Perlukah Uji t dalam Uji Validitas dan Reliabilitas ?

Terdapat dua pendapat tentang perlu tidaknya digunakan uji t dalam uji validitas dan reliabilitas. Pendapat pertama menyebutkan, tidak perlu digunakan uji t, cukup menghitung nilai r, kemudian membandingkan dengan nilai tabel r untuk mengetahui valid atau tidaknya. Sementara pendapat kedua menyebutkan, setelah menghitung nilai r, harus dilanjutkan dengan uji t, kemudian membandingkan dengan nilai tabel t untuk mengetahui valid atau tidaknya.

Berkaitan dengan adanya perbedaan pendapat tentang perlu tidaknya digunakan uji t dalam uji validitas dan reliabilitas, maka perlu ditegaskan di sini, bahwa kedua pendapat di atas adalah benar. Namun demikian ada syarat yang perlu dipenuhi oleh keduanya. Pertama, pengujian validitas cukup menggunakan nilai koefisien korelasi apabila responden yang dilibatkan dalam pengujian validitas adalah populasi. Artinya, keputusan valid tidaknya item instrumen, cukup membandingkan nilai hitung r dengan nilai tabel r. Kedua, pengujian validitas perlu menggunakan uji t apabila responden yang dilibatkan dalan pengujian validitas adalah sampel. Artinya, keputusan valid tidaknya item instrumen, tidak bisa dengan membandingkan nilai hitung r dengan nilai tabel r, tetapi harus dengan membandingkan nilai hitung t dengan nilai tabel t.

Dalam hal ini dapat dijelaskan, bahwa pengujian validitas/ reliabilitas dengan sensus (pupulasi) tidak diperlukan generalisasi atau penarikan kesimpulan yang bersifat umum, karena seluruh anggota populasi dilibatkan dalam penelitian sehingga kesimpulan yang dibuat berlaku untuk populasi itu sendiri. Sementara dalam pengujian validitas/reliabilitas dengan sampel, generalisasi diperlukan, karena tidak semua anggota populasi dilibatkan sebagai responden, oleh karena itu generalisasi harus dilakukan, apabila tidak dilakukan generalisasi maka kesimpulan yang dibuat hanya untuk anggota sampel yang terlibat langsung sebagai responden, tidak untuk populasi. Dalam metode statistika, kegiatan untuk membuat generalisasi dilakukan dengan menggunakan pengujian statistik tertentu. Dengan demikian pengujian statistik ini merupakan pengujian terhadap karakteristik sampel agar dapat diambil kesimpulan yang bersifat umum dalam hal ini dianggap mewakili seluruh keberadaan/karakteristik/apa yang terjadi dalam populasi.

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1147Dibaca Hari Ini:
  • 1774Dibaca Kemarin:
  • 48303Dibaca Per Bulan:
  • 622243Total Pengunjung:
  • 1076Pengunjung Hari ini:
  • 44530Kunjungan Per Bulan:
  • 13Pengunjung Online: