TERKADANG HITAM PUTIH ITU PERLU ( Renungan )

Pendidikan,Program Studi Pendidikan; banyak hal yang terkait dalam hal tersebut, landasan filosofi, kurikulum,proses, tujun, peran, konsekwensi, pembelajaran, penelitian ,pengabdian,kompetensi, dll. Namun dari hal tersebut yang perlu mendapat penekanan adalah peran apa yang harus kita mainkan dalam upaya menciptakan sebuah kondisi yang mampu mendinamiskan seluruh aspek terkait. Dibutuhkan suatu kekuatan pertalian yang memungkinkan apa yang kita miliki mampu menjadikan makna bagi orang lain yang memiliki kemauan mengoptimalkan kemampuan diri . Tataran peran yang dimainkan konteksnya harus jelas mengingat dalam proses keterkaitan ada tiga hal yang harus diperhatikan, apakah parasitisma,mutualisma atau komensalisma. Tataran peran itu tidak perlu dipilih oleh kita tetapi biarlah pihak lain menilai dari karya yang telah kita lontarkan ke khalayak, pihak lain akan menilai dimana dan dalam keadaan mana posisi kita .

Hampir sepuluh tahun Program studi pendidikan sejarah, ada komitmen yang tidak tertulis tetapi jelas aturan mainnya mengenai konsekwensi apa yang menjadi dasar pemeranan dalam konteks pendidikan tinggi. Kemampuan memerankan posisi kita melalui apa yang kita lontarkan ke khalayak merupakan indikasi kekuatan kualitas pemegang peran yang dasarnya sudah jelas adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kekuatan kualitas diantaranya diukur melalui kekuatan menginternalisasi peran yang harus dimainkan dan kemampuan mengkritisi pola pikir dan tingkah serta produk yang telah dihasilkan. Jika hal tersebut tidak terjadi maka posisi sebagai transformer,elaborator, innovator,motivator, akan menjadi bias maknanya dan akan kembali kepada rutinitas yang tanpa makna sehingga tidak memiliki nilai lebih dalam upaya meningkatkan kualitas rohani, hal ini akan berimbas pada pengukuran internal yang cenderung materi .

Semua elemen tentu berharap kearah yang lebih baik ?, maka mengingat hal tersebut apapun konsekwensi yang dimainkan harus memiliki kekuatan simultan yang tinggi, dan hal tersebut akan terwujud jika semua elemen mampu memahami posisi dan konsekwensi dari posisi tersebut yang harus diperankan.

10 tahun bukan waktu sebentar , jika berpikir pada tahapan perkembangan yang terlewati, tentu akan berpikir 2 tahun pertama harus bagaimana, 2 tahun kedua harus bagaimana, 2 tahun ketiga harus bagaimana, 2 tahun keempat. begitu juga dengan 2 tahun kelima, atau 2 tahun ke enam, ukuran senior dan junior menjadi sangat kentara , mengingat kemampuan dalam bekerjasama untuk melakukan sesuatu yang tentu saja dengan porsi peran yang sama akan menentukan bentuk sinergitas berdasar pada pemahaman ilmiah yang dipadukan untuk menghasilkan produk berdasar jalinan emosional bersama. 2 tahun ke lima merupakan tahap action yang menunjukan kemampuan individu dalam memahami peran yang harus dimainkan dan sadar posisi serta konsekwensi apa yang akan menjadi mercusuar , pada tahap ini koordinasi dan adaptasi sudah tidak menjadi acuan pokok , tetapi kemampuan melontarkan ide dan kemampuan untuk memulai serta kemampuan untuk menjalin koneksitas dengan yang lain dalam upaya menghasilkan sesuatu yang memiliki kontribusi untuk STKIP, Prodi dan Individu menjadi hal yang lebih dihargai. Kecuali kita tidak hidup disitu ?……………………..

( Desa )

SILAKAN BERI KOMENTAR

Temui Kami di Facebook

Statistik

  • 1429Dibaca Hari Ini:
  • 1839Dibaca Kemarin:
  • 15366Dibaca Per Bulan:
  • 348149Total Pengunjung:
  • 1312Pengunjung Hari ini:
  • 14586Kunjungan Per Bulan:
  • 10Pengunjung Online: