

musem lobby

Pengertian Museum menurut ICOM (International Council of Museum) pasal tiga dan empat yang berbunyi “Museum adalah suatu lembaga yang bersifat tetap dan memberikan pelayanan terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuannya terbuka untuk umum tidak bertujuan semata-mata mencari keuntungan untuk mengumpulkan, memelihara, meneliti, dan memamerkan benda-benda yang merupakan tanda bukti evolusi alam dan manusia untuk tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi.
…International Council of Museum (ICOM), a museum “is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, research, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment”…..( Li, Yu-Chang.2010).

Museum juga identik dengan semangat abad ke-19, bahwa peluang dan kesempatan belajar adalah milik semua orang:
Wittlin (1949: 133) points out: “The creation of the Public Museum was an expression of the eighteenth-century spirit of enlightenment which generated enthusiasm for equality of opportunity in learning . . .

Secara fundamental Turpeinen menyatakan setidaknya sebuah museum dibangun/ didirikan atas dasar 3 (tiga) landasan pokok:
1. Pedagogik, museum didirikan atas dasar prinsif dan orientasi pendidikan.
2. Historis, museum didirikan sebagai wujud pelestarian dan pengembangan nilai kesejarahan.
3. Ideologis, museum didirikan sebagai wahana pemahaman dan implementasi nilai-nilai ideologis.
Sumber: Michael Robbins. 2014.Building the Future of Education: Museums and the Learning Ecosystem American Alliance of Museums.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1405Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15342Dibaca Per Bulan:
  • 348128Total Pengunjung:
  • 1291Pengunjung Hari ini:
  • 14565Kunjungan Per Bulan:
  • 9Pengunjung Online: