Perkembangan Kampung Cikiray dari 20 Tahun yang lalu

by: Holil

Kampung saya namanya Cikiray, Tahun 1990 di kaampung saya yang menyjabat Kepala Desa adalah Dedi Suardi di bantu 3 Rt, 1 Rw, Dan 2 penghulu. Rt 01 adalah Bp Asmari, Rt 02 Bp Ed, Rt 03 Bp bahrudn. Rw Ust Munib, Penghulunya yaitu Bp Edi dan Bp Yas’a. kekompakan penduduk di kampung cikiray cukup lumayan terutama di bidang kemasyarakatan contohnya gotong royaong.Jalan di kampung cikiray adalah jalan pintas menuju kecamatan lain otomatis jalannya rame banyak lalu lalang mobil dan motor dan mobil yang lewat itu kebanyakan mobil pengangkut batu sebab di kampung sebelah ada tempat galian batu sehingga jalan menjadi tidak awet atau cepet rusak. Kira-kira tiga tahun kemudian jalannya rusak parah dan butuh renovasi, dengan bantuan dari pemerintah dan swadaya masyarakat ahirnya jalan bias di renovasi.

Di tahun 1998 Ded iSuardi (lurah) membangun kantor kepala desa yang cukup besar, posisinya ada Idi tengah-tengah desasehingga mudah di jangkau dari berbagai sudut. Di tahun ini juga di bentuk kelompok tani (poktan) guna untuk meningkatkan solidaritas para petani juga untuk mempermudah para petteni berkordinsi dengan petani lainnya. Jumlah anggotanya sekitar 30 orang di keuai oleh Bp Suganda. Dengan dibentuknya kelaompok tani ini petani sedikit lebih enak terutama setelah ada bantuan dari pemerintah untuk para petani yang di kordinir oleh kelompok tani tersebut. Bantuan itu kadang berupa pupuk, bibit unggul, bantuan dana untuk irigasi dan lain-lain.tapi kadang-kadang bantuan-bantuan untuk petani itu disalah gunakan oleh pengurus untuk memperkaya diri sendiri (di korupsi). Keredit usaha tani yang seharusnya di gunakan petani untuk meringankan beban petani dalam mengolah sawahnya malah dipake oleh pengelola untuk bikin rumah, beli mobil, beli tamah. Dan lain-lain sehingga beban petani tidak berkurang dan tetap kesusahan dalam mengolah lahan pertaniannya.

Tahun 2000 di kampung cikiray dirikan majlis taqlim atau tempat pengajian anak-anak dan orang tua untuk memfasilitasi anak-anak dan orang tua atau warga masyarakat mengaji, pembangunan majlis ini hasil swadaya masyarakat, adaa yang menyumbang bambu, kayu, pasir, genting, dan lain sebagainya. Selain dari swadaya masyarakat ada juga sumbangan dari yang lain seperti dari bapak kepala desa yang lumayan membantu. Pengerjaannya di garap oleh masyarakat, sendiri, mereka saling bergantian meluangkan waktu dari kesibukan mereka untuk mengerjakan majlis itu,dengan kegigihannya masyarakat bahu membahu dalam membangun majlis ahirnya majlis tersebut selesai dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tahun 2001 masa jabatan Bp Dedi suardi habis dan harus di ganti, untuk mengganti, unuk menggani kepala desa yang lama dilakukan pemungutan suara,dari hasil pemungutan suara terpilih Bp Ahmad yani untuk menggantikan Bp Dedi suardi menyjadi kepala desa. Tahun 2002 datang seorang infestor berniat menanamkan modalnya di kampung cikiray yaitu di bidang air minum yaitu air isi ulang gallon maksudnya mata air yang ada di cikiray airnya akan di distribusikan ke Jakarta, tangerang, dan cilegon untuk di komersilkan. Setelah lurah, masyarakat, dan pengusaha sepakat ahirnya proyek di jalankan. Tiga tahun setelah proyek air isi ulang itu berjalan jalandesa yang tadinya bagus jadi rusak disebabkan oleh mobil tangki pengangkut air, karena beban yang berlebihan jadi jalan idak tahan lama. Dengan bantuan dari pemerintah ahirnya jalan di perbaiki.

Tahun 2004 dibangunlah sebuah pasar buah dan sayuran yang fungsinya sebagai penampung buah dan sayuran yang akan di kirim ke Jakarta dan sekitarnya. pasar ini luasnya sekitar 500 meter persegi dengan jumlah kios sekitar 50 kios, dana yang di gunakan cukup besar yaitu dana bantuan dari pemerintah. Setelah pasar ini jadi entah kenapa pasar ini malah tidak di isi. Tidak ada aktifitas jual beli, seperti pasar-pasar lainnya. Bangunan yang kokoh dan bagus itu dibiarkan begitu saja hingga pasar itu tidak berbentuk lagi di tutupi oleh rumput. Bangunan ini sudah nulai rapuh sedikit demi sedikit bangunannya roboh dan mungkin sekitar empat atau lima tahun lagi semuanya akan rata dengan tanah. Dan bantuandari pemerintah ini yang mengguankan dana cukup besar akan sia-sia, tidak ada kemajuan apapun dari pembangunan pasar itu

Ttahun 2006 masa jabatan Bp Ahmad yani berahir, seperi biasa untuk mengganti pemimpin yang lama di adakam kembali pemungutan suara dan Bp Ahmad yani atau kepala desa sebelumnya kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan yang kedua. Hasil dari pemungutan surara ternyata yang terpilih adalah kepala desa yang lama atau Bp Ahmad yani melanjutkan masa jabatan sebelumnya.Tahun 2007 jalan kembali rusak dan penyebabnya masih yang dulu yaitu mobil tangki pengangkut air, kali ini masyarakat yang bertindak tidak dengan cara berdemo menuntut proyek itu tutup agar jalan tidak mudah rusak, setelah negosisi dengan pihak pengusaha ihirnya proyek itu tutup. Tahun 2009 sebuah perusahaan pengembang perumahan berminat membangun perumahan di kawasan kampung cikiray dengan kuantitas 400 unit, ber bulan-bulan melakukan negosiasi dengan pemilik tanah ahirnya proses jual beli terjadi, dan di 2010 ini perumahanpun mulai di bangun. Tahun ini (2010) kampung cikiray mendapatkan bantuan dari pemerinah yaitu PNPM Mandiri. Di rapat desa disepakati bahwa kampung cikiray mendapatkan jatah perbaikan gang kampung sepanjang 300 meter selain itu bantuan modal unuk warung-warung kecil juga dapat walawpun jumlah bantuannya tidak besar tapi cukup bias membantu permodalan.

Di tahun2010 ini kelompok tani juga mengajukan bantuan, ada dua jenis proposal yang diajukan secara bertahap, Jenis proposal yang di ajukan adalah proposal irigasi dan proposal bantuan dana oprasional pertanian. Tujuan dari pengajuan proposal ini adlah untuk membantu para petani agar beban para petani lebih ringan dalam bertani terutama di bidang pengairan dan permodalan dalam mengolah tanah mereka. Pengairan bias lancar sehingga di musim kemarau para petani masih bisa mengolah sawah dan tidak kekurangan air sehingga hasil pertaniannyapun bisa optimal, dengan hasil yang optimal itu artinya kesejahteraan para petani mentingkat. Untuk permodalan diharapkan beban para petani dalam mengolah sawah mereka dengan harga pupuk yang mahal dan biaya-biaya lain jua yang terus meningkat bisa berkurang, diharapkan ketika mereka mengolah sawah mereka tidak kelabakan menycari modal. Sehingga mereka tidak lari ke rentenir dalam mencari modal sebab rentenir akan menambah susah mereka bukan menambah ringan beban mereka karena bunga yang di kenakan sangat besar.

Proposal irigasi di ajukan bulan agustus tahun 2010 dan turunnya bantuan bulan oktober, satu minggu kemudian dana langsung di gunakan untuk pembangunan irigasi sepanjang 100 meter. Pengerjaan pembangunan di kerjakan oleh orang-orang asli cikiray yamg bertujuan agar persatuan warga kampung semakin erat, proses pengerjaan memakan waktu dua minggu walawpun mussim hujan yang tidak mendukung proses pengerjaan tapi pembangunan irigasi ini tergolong cepat, dari pembangunan irigasi ini di harapkan bias membantu para petani. Tidak di keahui berapa besar dana bantuan untuk membangun irigasi ini idak ada yang tau, karena pengelola sangat tertutup. Tidak ada keterangan yang di sampaikan pada masyarakat baik itu pemasukan maupun pengeluarannya.

Proposal kedua akan di ajukan bulan November 2010,diharapkan proposal ini segera cair agar para petani bias cepat terbantu dalam pengolahan sawah mereka. Kebetulan tahun ini musim hujan cukup panjang jadi pengairan persawahan tidak mengalami kendala, para petani bias menanam padi tiga kali dalam setahun, jadi para petani tidak mengalami paceklik. Tapi harapan para petani untuk memetik hasil yang banyak di musim hujan yang panjang tidak terwujud, penanaman padi yang kedua tidak hasilnya tidak memuaskan karena banyanya hama yang menyerang tanaman padi para petani. Jika nanti bantuan dari pemerintah sudah turun mudah-mudahan dengan itu para petani bisa membeli obat hama yang lebih manjur walawpun harganya lebih mahal dari yang biasanya,

Di ntahun 2010 ada perubahan di dewan kemakmuran mesjid AL-IKHLAS yang ada di kampung cikiray, perubahan yang ada di mesjid al-iklas yaitu perubahan kepengurusan dari kepengurusan yang lama yang terkesan trtutup dan monoton ke pengurusan yang terbuka dan mengutamakan kemajuan. Di kepengurusan yang lama dari pertama di bentuk sampai berakhir tidak ada perubahan yang berarti dalam kemakmuran mesjid, di berbagai bidang. Kepengurusan yang lama tidak membentuk seksi-seksi untuk membagi pekerjaan yang cukup banyak yang bertujuan untuk memakmurkan mesjid. Di dalam kepengurusan yang baru banyak orang yang terlibat yang di tujukan agar orang yang terliba mempunyai kesadaran akan rasa memiliki terhadap mesjid tersebut jadi dengan demikian akan timbul kesadaran untuk menjaga dan merawatnya. Dalam kepengurusan ini juga di bentuk ikatan remaja mesjid (irema).

Irema di bentuk bertujuan untuk mendidik generasi muda dalam segi keagamaan, generasi muda di berikan pemahaman tentang agama agar mereka mempunyai bekal untuk kehidupan yang akan datang dan membimbing generasi muda agar tidak salah jalan dalam bergaul, sebab tidak sedikit generasi muda sekarang yang salah jalan dalam bergaul contohnya narkoba dan sek bebas. Tidak sedikit generasi muda yang terjerumus ke dunia na5rkoba yang ahirnya merusak masadepan mereka, juga generasi muda putrid, tidak sedikit generasi muda putri yang hamil di luar nikah akibat pergaulan yang tidak terkontrol. Selain itu irema juga di bentuk untuk mempersiapkan pemimpin baru terutama di kepengurusan mesjid ketika kepengurusan yang sekarang sudah tidak memungkinkan lai untuk menjadi pengurus sebab para pengurus yang sekarang sadar bahwa mereka tidak akan mungkin menjadi pengurus selamanya, suatu saat nanti mereka akan melepaskan jabatan kepengurusan. Kalau tidak di cetak dari sebelumnya maka kepenurusan yang akan datang tidak akan bisa bekerja maksimal dala memakmurkan mesjid.

Kepengurusan mesjid yang baru ini juga merubah system pengajian yang sudah berjalan agar semangat para jamaah pengajian meningkat, agar pengajian tetap ramai. Pengajiaan semula penceramahnya dia ambil dari penduduk sekitar mesjid itu sendiri namun minat jamaah pengajian untuk mengikuti pengajian menurun terbukti dengan berkurangnya jumlah pengajian dari tiap pertemuannya. Kepengurusan yang baru mengundang penceramah dari luar dalam setiap satu bulan sekali, penceramah yang baru di tujukan untuk memberi warna baru dalam pengajian untuk membangkitkan semangat jamaah dan menambah pengetahuan para jamaah untuk di pergunakan dalam kehidupannya sehari-hari, tapi pengambilan penceramah dari luar ini tidak meninggalkan penceramah yang lama atau penceramah dari penduduk sekitar. Penceramah yang lama atau penduduk sekitar mengisi tiga kali pertemuan dalam sebulan dan penceramah dari luar satu kali dalam sebulan. Jadi pengambilan penceramah dari luar di harapkan tidak akan menimbulkan perpecahan di masyarakat dengan demikian tujuan dari kepengurusan yang baru bisa tercapai

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1783Dibaca Hari Ini:
  • 1035Dibaca Kemarin:
  • 13881Dibaca Per Bulan:
  • 346788Total Pengunjung:
  • 1609Pengunjung Hari ini:
  • 13225Kunjungan Per Bulan:
  • 4Pengunjung Online: